
Happy Reading guys π
Acelin langsung jatuh lemas mendengar cerita Sharon dan Ceta yang sangat tidak masuk akal? Apa itu bisa dipercaya ? El seorang Vampire? Dan Bukan hanya dia tapi Ceta,Matt dan Gavriel juga . Sungguh sulit diterima akal sehat ,dan lagi Ceta meminta agar Acelin membujuk El kembali ke jalan yang benar .
Dan Acelin diminta untuk terus bersama sama dengan mereka tidak boleh terpisah karena keadaan kota Sedang genting. Kini mereka bertiga pergi menuju rumah Mou .
Skip
Pemakaman sudah selesai dan papa Mou kini memberi tahu kan surat wasiat yang ditulis nenek Mou untuk Mou ,ini Sudah saatnya Mou mengemban tugas nya untuk memusnahkan Vampire . Mata Mou langsung melotot saat membaca nya , Mana bisa dia membunuh Matt dan yang lain ? Mereka bukan Vampire jahat , lalu harus bagaimana jalan keluar nya ? Mou bimbang.
Tapi keputusan ada ditangan Mou? Ya tentu saja , Mou berhak untuk tidak membunuh Matt kan ? Mou Bahkan tidak mau membayangkan nya. Vampire nyebelin ini entah mengapa sekarang jadi berarti bagi Mou .
Melihat ekspresi Mou yang nampak syok itu , Matt rasa sudah tahu apa isi dari wasiat nenek Mou . Dia kemudian menarik tangan Mou dan mengajak nya untuk mengobrol di pinggir kolam renang dibelakang rumah Mou .
Mou benar benar menjaga jarak dari Matt ,bikin Matt geregetan .
****
Untuk beberapa saat semua hening,mou tak bicara sama sekali,matt menghela nafas panjang lalu mencubit pipi Mou .
"Aduh sakit bego !"*Mou spontan
"Kenapa sih diem bae ,lagi sariawan?!"
"Bukan nya kalo aku ngomong itu berisik kaya petasan?!"[ ehem ada yang lagi ambek π-author]
"Iya sih tapi ,aku penasaran sama surat wasiat nenek mu "
"Gak usah dibahas boleh gak ?"
"Kenapa ,apa kamu diminta membunuh kami ?"*Matt nyengir,bisa bisa nya dia bercanda disituasi genting begini . Benar benar gak peka jadi cowok! dasar nyebelin ! Gerutu Mou dalam hati .
"Ya udah terserah kalo gak mau cerita mah "
"Matt ...apa kamu sudah lama jadi Vampire?"
"Gak lama kok cuma 10 tahunan , Kayak nya . Kenapa ?"
"Kamu kenapa bisa jadi Vampire? Apa kamu kecelakaan seperti El? Atau kamu sakit keras ? Atau kamu mencoba bunuh diri ?"*[ etdah bawel amat neng -author π]
"Salah bukan seperti itu "
__ADS_1
"Lalu ?"
"Yakin mau dengar? Sejarah ku ini sama sekali tidak menarik "
"Aku ingin tahu "
"Ya baiklah karena kamu maksa ,jadi aku jadi Vampire karena .... Karena...."*wajah Mou Sangat serius tapi itu membuat Matt jadi pengen ketawa ,muka nya oon banget asli . [ jahil amat sih bambankπ-author]
"Nungguin ya bhahahahahaha !"*Mou langsung memukul Matt dengan seribu jurus saking kesal nya , orang udah serius mau dengerin malah bercanda . Benar benar nyebelin nya gak ilang ilang ni Orang ! gerutu Mou dalam hati nya.
****
El melesat kesana kemari tanpa tujuan,yang ada dalam pikiran nya hanya Acelin tapi dia tak bisa bersama dengan nya karena kondisi El yang kini adalah seorang Vampire . Jika Acelin tahu dia Takan bisa menerima keadaan El,itu menurut sudut pandang El jadi lebih baik seperti ini bukan ?
