
RIN TANIA DAN LENAX LUI
Black armor girl terlihat kembali ke bilik Lenax Lui,dia memasuki nya ikut tingkap.Black armor girl terlihat tidak tercalar dan tidak terluka sedikit pun itu kerana dia kuat atau kah kerana dia melawan orang-orang lemah.
Black armor girl kemudian masuk ke dalam ruangan,masih sama seperti sebelum ini black armor girl tidak ada luka walaupun sebelum ini dia sempat kehilangan tangan kiri armor nya.
Lenax Lui biasanya akan berbaring di atas katil
ketika berada dalam kondisi invite,boleh dikatakan jarang juga dia akan berada dalam kondisi invite ketika duduk di atas kerusi.
Armor itu kemudian masuk dan berada di tempat nya semula,tidak lama setelah itu Lenax Lui bangun dari kondisi invite nya.
Lenax Lui bangun dan badannya sekarang berada dalam kondisi duduk tetapi kepalanya menunduk lalu tangan kanannya menutup separuh dari muka nya.
Dia terdiam seketika,lalu dia menghembus nafas dan dia berkata dan dirinya masih lagi tertunduk dan begitu juga posisi tangan kanannya.
"Aku jadi target pembunuh bayaran ya? itu baru lemah mungkin akan datang yang kuat nanti aku perlu berjaga-jaga untuk segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi."
Lenax Lui kemudian mengubah posisi kepala dan pandangan nya sekarang dia dapat melihat di hadapan nya ada dinding dan diri nya sedang terduduk di atas katil.
Dia kemudian mengalihkan posisi tangan kanannya lalu letak di tempat yang sepatutnya dan Lenax Lui berkata sambil turun dari katil dan menuju ke arah black armor girl yang sudah berdiri di tepi tingkap.
Lenax Lui berhenti tepat di depan armor nya dan dia memegang dada black armor girl, dia berkata
"Asakura,aku minta maaf sudah masa nya kan? peperangan jika saat itu datang aku takkan ragu untuk membunuh dia.Aku selama ini buta terlalu mempercayai dia padahal dia jelas-jelas berkhianat surat sebelum ini pun sudah pasti dia reka ayat.Jika aku jumpa dia lagi aku akan membunuh dia."
Lenax Lui sudah bertekad seperti Rin Tania bahawa dia akan membunuh Rin Tania,itu juga demi kebaikan Rin Tania sendiri kerana pengkhianat harus di bunuh.
Lenax Lui berkata lagi sambil berjalan kembali ke arah tempat tidur nya,
"Hanya aku yang tinggal,Runa Niya.Tidak! Hayato memang anggota komander Xeli Kingdom tetapi sekarang tidak sudah jelas itu paksaan Puteri Xeli dengan kata lain hanya aku seorang yang tinggal di sini semuanya pergi meninggalkan aku."
Lenax Lui dalam keadaan duduk dia lagi-lagi tertunduk dan tangan kanannya memegang muka nya,dia berkata sambil menahan marah dan sedih itu dapat dilihat dari gigi nya.
"Kenapa?? kenapa semua orang meninggalkan aku!! apa yang aku buat! cakap kat aku sekarang!! apa yang aku buat!!."
Lenax Lui bangun dari tempat tidur nya,diri nya kemudian menghentak-hentak lantai biliknya dengan sangat kuat sehingga itu akan menimbulkan kekecohan tetapi dia tidak peduli,menurutnya emosi nya lebih penting jika ingin dibandingkan dengan disiplin nya sebagai seorang komander.
Lenax Lui berhenti menghentak lantai, dia memandang ke arah dinding yang terdapat di hadapan nya lalu berkata dengan air mata yang mengalir lalu jatuh dan membasahi karpet.
"Kenapa, kenapa semua orang meninggalkan aku?? jangan tinggalkan aku sendiri oii."
Lenax Lui kemudian kembali duduk lalu dia juga kembali tertunduk,tetapi matanya masih lagi tidak berhenti mengalir keluar.Dia kemudian berkata,
"Di sini gelap.Tolong jangan tinggalkan aku sendiri aku bukannya takutkan hantu aku cuma takutkan keseorangan kenapa banyak orang berubah sekarang?."
Lenax Lui kemudian mengelap air mata nya
dan air mata nya berhenti turun tapi karpet yang sedikit basah akibat air mata Lenax Lui yang jatuh tidak hilang lagi.
Dia kemudian terbaring di atas katil,dia berkata lagi
"Hayato itu bukan orang jahat,untuk sekarang aku hanya ada dia untuk meluahkan apa yang aku rasa,apa mungkin.Aku perlu berjumpa dengan nya?"
