
Di pagi hari yang sejuk, kamar milik jerry terdengar riuh karna celotehan dari dhika yang trus berceloteh dengan dina yang tengah memakaikan baju untuk dhika setelah memandikan nya, yah jerry memang memperbolehkan dina mengurus dhika di kamar nya karna memang dhika yang tertidur di kamar nya.
setelah selesai membuat dhika rapi, dina segera membawa bocah 5 tahun itu ke bawah di mana jerry dan disti berada.
" pagi mommy.. pagi daddy.." sapa dhika kepada kedua orang tua nya yang tengah menyantap sarapan mereka.
" pagi sayang.." balas disti dan jerry bersamaan.
dhika pun segera di dudukkan di kursi dan meja yang menjadi satu, yang memang di khususkan untuk dhika jika sedang sarapan.
" dad.. mom.." panggil dhika, dan spontan disti dan bara menoleh secara bersamaan ke arah dhika.
" iyah sayang.. ada apa.." jawab jerry pada panggilan anak nya.
" dhika bosen di lumah telus, apa boleh dhika ikut kalian.." ujar dhika dengan suara cadel nya, lalu segera memasukkan makanan ke dalam mulut nya yang di suapkan dina pada nya.
mendengar permintaan dari dhika, jerry dan disti pun langsung saling pandang.
" kalau menurutku lebih baik dhika ikut dengan mu mas.." ucap disti yang menanggapi keinginan anak nya.
dengan mengehembuskan nafas nya dengan kasar jerry hanya bisa mengiyakan ucapan dari disti, karna jika ia menolak dan berdebat itu tidak baik menurut jerry jika kedua nya harus memperdebatkan pendapat mereka di depan dhika.
" baiklaah.. dhika ikut sama daddy mengajar yah, lagian nanti disana banyak orang yang bisa bermain dengan dhika.." ucap jerry yang hanya bisa menyetujui keputusan disti agar dhika ikut dengan nya.
" yeeeeaaaayyy... makasiihhh daddy.." dengan sedikit berteriak, dhika merasa senang ketika daddy nya memberi izin untuk ikut, karna ia tidak akan merasa bosan lagi jika trus trusan berada di rumah nya bersama mbak dina pengasuh nya.
" jadi cepat habiskan sarapan mu, sebentar lagi kita akan berangkat..." ucap jerry lagi dan dengan semangat dhika segera menghabiskan sarapannya.
disti yang melihat itu hanya bisa tersenyum tipis dan melanjutkan sarapan nya hingga ketiga orang itu selesai sarapan.
" mas mungkin aku akan pulang terlambat hari ini, karna hari ini temanku ada yang berulang tahun dan mungkin kita akan ke pantai untuk merayakan nya.." ucap disti sebelum dhika akan memasuki mobil.
__ADS_1
" bukankah kamu selalu seperti itu, dan hanya mementingkan acara bersama teman mu di banding kau meluangkan waktumu untuk keluarga kecilmu.." dengan sedikit dingin jerry menjawab ucapan dari istri nya.
dan ketika disti akan menjawab ucapan nya, dari dalam mobil tiba tiba suara mungil itu terdengar memanggil jerry..
" ayooo daddy, cepat cepat kita blangkat.." dengan suara sedikit berteriak dhika mengajak jerry untuk segera berangkat.
jerry melihat itupun langsung masuk ke dalam mobil dengan meninggalkan disti tanpa sepatah kata pun, karna jerry merasa kecewa dengan sikap disti yang lebih mementingkan pergaulan nya dengan teman teman nya dari pada mengurus anak dan suami nya.
disti yang melihat sikap dingin jerry hanya bisa mengehembuskan nafas nya pelan lalu segera menuju mobil milik nya dan segera berangkat menuju acara ulang tahun teman nya.
***********
Sekolahan elit itu mulai ramai karna para siswa dan siswi mulai berdatangan.
Brina yang baru saja keluar dari mobil nya segera memasuki gedung tempat ia belajar untuk menimba ilmu, setelah memasuki gedung sekolahan itu brina segera menuju ke kantin yang sudah pasti dira dan tere berada di kantin sekolahan sebelum jam pelajaran di mulai.
