Naughty Agent Girls

Naughty Agent Girls
DAY -1


__ADS_3

**Happy reading my lovely readers,


Sorry for typo......🙏**



~Aku membutuhkanmu


Seperti sebuah HATI


yg butuh BERDETAK~


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


   Anak BlackTan sedang berkumpul di ruang makan selagi menunggu makanan selesai dimasak oleh chef.


Apa kabar dengan sekolah mereka??


Simple, karena emang dari awal BP cuma masuk sekolah karena misi dan sebenernya mereka juga udah lulus kuliah jadi sans aja. Kalau bangtan? simple juga karena itu sekolah yg punya keluarga Taeyang otomatis bangtan bakal naik kelas walau sering gak masuk.


Suasana dimeja makan sangatlah hening, tak ada yg berani mengeluarkan suaranya dan bahkan mereka semua menunduk tak berani menatap Lisa. Kenapa? Karena mereka masih takut mengingat kejadian kemarin Lisa membentak mereka.


"gw pergi dulu" ujar Lisa tiba tiba yg membuat semua anak blacktan menatapnya


"kemana?" tanya Jennie


"suatu tempat" jawabnya datar


"loe gak sarapan dulu?" tanya Jisoo


"gak nafsu" balasnya datar lalu pergi meninggalkan mereka.


"huhhh......, gw masih kepikiran sama perkataan Lisa kemarin" ujar Namjoon yg diangguki semua anak bangtan + BP


"gw jadi gak enak dan takut kalau berhadapan sama Lisa" seru Jhope


"gw gak tau kalau dia bakal semarah itu" ujar Jimin


"kira kira hukumannya apa ya" gumam Taehyung


"udahlah, gw yakin Lisa gak bakal marah kok" ujar Jisoo


"dia gak akan ngasih hukuman berat" tambah Rose


"Lisa gitu pasti ada sesuatu" gumam Jennie pelan namun masih dapat didengar jelas oleh yg lainnya


"maksud loe?" tanya Jungkook


"gak!! lupakan!!" ujar Jennie datar


"besok harinya......." gumam Suga


"lalu?" tanya Jennie


"gak papa, gw cuma khawatir aja" jawab Suga


"hei, Min Yoongi ikut gw sebentar" ujar Jennie lalu mereka berdua pergi menuju ke rooftop.


.


.


.


.


.


.


#at Rooftop


"loe yg paling gw sama Lisa percaya diantara anak bangtan" ujar Jennie


"maksudnya?" tanya Suga heran


"kita ngasih penuh kepercayaan sama loe" ujar Jennie


"loe tau kenapa Lisa begitu kemarin?" tanya Jennie


"gak" jawab Suga


"dia begitu ada alasannya" seru Jennie


"apa itu?" tanya Suga penasaran


"loe tau, hal ini cuma diketahui oleh gw.


Gw tau pun tanpa sengaja" jawab Jennie. Suga diam dan menunggu Jennie melanjutkan perkataannya


"loe tau?? Kalau kita berhasil ataupun gagal maka kalian akan dibunuh karena kalian bukanlah agent sah dan juga kalian tak seharusnya mengetahui info agent." ujar Jennie lalu menghela nafas


"tapi itu semua tak akan terjadi!!!


Karena Lisa membuat kesepakatan dengan papa YG. Apabila kita berhasil maka kalian akan dibiarkan hidup dan akan dilatih menjadi agent sesungguhnya, tapi apabila kalian gagal....


Maka Lisa lah yg akan menerima hukuman tersebut. Ia akan diturunkan jabatannya dari senior terbaik menjadi agent terendah,


ia akan diberi suatu tantangan yg diberikan papa YG......"  ujar Jennie


"apa maksudnya itu!!!


Membunuh kami?!!


Tapi gw yakin Lisa bisa nyelesaiin tantangan itu andaikata kita gagal nanti" ucap Suga


"masalahnya setahu gw gak ada yg pernah berhasil menyelesaikannya. Semua yg masuk ke dalam tantangan itu selalu berakhir dengan mati!!!" ujar Jennie yg kini matanya mulai berkaca kaca


"gw gak pernah setuju dengan kesepakatan itu.....ta...tapi Lisa tak mau mendengarkan gw.


