My Uwu Boyfriend

My Uwu Boyfriend
Teman Baru


__ADS_3

Hari ini hari yang paling kunanti bagiku. Di hari ini aku sudah bukan lagi anak SMP, aku telah menjadi siswi SMA dan lebih bahagia lagi aku bersekolah di SMA unggulan di daerah Surabaya, SMA Pelita Jaya. Disini aku akan merasakan momen berbeda, kelas berbeda, dan teman berbeda pula. Ah, sepertinya menyenangkan.


Oh iya, kenalin aku Dara Fatasya. Temen-temen manggil aku dengan Dara. Aku suka mengoleksi novel-novel bergenre romantis dan horor. Di kamar sendiri ada rak buku kecil berisi beberapa novel yang aku kumpulkan dari setahun yang lalu. Aku juga suka menonton anime. Aku punya beberapa persediaan film anime yang belum sempat kutonton sewaktu libur akhir tahun kemarin. Aku punya husbu bernama Yato Biasanya dikenal dengan Dewa Sableng. Haha.


"Tttrrrrrrrrrrttttttt"


Semua anak berebut masuk ke kelas masing-masing. Karena aku begitu semangat hari ini, aku pun juga memasuki kelasku, X IPA 3. Saat di depan pintu aku bertabrakan dengan seorang cowok.


"Ah", gumamku.


Cowok itu cuma mandang aku dan tak berkata sepatah katapun. Aku hanya menatapnya dan dia langsung berlari pergi.


Ibu guru masuk ke kelas kami.


"Selamat Pagi anak-anak."


"Selamat pagi bu."


"Selamat datang di sekolah baru kalian. Disini saya Ibu Zahra akan menjadi wali kelas kalian. Mohon kerjasamanya ya anak-anak."


"Iya bu", serentak anak-anak begitu antusias.


"Ibu minta kalian membuat struktur kelas dan jadwal piket ya. Atau ada yang ingin mencalonkan diri?"


Kelas menjadi hening dan semua siswa saling bertatapan satu sama lain. Tak lama kemudian ada seseorang yang mengacungkan tangan.


"Saya Bu. Saya mau mencalonkan jadi ketua kelas."


"Boleh. Siapa nama kamu. Silahkan perkenalkan diri kepada teman-teman.


"Loh, dia kan yang tadi tabrakan sama aku di depan kelas. Ternyata satu kelas, toh",batinku


"Kenalin gue Zegra Rafadion. Panggil aja Rafa. Thanks"


Rafa. Cowok dengan tinggi sekitar 178 cm, berkulit putih, mata coklat, dan senyum manisnya lengkap dengan sepasang lesung pipinya. Dan ya! Dia ganteng buat kalangan para cewek.


"Hai Rafa", sapa temen-temen.


"Ada yang ingin mencalonkan sebagai wakil dan lainnya?"


Lagi-lagi semua hanya diam dan saling pandang satu sama lain. Aku pun belum tertarik buat ambil jabatan di kelas. Sesaat setelah aku menatap Rafa, dia menatapku dengan lama. Sepertinya dia ingat insiden tadi pagi .


"Hei, lu mau gak jadi wakilnya?", tanyanya sambil menunjuk ke arahku.


"Aku dong!Aku mau jadi wakilnya." kata salah satu anak perempuan.


Dia adalah Jessi Bertina Larez. Namanya kaya bule dan emang mukanya sepertinya dia blesteran. Cewek cantik, tinggi semampai, dan bodynya udah kaya model. Memakan rok sekolah yang sepertinya dibuat agak pendek dari yang seharusnya.


"Oh, lu mau jadi wakilnya. Ok siapa nama lu?" tanya Rafa.


" Gue, Jessi."

__ADS_1


"Oke, sekarang kita pilih sekretaris kelas. Dan lu yang pake penjepit warna biru. lu jadi sekretaris ya." ucapnya sambil nunjuk ke arahku.


Aku kaget.


"Ha?aku?", aku menoleh kanan kiri. Ternyata benar dia menunjukku.


"Iya"


"Kenapa harus aku?"


"Gue maunya lu jadi sekretaris. Lagian gak ada yang mau disini."


"Ngeselin banget sih, kenapa nunjuk aku coba? kam ga tertarik juga jadi pengurus kelas", batinku.