" Bu Sariiii.. brina pesen seperti biasanya yah bu.." sesampainya di kantin brina tidak langsung bergabung dengan teman nya melainkan memesan makanan terlebih dahulu pada bi sarii, setelah memesan brina segera mengahampiri kedua sahabat nya yang kini menatap nya dengan tatapan menunggu, yang brina sudah ketahui jika kedua sahabat nya akan meminta ia menceritakan tentang pertemuan nya dengan sugar daddy nya.
" pagi brina.." jawab kedua teman brina bersamaan.
dan setelah beberapa saat sebelum tere dan dira akan menanyakan tentang sugar daddy nya, dari belakang tere terlihat bu sari tengah membawa nampan berisi makanan pesanan brina dan membuat tere mengurungkan niat nya untuk bertanya pada brina.
" eeehhh briinn.. gimana udah ketemu belum sama sugar daddy loo.." setelah kepergian bu sari tere langsung mempertanyakan pada brian dan di angguki oleh dira yang juga kepo akan cerita brina ketemu sugar daddy nya.
" lo berdua bakal terkejut ketika gue nyeritain ini.." jawab brina lalu menyeruput susu hangat milik nya.
" terkejut kenapa brin.." tanya teman nya yang kini dira yang bertanya.
" he.em" terkejut kenapa brin.." tere ikut menimpali ucapan dira, di tengah ia memakan makanan milik nya.
" tapi sebelum gue ceritain lebih baik lo selesain makan lo pada.." ucap brina yang membuat kedua sahabat nya semakin penasaran dan gregetan karna di buat penasaran oleh brina.
__ADS_1
" iiissshh lama banget sih, udah ceritain ajah aaah kesel guee.." gerutu tere dan membuat brina terkekeh.
" yaudah sini.." brina pun mengarahkan agar kedua sahabat nya itu mendekat padanya, tere dan dira pun seketika menurut dengan arahan brina.
" sugar daddy gue adalah " JERRY ALBERTO " guru killer di sekolahan kita.." dengan nada berbsisik brina memberitahukan pada kedua sahabat nya.
mendengar penuturan dari brina sontak membuat dira dan tere melotot tidak percaya dan dengan bersamaan kedua nya berteriak kaget.
" APAAAA.."
" WHAAAAT..."
teriak keduanya hingga seluruh siswa yang berada di kantin itu langsung menoleh ke arah tiga gadis itu, dan brina hanya bisa menepuk jidat nya melihat ketekejutan dari sahabat nya itu.
tere dan dira yang sadar akan tatapan semua siswa yang terarah kepada nya hanya bisa tersenyum kikuk lalu segera kembali ke posisi semula.
" lo gak becanda kan briin.." tanya tere lagi yang masih belum percaya pada ucapan brina.
" yah re gue seriusan, tadi nya gue juga terkejut tapi gimana lagi re.." jawab brina dengan langsung mengusap kasar wajah nya.
" berarti tadi malem lo udah di itu ituin donk sama pak jerry.." ucap dira dengan nada berbisik, membuat brina langsung menggeplak lengan dira membuat sahabatnya itu meringis.
" sakit tau briiin.." jawab dira dengan mendramatisir.
" abis lo asal ngomong.." ucap brina.
" udah aaahh.. jangan di terusin, dan ayo briiinn ceritain.." tere pun segera melerai perdebatan santai itu, karna ia lebih membutuhkan cerita dari brina ketika ia ketemu dengan sugar daddy nya yang ternyata adalah guru nya di sekolah.
dan ketika brina akan menceritakan nya, tiba tiba saja bunyi bel sekolah berbunyi membuat tere mendengus kesal.
" udah bel masuk ntar ajah gue ceritain, ayoo" ucap brina dengan mengajak teman nya, lalu ketiga gadis itu pun langsung berlalu meninggalkan kantin dengan sebelum nya membayar dulu ke bu sari.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya sayang, kritik dan saran boleh jika ada tulisan yang kurang enak di baca, atau ada sesuatu yang harus di koreksi, terimah kasih sayang sayangkuuuh..😍😍