G..gw takut gw takut kita gagal gw takut gw gak mau kehilangan Lisa" ujar Jennie yg mulai menangis


Suga reflek memeluk Jennie dan menenangkannya. Ia mengusap punggung Jennie dan meenyalurkan setiap kehangatan yg ia punya. Saat Jennie melepas pelukan tersebut, Suga menangkup pipi Jennie dengan kedua tangannya


"tenang... Percaya sama gw kalau Lisa gak akan kenapa napa. Ok?" ujar Suga dan Jennie hanya mengangguk.


"tolong rahasiain ini dari yg lainnya. Khususnya dari Jisoo dan Rose karena gw gak mau mereka khawatir" ucap Jennie


"Jen, kalau boleh tahu apa tantangannya itu?" tanya Suga


"tantangannya seorang agent harus masuk ke dalam ruangan yg berbentuk tabung yg luarnya dilapisi dengan sistem keamanan yg ketat. Nanti disana setiap agent harus berhadapan dengan para monster yg merupakan hasil uji eksperimen menggunakan dna manusia yg gagal. Sisanya gw gak tau, tapi yg gw tau pasti setiap monster itu sangatlah ganas." ujar Jennie menjelaskan


"sudahlah jangan khawatir, gw yakin kita semua akan berhasil besok" ucap Suga


'kok gw nyaman ya di deket Suga? gw emang rada tertarik sih. Tapi Taehyung juga buat gw tertarik. tau ah, ngapain juga mikirin hal gak guna'- Jennie


**Disisi Lain


Lisa Pov**


    Gw melewatkan sarapan karna harus pergi ke suatu tempat. Jujur gw sebenernya gak enak ngebentak mereka kayak kemarin. Tapi mau gimana lagi? Kalau gak gitu, gw takut besok kita gagal. Gw gak takut kalau harus ngorbanin diri gw demi mereka, tapi.....


Kalau sampai kita gagal bisa bisa Korea hancur......


Hhmmm bukan hanya Korea tapi bisa bisa dunia hancur.


Kalian semua pasti berpikir gw itu sadis, kejam, kasar, dan sebagainya. Tapi inilah gw, gw gak peduli dengan semua omongan orang lain. Gw cuma peduli dengan keselamatan dunia ini khususnya orang orang yg gw sayang. Jujur dihati gw sekarang gw lagi bingung.


Jujur menurut gw kesempatan untuk menang itu 50:50. Kenapa? Karna ada sesuatu yg belum saatnya gw beritahu. Besok adalah hari yg berat dan akan penuh dengan drama, tangisan, dan air mata.

__ADS_1


Kini, gw udah sampe di Big Markas alias gedung YG. Kenapa gw kesini? Karna gw dipanggil sama papa YG, tanpa basa basi gw langsung aja menuju ruangan bos YG tersebut.


"Annyeonghaseyo" salam gw dengan membungkukkan badan


"tanpa basi basi


Jadi gimana persiapan besok?" tanya papa YG to the point


"persiapan untuk besok sudah lengkap semua dan bahkan ramuan untuk menghilangkan efek MKultra tersebut telah selesai" jawab gw


"apa kamu siap dengan konsekuensinya jika kalian gagal athena?" tanya papa YG


"saya selalu siap" ujar gw santai padahal dalam hati gw khawatir tingkat dewa


"saya percayakan sepenuhnya padamu, sekarang anda boleh kembali" ujar papa YG lalu gw langsung meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan ke arah mobil.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gw langsung balik menuju mansion. Di perjalanan tiba tiba ada yg menelfon gw. Ketika gw lihat tertera di layar hp gw kalo nomor tersebut gak gw kenal. Gw yg penasaran pun langsung mengangkat telfon tersebut.


Calling


"Yeobseo"


"......."


"apa maksudmu hah?!"


"......"


tut... tut.... tut


Siapa sebenernya tadi? Gw yg gak mau ambil pusing langsung menancap gas ke mansion.


.


.


.


.


.


Sesampainya di sana, gw lihat mereka semua sibuk dengan latihan masing masing, seperti Jin dan Jisoo yg sedang latihan dan begitu juga yg lainnya. Mereka tampak akrab dan saling menjaga satu sama lain. Melihat mereka seperti itu membuat gw semakin yakin kalau gw meninggalkan anak BP ke tangan yg tepat.