El duduk di sebuah balkon gedung kosong dan ia tak sengaja melihat sekumpulan orang orang berjubah hitam sedang berkeliaran di kota . Mereka amat mencurigakan dan El merasa bahwa mereka adalah Vampire sama seperti dirinya tapi apa yang sedang mereka cari?
Skip
Tangan Matt memegang tangan Mou menahan dia untuk pergi , Matt Kemudian minta maaf atas lelucon yang dia buat . Dia hanya ingin merubah suasana yang tegang ini menjadi sedikit lebih mencair jangan terlalu serius .
"Jangan pergi Mou , sebenarnya aku penasaran akan satu hal padamu "
"Apa ?"
"Kamu mau apa sih ?"
"Bisa diam tidak? Pejamkan mata mu !"
"Apa ?"*Mou malah melotot
"Pejamkan mata mu !"*sahut Matt lagi dan kali ini Mou memejamkan matanya ,lalu sesuatu yang tipis dan dingin menyentuh bibir nya . Apakah ini sebuah ciuman dari seorang Vampire ? Apakah semua akan baik baik saja , apakah Vampire Takan tiba-tiba mengigit nya ? Pikirkan Mou sibuk dengan pertanyaan nya .
Matt tak bisa mengecup bibir Mou terlalu lama karena rasa sakit yang ia rasakan akibat sengatan kalung itu .
"Aaah "*sahut Matt seraya melepaskan ciumannya
"Kamu baik-baik saja ? Tidak , kenapa kamu mencium ku ? Seharusnya ini tidak boleh ,kita tidak memiliki hubungan apa-apa , kenapa kita berciuman ?"*Mou menyesal
"Apa hubungan itu penting?"*Matt heran
__ADS_1
"Bagi manusia itu penting,bagimu yang seorang Vampire aku tidak tahu "
Tiba tiba Matt menggenggam tangan Mou lalu membawa nya melesat keluar dari rumah Mou .
****
Rasanya seperti mimpi , Mou kini berada di punggung Matt dan Matt membawa nya melesat melewati atap atap rumah penduduk kota .
Matt berhenti di sebuah atap gedung yang paling tinggi di kota ini . Pemandangan sudut kota yang indah , benar benar luar biasa menakjubkan .
"Betapa asyik nya jadi Vampire ,kamu bisa pergi kemana saja yang kamu mau Matt "*Mou speechless
"Aku jarang melakukan ini , hanya malam ini saja pengecualian "
"Kenapa ?"
"Karena kamu "
"Matt apa kamu ...."
"Aku menyukai mu Mou,dan itu entah sejak kapan ,aku juga tidak tahu , apa hal semacam ini penting bagi mu "
"Tak apa , semua sudah jelas "
Mou mengalungkan kedua tangan nya ke leher Matt ,sengatan yang menyakitkan itu bagi Matt Bukan apa-apa sekarang.
Dia tak bisa menahan diri dari bibir merah Mou , mereka berciuman lagi kali ini mereka sama-sama bergairah dan Matt hampir tak bisa mengontrol diri,taring nya muncul dan menggigit bibir Mou , membuat Mou meringis . Mou mendorong tubuh Matt sampai terjatuh , tenaga Mou boleh juga , batin Matt
"Maafkan aku , aku tidak sengaja !"*sahut Mou seraya mengulurkan tangan nya , Matt malah tertawa kecil dia menanggapi tangan Mou lalu berdiri .
"Maaf aku hampir lepas kontrol ,jika kamu tak mendorong ku entah apa yang akan terjadi "*Matt mendekap tubuh Mou seraya mencium kening Mou , Mou merasa begitu nyaman dan damai bersama dengan Matt .
Bersambung ...
#eaaaaa udah jadian uhuyyyy
jomblo dilarang bapers yea π
terimakasih sudah membaca
like+ komentar nya jangan lupa yah
__ADS_1
mampir juga ke novel ku yang lain "What's it Love & Flawless"