
Setelah kejadian malam itu yoora dan valent menjalani kehidupan mereka dengan keegosian satu sama lain. mereka tinggal satu rumah dengan kamar terpisah dan punya kesibukan masing-masing. Yoora yang sibuk dengan sidang skripsinya hingga lupa dengan masalah yang terjadi , Sidang pun ia lalui sendiri. sementara untuk wisuda dia memutuskan tidak hadir dikarenakan kehamilan nya . Hari-hari yang mereka lalui selama beberapa bulan,hingga kehamilan yoora yang memasuki usia ke 5 bulan.
Pagi itu yoora ada jadwal pemeriksaan kedokter kandungan seperti biasa dia pergi sendiri tanpa ditemani valent. Dia memeriksa kandungan nya kali ini dengan maksdu ingin mengetahui jenis kelamin bayinya agar dia tau keperluan apa saja yang akan ia siapkan untuk kelahiran.
" selamat ya bu , jenis kelamin nya laki-laki. Tapi.. " ujar dokter dengan suara yang terlihat meredup
"tapi kenapa dok ?, apa bayi saya baik-baik saja ?" jawab yoora yg terlihat khawatir akan bayinya itu
"Kandungan ibu cukup lemah, apa ibu dalam keadaan stres akhir-akhir ini ?"
" iya dok saya sedang banyak pikiran , tentang bisnis saya " ucap yoora dengan alasan yang tidak ingin menceritakan masalah rumah tangga nya.
" sebaiknya ibu buang pikiran yang mengganggu ibu karena itu akan berpengaruh terhadap kesehatan bayi , kalau ibu nya stres bayi nya juga merasakan ." ujar dokter memberi nasehat
"baik dok, terimakasih. kalau begitu saya permisi dulu "
sepulang nya dari Rumah sakit yoora memikrikan semua perkataan dokter itu. Dia terlihat memang stres akhir2 ini karena masalah rumah tangga nya yang sudah beberapa bulan terakhir sedang memburuk.
sampainya dirumah dia terlihat lemas dan masuk kekamar. Dia berjalan dan manghadap kaca terlihat perut nya yang sudah membesar.
" maafin mama ya nak , mama tidak bermaksud membuat mu stres didalam sana." ucap nya sambil mengelus elus perutnya.
" mama janji akan menjaga mu dengan sebaik-baiknya sampai kamu datang kedunia yang kejam ini . walaupun papah mu meragukan mu sebagai anak nya kamu masih punya mamah yang bakal merawatmu nanti " tak sadar air mata menetes dipipi yoora dengan ucapan yang baru saja ia katakan.
sementara dibalik pintu valent tidak sengaja mendengar semua perkataan yoora.
valent merasa menyesal atas kejadian beberapa bulan lalu yang membuat keadaan sekarang .
Namun karna kegengsian seorang valent untuk berbicara dengan yoora dia memutuskan untuk diam.
yoora yang tertidur mulai sore karena merasa tubuhnya lemas bangun karena merasa lapar dia melihat jam yang menunjukan pukul 20:00 malam. Dia keluar kamar nya untuk berencana kedapur mencari atau memasak makanan namun tiba-tiba langkah kaki nya terhenti merasa seisi rumah bergoyang dan dia merasa pusing dan hampir terjatuh . untung valent datang tepat waktu untuk menangkap yoora.
" kamu kenapa ?" tanya valentl
"lepaskan aku" mencoba menopang badan nya sendiri namun tidak kuat
" kalau kulepaskan kamu bakal terjatuh." jawab valent
__ADS_1
lalu kemudian valent menggendong nya kembali kekamar.
" aku akan kedapur , aku lapar dan inggin memasak kalau tidak aku dan anak ku bisa kelaparan disini sepanjang malam"ucap yoora
" ya sudah kamu disini saja biar aku suruh bibi yang masakan untukmu "
" tidak.. aku tidak berselerah jika bibi yang masak. aku akan memasak nya sendiri " mencoba bangkit dari tempat tidur
" kenapa kamu keras kepala sekali sih. ya sudah biar kumasakan untukmu ! tunggu disini saja " ucap valent melangkah pergi
di dapur valent memutus kan membuat kan yoora bubur karena valent melihat yoora yang lemas.