Entah kenapa dari kemarin feeling gw gak enak. Gw gak mau nethink (negative thinking) cuma entah kenapa gw merasa ini detik detik terakhir gw. Gw menghela nafas sejenak, mereka sepertinya gak sadar kalau gw udah ada disini. Tiba tiba sorot mata gw menangkap seseorang yg sedang duduk di pojok ruangan sambil melamun. Gw pun memutuskan untuk menghampirinya...


"Kook loe kenapa?" tanya gw


ya orang itu adalah Jungkook.


Sebenernya gw bingung sih, kenapa dia kayak anak no life gitu, sedangkan yg lainnya tampak sibuk dan menikmati hidup mereka.


"eh.. Lisa sejak kapan loe pulang? kok gak bilang?" bukannya menjawab pertanyaan gw dia malah nanya balik ke gw


"kalo ditanya tuh jawab bukannya nanya balik! Lagian gw juga baru nyampe" ucap gw


"hehehehe gw disini karna gak ada kerjaan aja" ucapnya


"ikut gw kuy" ajak gw


"ke?" tanyanya


"nanti juga tahu" jawab gw


Gw yg nyetir karena Jungkook gak tahu kita mau kemana. Selama perjalanan dia terus aja nanya "mau kemana?" dah sampe belom?" masih lama gak?" dan sebagainya.


Jujur ingin rasanya gw nge lakban tuh mulut. Habisnya itu mulut apa paruh bebek kali, ngoceh mulu. Sampe akhirnya kita sampai di tujuan gw.


"hah? Ngapain kita ke pantai?" tanya Jungkook heran


Ya.....Gw ngajak Jungkook ke pantai Daecheon karena entah kenapa gw lagi pengen ke pantai dan lagipula menurut gw pantai ini banyak kenangan manis dan juga tempat yg paling pas buat refreshing sebelum misi besok.


"karena disini banyak kenangan indah gw bareng anak BP lainnya. Lagian kita harus refreshing sebelum misi besok kali" jawab gw dengan senyum manis.



*ambil ekspresinya aja ya


'Kiyowo.... coba kalau loe senyum kayak gini terus Lis' -batin Jungkook


"Rasain nih" seru Jungkook yg mencubit pipi gw dan langsung berlari ke arah pantai gitu aja.


Gw yg kesal pun akhirnya mengejar Jungkook yg berlarian kesana kemari.


"tangkep gw Lis kalau bisa" ujarnya sambil menjulurkan lidahnya


"liat aja nanti Jeon Jungkook" balas gw


Lalu kita saling mencipratkan air satu sama lain, sampai tak terasa hari mulai menjelang sore dan sekarang udah sekitar jam 3 pm


"eh Lis loe belum makan siang ya?" tanya Jungkook tiba tiba


"iya" jawab gw


"tapi dah sarapan kan?" tanyanya


"udah kok" bohong gw


"untung deh, yaudah kuy bersih bersih dulu, habis itu ke resto di area nih pantai" ujarnya


Gw hanya tersenyum mendengar perkataannya. Gw gak mau membuat orang lain khawatir dengan gw, lebih baik gw yg merasakan penderitaan sendiri daripada orang yg gw sayang harus merasakannya juga. Gw hidup untuk melindungi setiap orang yg gw sayang dan ketika gw bakal mati suatu saat nanti gw mau gw mati untuk melindungi ataupun menyelamatkan orang yg gw sayang.


.


.


.


.


.


#Skip selesai makan


Kini kami tengah menunggu sunset. Kami duduk diatas hamparan pasir yg luas dan lembut. Tangan kami saling bertautan satu sama lain dan gw gak mempermasalahkan itu karena gw juga nyaman dalam genggamannya.


Gw menikmati angin yg meniup rambut gw. Gw menikmati setiap moment yg terjadi dalam hidup gw. Gw hanya akan pasrah dengan takdir yg membawa jalan hidup gw nantinya.


Lisa Pov End


●○●○


Jungkook Pov


Gw dan Lisa sedang duduk di hamparan pasir yg luas. Sejak menggandeng tangan Lisa dari keluar restoran, genggaman tangan kita tak pernah lepas satu sama lain. Gw sedikit heran karna Lisa tak melepasnya, tapi gw hanya diam karna gw sangat senang bisa menggenggam tangan mungil Lisa.