Lalu ada suara pelik yang datang dari black armor girl dan suara itu tidak asing bagi telinga Lenax Lui.
"Lenax Lui,Lenax Lui"
Dua kali namanya di panggil dan itu membuatkan Lenax Lui terbangun dari baring nya,dia kemudian pandang ke arah black armor girl yang tak lain dan tak bukan adalah sumber suara tersebut.
Mata Lenax Lui terbeliak,dia kemudian tidak dapat berkata apa-apa lalu suara itu melanjutkan perkataannya.
"Datanglah ke The Forest,aku di tugaskan untuk membunuh mu."
Lenax Lui kemudian membuat muka yang marah dan tatapan mata yang tajam dan penuh emosi,diri nya tidak berkata apa-apa.
Lenax Lui kemudian berjalan menuju ke arah tingkap kemudian berkata,
"Rare item:savage!"
Dengan cepat black armor girl berjalan menuju ke arah Lenax Lui dan mengangkatnya,
Lenax Lui sekarang berada di bahu kanan black armor girl.
Lenax Lui kemudian berkata lagi,
"Mari pergi,mari bunuh dia!!"
Lagi dan lagi itu adalah tatapan mata yang menakutkan dia memang benar-benar sudah kehilangan sabar dan kepercayaan dirinya kepada orang tersebut.
Suara orang tadi ialah Rin Tania.
SEBELUM ITU
Rin Tania berjalan menuju ke arah ruang tahta kerana dia di panggil oleh Raja Tregent entah apa pula misi yang perlu dia lakukan sekarang ini tetapi dia harus fokus.
Rin Tania orang yang tegas kadang-kadang lembut,banyak dari orang-orang membenci Rin Tania kerana matanya merah ada yang mengatakan kalau dia menggunakan magic untuk menukar warna mata nya.
Di dunia ini yang jarang itu rambut putih bukan mata merah,Rin Tania berjalan selangkah demi selangkah agar kita sampai terlalu cepat dan terlalu lambat.
Tetapi tetap sahaja jika di lihat maka kecepatan kaki kanan dan kirinya ialah laju,dia kemudian berkata dalam hati
__ADS_1
"Apa pula kali ini? apakah dia ingin memaksa aku untuk membuat kerja yang berkaitan dengan Black Butterfly Kingdom lagi? itu menyusahkan aku membenci negara ini dan juga negara itu."
Dia tidak sedar kalau dia juga di benci,orang-orang berfikir bagaimana dia boleh
menjadi God Right Hand selepas dia berkhianat.Tapi biasanya Tuhan lebih tahu apa yang mahluk lain tahu.
Rin Tania sampai di depan pintu ruang tahta,dia memasukinya tanpa mengetuk dan itu bukan pertama kalinya.Dia berpaling ke One God Kingdom dan dia tidak suka negara itu.
Itu memang tidak masuk akal.Dia kemudian masuk ke dalam ruangan tahta dan dari kejauhan dia melihat Raja Tregent sedang berdiri menunggu kehadiran nya.Rin Tania kemudian berkata dalam hati.
"Raja yang menyusahkan."
Rin Tania berjalan satu langkah demi satu langkah sehingga dia sampai di depan Raja Tregent,dia kemudian berkata,
"Mengapa anda memanggil saya?"
Raja Tregent berkata lagi
"Ouh tidak ada apa,aku sudah menghantar pembunuh untuk membunuh Lenax Lui,tetapi aku sempat berfikir kalau Lenax Lui saja mungkin tidak cukup,jadi aku ingin kau yang pergi."
Rin Tania menelan air liurnya,dia tidak merespon.Lalu Raja Tregent menyambung perkataan nya,
"Ini perintah kau harus membunuh Lenax Lui jangan risau kau hanya perlu menghubungkan plantinum dragon dengan dia punya maka suara kau akan terdengar,bunuhlah dia di The Forest kalau kau bunuh dia di kerajaan maka mungkin Puteri Xeli akan turun tangan."
Rin Tania kemudian menutup sedikit matanya dan kemudian berkata,
"Akan saya laksanakan nya"
Rin Tania berpaling dari Raja Tregent dan dia berjalan menuju ke pintu keluar,sambil itu juga Rin Tania terlihat menahan rasa marah dan rasa terpaksa nya itu.
Dia berkata dalam hati
"Mari tamatkan sekarang."
LENAX LUI VS RIN TANIA
ASAKURA VS LILY X
Lenax Lui kemudian mendarat di sebuah tanah lapang dan di situ juga terlihat ada Rin Tania yang menggunakan rare item savage,diri nya dapat mengawal lily x tanpa perlu berada dalam kondisi invite.