" tuan lagi ngapai " ujar bibi
" aku sedang memasakan yoora bubur bi , dia sedang tidak enak badan "
"biar bibi aja tuan yang melanjutkan "
" tidak perlu bi biar aku saja.
setelah selesai memasakan buburnya valent kembali kekamar dengan membawakan semangkuk bubur
"biar aku saja " ucap yoora mengambil mangkuk nya dari tangan valent
" tidak.. biar aku suapi "
" kenapa kamu perduli dengan ku dan anak ini ? . bukanya kita sudah memutuskan untuk tidak perduli satu sama lain " ucap yoora yang sudah mulai berkaca-kaca.
valent terdiam mendengar perkataan yoora. dan dia membuka suara
" Yoora.. sampai kapan kita harus begini trus . masalah ini tidak akan selesai kalau kita diam kan terus menerus." ucap valent yang mulai mengalah atas gengsi nya
" ok.. aku ngalah aku minta maaf atas semua nya yang telah kuperbuat , dan untuk bayi ini aku tidak meragukan nya sebagai anak ku hanya saja aku tidak suka kamu dekat dengan laki-laki lain sementara kamu sudah bersuami" ucap valent menjelaskan
" aku dan farel hanya bersahabat tidak lebih "
" aku tidak perduli kalau kamu hanya berteman. Kamu harus tau sekarang kamu sudah bersuami "
__ADS_1
" Ya sudah aku tidak mau masalah ini terus berlanjut , aku berjanji akan mengontrol emosi ku , dan kamu juga berjanji padaku tidak akan mengulangi kesalahan kamu "
" (mengangguk ) hikss..hikss " dengan suara tangis
" kenapa kamu malah menangis? "
" aku hanya sedih , kenapa kamu tidak mengalah saja dari kemarin . kenapa harus berbulan bulan baru kamu bisa mengalahkan keegosian mu "
"kamu juga , kenapa kamu tidak mengalah kepadaku ? "
" ya aku tidak mau karena kamu bicara kalau anak ini buka anakmu . padahal aku hanya melalukan itu kepadamu saja " ucapnya polos
" melakukan apa ? " tanya valent dengan senyum meledek
"sudahlah .aku mau makan . kamu kembali saja ke kamar"
" ya sudah kalau begitu kamu makan lalu tidur ya " ucap valent.
keesokan paginya valent sudah bersiap untuk pergi kekantor , dia melihat keliling rumah yang masih sepi .
Dia pergi ke kamar yoora untuk melihat keadaan nya .
(membuka pintu kamar , terlihat yoora yang masih terlelap dalam tidur nya )
Dia melihat wajah cantik istrinya itu dari dekat . sambil mengelus kepala nya.
" kamu cantik, dan polos sekali yoora . aku tidak tahan jika harus lebih lama berdiaman dengan mu . maafin aku ya " ucap valent yang mendadak hangat pagi itu.
"(membuka matanya) kamu disini ? apa kamu tidak berangkat ke kantor ?" tanya yoora dengan suara khas bangun tidur
" aku akan berangkat hanya saja ingin melihatmu keadaan kamu sebentar "
" aku sudah enakan kok mas " ucap yoora
" aku senang kamu memanggilku seperti itu lagi , ya sudah aku berangkat dulu ya , (mengecup kening yoora)" ucapnya sambil tersenyum.
" ya sudah aku akan mengantar kamu kedepan "
__ADS_1
" tidak usah , lanjutkan saja tidur nya aku akan pergi "
setelah valent pergi yoora merasa bahagia keadaan rumah tangga nya kembali membaik. Dia juga berfikir mulai sekarang akan menjadi istri yang baik dan berbakti kepada suami nya itu , dan sebentar lagi mereka akan resmi menjadi orang tua yang melengkapi kebahagiaan di rumah tangga nya .