Gw memandangi wajah dan rambut Lisa yg tertiup angin. Sungguh sangat cantik dan indah. Gw lebih tertarik memandangi wajah gadis di samping gw dibandingkan harus melihat sunset.


"Kook" panggil Lisa


"hmm?" jawab gw


"hari ini gw seneng bisa ngehabisin waktu bareng loe" ujarnya


"gw juga seneng banget malah, maka dari itu lain kali kita ngehabisin waktu bareng lagi ya" jawab gw


"gw juga berharap begitu karna itu pasti akan menyenangkan" gumam Lisa pelan yg masih terdengar jelas di kuping gw


"maksudnya?" tanya gw bingung

__ADS_1


"loe tau setiap orang gak tau akan berapa lama dia bertahan hidup. Sama seperti gw, bisa jadi ini detik detik terakhir gw bisa bernafas. Kita gak akan tau apa yg terjadi besok tapi yg pasti itu akan butuh sebuah pengorbanan besar.


Loe tau, loe adalah orang pertama yg ngebuat gw ngerasain yg namanya jatuh cinta, cemburu, dan lain lain. Gw mau kenangan ini selalu tersimpan di hati kita masing masing. Gw sangat berterima kasih pada Tuhan karna telah memberikan setiap moment yg berharga di hidup gw.


Setiap moment yg gw lewati mengandung makna yg berbeda. Setiap moment di hidup gw mengajarkan gw untuk selalu menjadi pribadi yg kuat dan pantang menyerah. Dan semenjak adanya loe di hidup gw, loe mengajarkan gw apa artinya cinta, rasa ingin memiliki, dan rasa ingin memperjuangkan.


Gw banyak belajar dari sikap dan kehidupan loe. Gw belajar untuk mensyukuri apa yg gw punya, gw belajar untuk mencintai seseorang dengan tulus, dan gw juga belajar kalau mencintai tak harus memiliki.


Kook.... andaikata gw gak ada ataupun telah dipanggil oleh yg Kuasa.....


Gw cuma mau nitip semua saudari gw, tolong jaga mereka untuk gw." ucap Lisa yg seakan akan dia akan pergi untuk selamanya.


"loe bicara apaan sih Lis!!


Loe bakal selalu ada bersama gw dan anak blacktan lainnya. Gw bakal ngelindungin loe besok." ujar gw dan Lisa hanya tersenyum yg membuat gw makin heran dengan apa yg dia maksud.


"gw juga berharap begitu. Yang pasti inget satu pesan terakhir gw dan juga andaikata gw bener bener pergi untuk selamanya.....


Loe harus jadi cowok yg kuat.


Loe harus menemukan cewek yg jauh lebih baik dari gw. Cewek yg tulus sama loe dan cewek yg selalu ada disamping loe dalam setiap keadaan.


Andaikata gw gak ada, tolong jangan lupain gw, jaga kesehatan loe, dan buatlah semua dunia jadi nyaman, aman, damai, dan indah bagi semua orang.


Saranghae Jungkook-ah


Gw selalu pengen bilang itu ke loe tapi sayang gengsi gw terlalu tinggi untuk itu. Dan sekarang sebelum semuanya terlambat gw mau bilang itu ke loe. Gw bener bener mencintai loe setulus hati gw dan selamanya akan tetap begitu. Percayalah jika kita emang ditakdirkan bersama, maka kita akan dipertemukan di kehidupan selanjutnya" ucap Lisa yg tampak menitikkan air matanya.


"please stop ngomong gitu!!!


Gw juga mencintai loe bahkan amat sangat mencintai loe dengan setulus hati gw.


Gw gak akan  biarkan siapapun memisahkan kita. Gak ada yg akan mampu menggantikan posisi loe di hati gw. Sekarang berhenti ngomong gitu dan jangan nangis.


Nado Saranghae Lisa-ya" ujar gw lalu memeluk dan mengecup pucuk kepala Lisa singkat.


"sekarang kita hanya perlu menikmati sunset dan biarlah hari esok berjalan dengan sendirinya" ujar gw dan Lisa hanya menganggukkan kepalanya.


Kini, Lisa menyandarkan kepalanya di dada bidang gw sedangkan gw mengelus elus rambut panjangnya tersebut.