Tapi itu meningkatkan resiko kematiannya dan tentu sahaja itu bukan hal yang baik.
Lenax Lui turun dari pangkuan asakura,lalu dia berjalan mendekati Rin Tania tentu sahaja Rin Tania dan lily x melakukan hal yang sama.
Rin Tania kemudian berhenti di titik tertentu dan tidak ingin terlalu dekat dengan Lenax Lui begitu juga dengan Lenax Lui,armor mereka juga turut berhenti dan armor mereka berada di belakang mereka.
Rin Tania berkata kepada Lenax Lui,
Lenax Lui kemudian membuka langkah kaki nya,kaki kanannya pergi ke depan dan kiri ke belakang.Posisi tangannya juga turut berubah sepertinya dia membuat gaya ingin berlawan.
Lenax Lui berkata
"Aku aka--"
Rin Tania memotong ayat Lenax Lui dengan ketawa yang agak kuat dan dia memegang perutnya kerana tidak dapat menahan ketawanya.
"Hahahahahahahaahah.Kenapa dengan gaya kau itu"
Lenax Lui terdiam dia juga sedikit malu tapi dia tidak bising dia hanya berhenti membuat gaya seperti tadi kerana itu hanya akan membuat Rin Tania ketawa.
Rin Tania mengeluh lalu berkata lagi
"Haih,kau ni memang tak berubah kan? daripada zaman kau kecil lagi."
Lenax Lui kemudian menghilangkan rasa malu nya dan berkata memandang ke arah Rin Tania,
"Kau pun tidak berubah sejak kau pergi dari Xeli Kingdom banyak hal berubah dan itu sangat menyakitkan ramai dari komander Xeli Kingdom mati dan di 9 komander Xeli Kingdom hanya tersisa aku."
Rin Tania berhenti ketawa,dia sedar bahawa itu topik serius padahal Rin Tania ingin bersantai dulu sebelum melaksanakan perintah Raja Tregent tapi hal itu tidak akan terjadi.
Rin Tania kemudian berkata,
"Kalau begitu mari kita tamatkan semua ini aku ditugaskan untuk membunuh mu dan kau juga ingin membunuh aku jadi kita seri.Bagaimana kalau kita mulakan sekarang?"
Rin Tania kemudian mengambil pedang yang terdapat di lily x lalu mengarahkannya pada Lenax Lui.
Lenax Lui tidak berkata apa-apa dia hanya melakukan pergerakan yang sama seperti Rin Tania iatu mengambil pedang dari asakura.
Mereka saling memandang antara satu sama lain,mereka masih lagi berfikir bagaimana ingin menang.Tetapi jika dikata mereka yang berfikir untuk menang lebih kepada Lenax Lui kerana level dan pengetahuannya masih lagi di bawah Rin Tania.
Rin Tania maju dengan laju nya dia mengarahkan pedangnya pada Lenax Lui,
Lenax Lui terkejut akan hal itu namun dia menahan pedang Rin Tania dan dia menolak Rin Tania ke belakang.
Rin Tania sempat ingin terjatuh tapi dia melihat eksperesi yang sedikit marah akan perbuatan Lenax Lui itu tadi dan dia terus maju sekali lagi untuk menyerang.
Kali ini Lenax Lui mengelak,Lenax Lui kemudian mengangkat pedang nya dan ingin menebas kepala Rin Tania tapi Rin Tania menghilang,
Lenax Lui kemudian menghentikan tebasannya lalu dia melihat ke arah sekeliling untuk mencari keberadaan Rin Tania.
Dia kemudian melihat ke atas dan terlihat Rin Tania terbang di atas tepat tanah yang dia berdiri tadi sebelum menyerang Lenax Lui.
__ADS_1
Lenax Lui memandang ke arah nya dan begitu juga dengan Rin Tania yang perlahan-lahan turun dari ketinggian dan kembali memijak tanah.
Mereka saling tatap menatap,Lenax Lui mengarahkan tangan kanannya kepada Rin Tania dan dia berkata,
"Dawn stairs magic!:fire boll"
Kemudian lingkaran warna merah muncul di tangan Lenax Lui lalu dari lingkaran itu juga keluar bola api dan menuju laju ke arah Rin Tania.
Rin Tania berkata tanpa melakukan sebarang pergerakan,
"Shield"
Bola api itu hancur dan tidak mengenai Rin Tania.
Rin Tania berkata sambil mengarahkan tangan kanannya ke bawah,
"Middle level magic!:ice burst!"