"Udah mau aja, Ra. Kayaknya temen-temen juga gak ada yang mau.", kata temen sebangku ku Elisa.


"Eh,kok gitu sih!"


"Yaudah sih Ra mau aja. Ntar gue bantuin deh kalo ada tugas ngurus kelas."


Aku masih mikir. "Bener ya?''


"Iya udah tenang aja.''


Aku melihat tampang si Rafa yang seenak jidat nunjuk-nunjuk orang itu.


"Yaudah, aku jadi sekretaris." kataku dengan pasrah.


Aku akhirnya menerima jabatan itu dengan sedikit terpaksa. Dan disana aku melihat Rafa senyum dan bangga hingga menunjukkan lesung pipinya yang manis itu.


Kemudian kami melanjutkan pemilihan bendahara.


" Rafa, aku mau jadi bendahara." kata cewek di bangku pojok. Raut wajahnya sih cukup galak, tapi senyumnya manis juga. Dia Diandra Yura. Tapi sepertinya mukanya bisa diandelin buat nagihin uang kas ke anak-anak bandel haha.


" Oh oke."


Yura sudah mendapat rekannya bendahara 2, yaitu Rendi. Cowok yang cukup lumayan buat tugas malakin temen-temen.


"Ok temen-temen berarti pengurus jelasnya udah kebentuk.", Kata Rafa


''iya"


Saat istirahat tiba.


"Dar, ke kantin yuk!", ajak Elisa


"Ha? Ayuk. Aku rapihin bukunya dulu."


"Oke."


Kami berdua berjalan menuju kantin sekolah. Karena ini sekolah unggulan. Kantinnya pun juga bersih dan cukup luas. Sampainya di kantin aku melihat-lihat tempat yang masih kosong.

__ADS_1


"Dar, kamu pesen apa? Aku pesenin sekalian, nih", kata Elisa.


"Ehm, samain kaya punya mu aja Lis. Aku tunggu di sana ya.", kataku sambil nunjuk bangku di pojok.


"Ok siap."


Aku menunggu Elisa sambil sesekali melihat ponselku."Hm, harus antri juga ya.",batinku.


Tak berapa lama, ada cowok menghampiri mejaku.


"Hei, boleh gue duduk disini?", katanya.


Aku sedikit kaget dan melihat ke arah Elisa yang masih ngantri. Sepertinya masih lama.


" Oh iya, boleh.",jawabku.


" Jadi gue mau minta maaf sama lu soal kejadian tadi pagi. Gue tadi buru-buru jadi gak liat di depan ada lu. Sorry ya. Oh sorry juga tadi gue ngusulin lu jadi sekretaris.", katanya.


"Oh iya gapapa.", jawabku biasa.


"Yaudah gue pergi dulu ya....Dara", katanya sambil senyum kepadaku.


Aku hanya mengangguk dan kembali bermain ponsel. Tak lama Elisa datang membawakan makanan dan minuman.


“Nih Ra, aku tadi pesenin kamu bakso sama es jeruk aja ya".


"Oh iya gapapa, thanks ya."


"Eh itu tadi yang kesini bukannya Rafa ya? Ada apa dia nyamperin kamu?"


“ Iya, itu Rafa. Dia cuma minta maaf sama aku karena tadi pagi dia udah nabrak aku."


“ What? Nabrak kamu? Trus kamu gapapa?


" Ih, bukan nabrak kecelakaan, cuma tadi tabrakan di depan kelas."


" Oh kirahin, hehe. Bye the way, Rafa keren juga ya.", kata Elisa sambil senyum-senyum.


" Yeee, mana ada kaya gitu.", kataku ngelak. Tapi senyum Rafa benar-bebar manis, kataku dalam hati.


" Kayaknya dia tertarik deh sama kamu, Ra."


" Haaa?? Pfft", kaget hingga aku tersedak es jeruk.


" Eh, pelan-pelan dong Ra."


" Ya kamu juga sih ngomongnya ngawur banget. Mana bisa dia tertarik sama aku segala.", kataku sedikit kesal.


" Gatau juga sih. Hehe. Insting.", katanya cengengesan.


" Huu, dasar. Yaudah lanjut makan aja keburu bel masuk."

__ADS_1


' Haha, iya deh."


Kemudian kami lanjutkan makan dan cepat kembali ke kelas.


__ADS_2