Kami menikmati sunset bersama. 


"Kook, ayo kita kembali ke mansion.


Gw takut Jisoo khawatir" ujarnya dan gw hanya menganggukkan kepala lalu kami masuk ke mobil dan menuju mansion.


Jungkook Pov End


.


.


.


.


.


.


#Skip at mansion


"Lis, loe habis dari mana?" tanya Jisoo yg tampak khawatir


"gw sama Jungkook habis dari pantai" ujar Lisa dan Jisoo hanya menghela nafas lega


"ya udah kalau gitu kita makan malem dulu habis itu ngebahas tentang persiapan besok" ujar Jisoo


.


.


.


.


.


.


#Skip selesai makan


"Sebelum mulai membicarakan soal besok, gw selaku leader dari anak bangtan mau minta maaf karena gak serius saat latihan kemarin" ucap Namjoon


"dan loe boleh hukum kita sesuka loe" tambahnya


"ne gwenchana, gw yg berlebihan.


Dan juga soal hukuman itu gw gak akan memberikannya karna bagaimanapun kita harus lebih fokus ke misi besok" ujar Lisa


"jadi kita akan melakukan sesuai rencana yg sebelumnya kau tetapkan?" tanya Namjoon


"hmmm ani, gw udah buat rencana baru" jawab Lisa santai


"What is that?" tanya Suga


"kita semua akan melakukannya bersama bukan hanya anak BP.


Pertama tama kita bagi tugas kalian dulu hari ini. Jungkook tolong hack akun cctv malam ini dan carilah perangkap yg disediakan Death sedangkan gw mau nge-hack sistem yg dipakai Death untuk menyebarkan MKultra tersebut.


Jennie dan Namjoon periksa kembali senjata yg akan kita gunakan untuk besok.


Jin dan Jisoo kalian buat ramuan lagi dan kalau bisa diperbanyak 2× lipat baik itu ramuan penyembuh maupun racun.


Jimin dan Rose serta Hoseok kalian periksa lagi apakah bom asap dan bom gas kalian berfungsi dengan baik atau tidak. Dan juga jangan buat bom yg dapat merusak Lotte World.


Suga dan Taehyung kalian tak memiliki tugas apapun. Kalian hanya perlu diam dan mungkin cobalah bantu Jungkook untuk mengawasi cctv.


Ok, itu tugas kalian sedangkan rencana utamanya. Jin dan Jisoo kalian hadapi Twice dan awasi pergerakan Death dari monitor di mobil dan beritahu gw apapun itu. Kalian tak perlu turun andil dalam bertarung jika kondisinya terkendali tapi jika tak terkendali Jin lawanlah Twice dan Jisoo bantu yg lainnya menyerang Death khususnya Sowon.


Jimin dan Jhope kalian juga bertugas melawan Twice dan pastikan tak ada musuh lain. Rose kau dengan snippermu bertugas melawan Death terutama Yuju.


Namjoon, kau bantu mereka melawan Twice sedangkan Taehyung kau bantu Jennie melawan Death tepatnya Yerin.


Jen, kau lawan Yerin dan Umji.


Kalian bertiga juga harus bisa mengalihkan perhatian Death saat gw berencana menghancurkan sistem MKultra tersebut.


Suga dan Jungkook kalian lindungi gw saat gw akan menghancurkan sistem MKultra tersebut. Tapi disaat, yg lainnya membutuhkan bantuan maka kalian harus menolong mereka. Sedangkan gw, gw akan menghancurkan sistem dari MKultra tersebut.


Dan satu lagi sisakan Eunha untukku dia bagianku" jelas Lisa


"gw setuju sama loe" ujar Jennie


"kalau gitu sekarang kalian lakukanlah tugas kalian masing masing" perintah Lisa


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*TBC**


Annyeong readers,


gimana? Kurang ngefeel ya? Kira kira Lisa kenapa ya? Btw kasihan ya Lisa harus dihukum gitu kalau gagal. Terus itu Jennie nyaman dan tertarik dengan Suga? Kira kira Jennie pilih Taehyung atau Suga ya? Dan apakah Lisa akan baik baik aja?


Penasaran??? Tunggu next chapternya ya


See U Next Part


Please Like, Vote, & Comment

__ADS_1


Saranghae❤


Jeon Sinhwa**


__ADS_2