Ais kemudian menutupi tanah yang ada di situ dan sepertinya armor bahagian kakinya juga ikut membeku dan sekarang pandangan Lenax Lui ditutup oleh kabut.
Lenax Lui sudah tidak nampak di mana posisi Rin Tania,lalu Lenax Lui teringat sesuatu yang penting dan sia berkata dalam hati
"Nanti dulu,ini sama seperti latihan aku dengan Rin Tania dulu.Apa mungkin dia ingin menguji aku?"
Lenax Lui memegang pedang nya lalu di hadapnya ke depan dan dia menutup mata nya,Lenax Lui berkata dalam hati.
"Ini memang sama seperti dulu,1.2.3.4.5!"
Dengan tiba-tiba ada sebuah panah yang laju menuju ke arah kanan Lenax Lui dan dia berjaya mengelak.
Lenax Lui tanpa banyak cakap dia langsung menuju ke arah kanannya dan melihat Rin Tania sedang memegang panah dan siap untuk menembakkan panah lagi tapi dia terlalu meremehkan Lenax Lui yang sekarang.
Rin Tania terkejut tapi dia tidak sempat berbuat apa-apa,busur dan panah yang ingin ditembaknya terjatuh.Sekarang nyawa Rin Tania di hujung tanduk.
Lenax Lui mengangkat kedua-dua tangannya yang memegang pedang lalu menebas tangan kanan dan kaki kanan Rin Tania dengan tiada rasa ragu.
Sambil itu juga Lenax Lui menjerit,
"Arghhhh!!!!!!!"
Rin Tania kemudian terjatuh kerana sudah tidak dapat keseimbangan kerana kaki kanan dan tangan kanannya terpotong,Rin Tania dengan tatapan kosongnya dia memandang langit sambil menunggu kematiannya.
Lenax Lui melepas pedangnya lalu berjalan dan membungkuk untuk melihat keadaan Rin Tania.
Lenax Lui kemudian tertunduk dan dia menangis lalu dia memegang kepala Rin Tania dan kepala Rin Tania diletakkan di atas paha Lenax Lui.
Kabut yang disebabkan Rin Tania itu juga perlahan-lahan hilang sehingga terlihat kembali The Forest,air mata Lenax Lui jatuh di muka Rin Tania.
Rin Tania yang masih memiliki kesadaran menggunakan tangan kirinya untuk mengelap air mata Lenax Lui.
Rin Tania berkata
"Kenapa kau yang menangis? aku yang nak mati bukan kau."
Lenax Lui kemudian menahan air mata nya lalu bertanya kepada Rin Tania,
"Sebelum kau mati, tolong jawab kenapa kau berkhianat?"
Rin Tania termenung sekejap tapi dia tahu dia harus cepat waktu nya tidak lama.Dia sudah kesuntukan masa.
Rin Tania menutup mata dan tersenyum
"Orang yang sayangi kau berada di sana dan dia di tahan begitu juga dengan rakyat Xeli Kingdom lainnya Tregent mengatakan kepada aku kalau dia akan melepas mereka jika aku bergabung dengan mereka tapi itu penipuan mereka malah membunuh orang-orang yang tidak bersalah tapi."
Rin Tania kemudian membuka mata nya dan dia lagi-lagi batuk darah dan dia sambung lagi perkataan nya.
Rin Tania mendekatkan kepalanya dengan kepala Lenax Lui dan kepala mereka saling bertemu lalu Rin Tania berkata
"Ayah kau setidaknya ayah kau masih ada di luar sana kalau kau ingin berjumpa dengannya pergilah cari dia ada mungkin dia boleh hidup 100 tahun."
Lenax Lui terkejut,lalu Rin Tania kemudian berkata lagi
"Tolong jangan menangis lagi, setidaknya biarkan aku pergi dulu aku tak ingin kau bazirkan air mata kau untuk aku,hanya i-"
Nafas terakhir Rin Tania sudah bergema di telinga Lenax Lui,tanpa cakap banyak Lenax Lui menangis dan menjerit sepuas-puasnya.
"Arghhhhh!!!!"
Air mata nya jatuh di atas muka Rin Tania dan hujan pun turun membasahi mereka dan pada akhirnya Rin Tania
MATI
Tregent mungkin akan kecewa, penerus God Right Hand akan segera di pilih.
Lenax Lui bangun dan dia terlihat basah kerana air hujan dia kemudian menghantukkan kepalanya di armornya.
Muka nya terlihat sedih mata nya juga merah.Dia berkata,
"Hidup ini susah tapi tanpa tuhan itu jauh lagi susah bahkan aku rasa aku tidak wujud jika tuhan tidak wujud."
TO BE CONTINUE
__ADS_1