My Teacher My Sugar Daddy

My Teacher My Sugar Daddy
Bab 7


__ADS_3

" BRAAKK " suara pintu mobil yang di tutup kasar oleh brina.


" yah tuhan.. dari sebanyak nya laki laki di dunia ini kenapa harus pak jerry.." dengan menangkup wajah nya dengan kedua tangan nya lalu mengusap nya dengan kasar, pertanda jika dirinya tidak percaya akan kejadian yang baru saja ia alami.


tak mau terlalu lama di dalam mobil brina pun langsung memutar kunci mobil nya untuk menghidup kan mesin, lalu segera melajukan mobil milik nya untuk pulang.


*******


" Dari mana brin.." risma langsung melemparkan pertanyaan kepada brina ketika ia melewati ruang tamu di mana risma tengah duduk dengan membaca majalah, kegiatan yang biasa ia lakukan setelah pulang dari kesibukan nya.


brina yang mendapat pertanyaan dari sang mama, memilih menghampiri risam dan duduk di sebelah risma.


" brina baru pulang dari rumah teman mah, mamah udah pulang.." jawab brina dan balik bertanya dengan mencium punggung tangan mama nya itu, meskipun kadang brina sangat jengkel akan kedua orang tuanya yang selalu bertengkar, tapi brina tetap menyayangi kedua orang tua nya.


" udah dari tadi brin, yaudah kalau gitu mandi dulu gih biar segeran.." dengan masih memperhatikan majalah yang ia baca, risma menyuruh brina untuk segera mandi.


" ok mah brina ke atas dulu yah.." risma pun hanya mengangguk mendengar pamit dari brina.


********


sesampai nya di dalam kamar, bukan nya langsung membersihkan diri brina malah membaringkan tubuh nya di atas kasur empuk itu dengan menggeser geser layar ponsel nya, dan seketika jari nya itu spontan berhenti kala panggilan video call masuk.


" pak jerry video call.." gumam brina meskipun di nomor ponsel nya masih belum brina simpan, tapi brina jelas mengetahui jika itu jerry karna saat jerry meminta untuk bertemu dengan nya, jerry mengirimkan pesan lewat nomor itu.

__ADS_1


" angkat gak yah.." brina masih ragu untuk mengangkat nya dan saat melihat ponsel tidak mau berhenti untuk menyala karna jerry trus melakukan panggilan video itu.


dan akhir nya brina pun menggeser tombol berwarna hijau itu ke atas dengan langsung memperlihatkan wajah jerry di layar itu.


" Udah sampe rumaah.." suara bariton seorang lelaki itu mengawali pembicaraan.


" iya pak, baru aja sampe.." jawab brina dengan memalingkan pandangan nya ke arah lain, karna jujur saja dia masih merasa canggung pada jerry.


jerry yang melihat gerak gerik dari brina pun dapat mengerti jika wanita yang saat ini melakukan panggilan video call dengan nya masih merasa canggung dan jerry hanya bisa tersenyum melihat itu.


" dan kayak nya kamu belum mandi yah brin, jadi aku tutup dulu yah kamu mandi dulu.." ucap jerry yang lebih ingin mengalah karna melihat brina yang seperti nya tidak nyaman dalam situasi canggung nya pada jerry.


dan tanpa menunggu lama brina langsung memutuskan panggilan video call itu tanpa mengucapkan salam atau sejenis nya, dan itu membuat jerry menggelengkan kepala nya dengan tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi putih nya yang tersusun rapi.


waktu yang terus berjalan dan siapa pun tidak dapat menghentikan nya, dan hari yang tadi masih siang saat brina pamit pada nya kini sudah menjadi sore yang tepat pukul 16.25 wib, dan jerry pun segera check out dari hotel yang ia sewa tidak sampai 24 jam itu, karna memang dia hanya berniat ingin bertemu dengan brina.


seusai nya jerry melakukan check out, jerry pun segera memasuki mobil nya dan melajukan kendaraan beroda empat itu menuju rumah nya.


sesampai nya di rumah milik nya dan memasuki rumah nya, dari arah samping dhika berlarian menuju ke arah jerry.


" daddyyyy..." dengan merentang kan tangan nya dhika memanggil jerry dan segera jerry menangkap sang putra lalu menggendong nya.


" maaf tuan den dhika langsung lari ketika melihat tuan datang.." ucap pengasuh dhika dengan nafas yang sedikit ngos ngosan akibat mengejar dhika yang langsung berlari ketika melihat kedatangan jerry.

__ADS_1


" gapapa.. yaudah dhika akan saya bawa ke kamar dan kamu bisa melanjutkan tugas mu yang lain.." jawab jerry pada pengasuh itu, yang selain mengasuh dhika sang pengasuh juga bertugas untuk membereskan barang atau apapun yang bertentangan dengan dhika.


" baik tuan.." jawab pengasuh itu lalu berlalu, untuk merapikan kamar dhika yang berantakan dengan di penuhi mainan yang berserakan di mana mana.


dan sedangkan jerry melangkahkan kakinya menuju kamar milik nya dengan dhika yang berada di gendongan nya.


" apa kamu sudah makan sayang, apa yang kamu lakukan hari ini.." dengan mendudukkan dhika di kasur milik nya, jerry bertanya tentang kegiatan apa saja yang di lakukan hari ini oleh putranya.


" dhika sudah makan dad di suapi tadi sama mbak dina.. dan hali ini dhika main mobil mobilan, main ail di kolam dan banyak lagi dad.." cicit dhika yang menceritakan kegiatan nya pada jerry dengan tangan nya yang tidak bisa diam seakan akan ia memperagakan apa yang dia ceritakan, dan jerry pun memperhatikan dengan seksama dengan apa yang anak nya ceritakan.


yah selain dina yang biasa tempat dhika menceritakan sesuatu, dhika pun tak jarang bercerita tentang apa saja pada jerry, karna disti yang memang tidak bisa meluangkan waktu nya kepada dhika dan keluarga nya karna urusan pribadi nya yang selalu menguras waktu hingga untuk meluangkan waktu bersama keluarga nya tidak ada meskipun itu hanya sekedar mendengar curahan anak nya, dan itu terkadang membuat jerry merasakan nyeri di ulu hati nya ketika melihat anak nya yang mempunyai seorang ibu namun seperti anak piatu.


" anak pinterr.. oh yah sayang, mamah dari pagi apa tidak pulang.." tanya jerry tentang disti kepada anak nya.


mendengar pertanyaan dari daddy nya, dhika hanya menggelengkan kepala nya sebagai jawaban nya tanpa menoleh ke arah jerry dengan trus memainkan rubik di tangan nya melihat jawaban dari dhika, sekali lagi membuat jerry kecewa akan disti.


" ya udah kamu lanjutin mainin rubik nya, daddy mau mandi dulu yah sayang.." ujar jerry.


" oke dad.." jawab dhika dengan tersenyum lalu melanjutkan kegiatan nya lagi setelah melihat jerry melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.


dan setelah menyelesaikan mandi dan berpakaian jerry pun menuju kasur milik nya, dan ikut berbaring di sebelah dhika yang ternyata ketiduran saat ia tinggal mandi, dan setelah beberapa menit jerry ikut menyusul putra nya ke alam mimpi hingga larut malam dan kedua laki laki beda generasi itu tidak mengetahui kedatangan disti yang kini tengah menatap jerry dan dhika yang tengah terlelap bersama.


Kritik Dan Saran Nya Sayang Sayang Kuuuu.. dan jangan lupa untuk dukungan kalian dan terimah kasih untuk dukungan kalian 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2