New World Volume 3

New World Volume 3
Chapter 4 [Bantuan Yang Sepatutnya Tidak Terlibat]


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


PERTARUNGAN ANTARA SABRINA ISABELA,QUEN WEI DAN APYCLOPSE DRAGON LORD


.


.


.


.


.


.


Api biru kemudian menutupi seluruh badan naga itu, api biru itu benar-benar panas,langit tiba-tiba berubah menjadi hitam dan petir mulai menyambar tetapi itu sama sekali bukan kuasa dari Sabrina Isabela ataupun Quen Wei


Quen Wei sedikit berhati-hati,dia menjauhkan sedikit jaraknya daripada naga yang sedang di selimuti oleh api itu,Sabrina Isabela berkata dalam hati


"[Jangan-jangan api biru Quen Wei pun belum cukup untuk kalahkan naga ini?..naga ini memang kuat,aku tidak ada banyak strategi untuk melawan naga ni,lagipun hal ini secara tiba-tiba]"


Sabrina Isabela memandang ke arah naga itu


dan dia menatap ke dalam api tersebut,naga itu hanya diam,tidak bunyi suara jeritan.. Quen Wei berkata dalam hati sambil terbang ke arah Sabrina Isabela


"[Apa mungkin naga ini sudah mati?..tidak semudah itu kan?]"


Quen Wei tiba di depan Sabrina Isabela,lalu Sabrina Isabela berkata


"Kerja bagus.. Quen Wei, sekarang kita hanya perlu memastikan naga ini betul-betul mati"


Quen Wei hanya terdiam tetapi dia tersenyum dengan ucapan terima kasih itu,lalu Quen Wei berkata


"Ya.."


Dengan tiba-tiba ada bunyi yang ketawa dari dalam api biru itu, Sabrina Isabela yang mendengar itu langsung mengeluarkan tombak biru cair dan bersedia jika musuh keluar


Quen Wei mengeluarkan pedang api warna biru,dan juga bersedia jika terjadi kejutan


Tetapi kali ini aneh,suara ketawa itu bukan dari naga melainkan manusia,ya jelas sekali itu suara manusia,Quen Wei menelan air liur nya


Sabrina Isabela yang melihat itu berkata sambil memandang ke arah suara ketawa itu yang semakin lama semakin dekat dengan mereka


"Jangan ragu..Quen Wei,teruslah maju,teruslah hidup,jangan pernah ragu untuk hidup kerana yang menciptakan mu ialah yang maha kuasa,jadi tiada alasan untuk kamu ragu kepadanya"


Quen Wei berkata sambil memandang ke arah depan


"Terima Kasih..Isabela.."


Lalu bunyi ketawa itu sudah cukup kuat sehingga keluarlah sesosok manusia yang memakai baju warna hitam,dia melayang dan ketawa sambil perlahan-lahan berjalan keluar dari api biru milik Quen Wei


"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA..ini sahaja yang kalian ada?..wahai komander tertinggi"


Quen Wei dan Sabrina Isabela melorot ke arah lelaki itu dan seperti nya mereka marah kepada lelaki itu


Lelaki itu berkata dengan santai dan mengangkut tangan kanan nya ke atas


"Woi..Woi jangan tatap aku macam tu..seram tau,apa kata mari aku cair kan suasana dengan pertunjukan menakjubkan ini"

__ADS_1


Tiba-tiba api biru Quen Wei yang tadinya setinggi 50 meter akhirnya di serap oleh lelaki itu dan api biru itu masuk ke dalam tangan kanan lelaki itu


Tentu sahaja Quen Wei dan Sabrina Isabela terkejut mereka belum pernah lihat magic seperti itu


Lelaki itu kemudian berkata sambil tersenyum


"Bagaimana?..dengan pertunjukan ku?"


Sabrina Isabela memandang ke arah bawah dan dia menekan giginya dan dia berkata


"Aku telah meremehkan nya!"


Lelaki itu berkata lagi dengan tersenyum,dia juga mengubah posisi tangan kanannya dan sekarang tangan kanannya menunjuk ke arah Sabrina Isabela


"Aku akan membunuh mu dulu"


Dengan tiba-tiba lelaki itu Teleport di depan Sabrina Isabela dan Quen Wei,Sabrina Isabela


terkejut dia tak sempat buat apa-apa


Dirinya hampir di tikam oleh pisau itu,ia nya semakin dekat..namun di tahan oleh Quen Wei,


Quen Wei menepis pisau itu dengan menggunakan pedang api biru nya,dan lelaki takdi Teleport ke bawah,dan sekarang lelaki itu berada di bawah mereka


Quen Wei memegang tangan Sabrina Isabela dan turun ke bawah dan Quen Wei berkata juga


"Jangan berangan,jika tidak ada aku tadi,nyawa sudah pasti melayang..Isabela"


Isabela hanya terdiam,kemudian kaki mereka pun pijak di atas tanah,lelaki itu kemudian berkata


"Sabrina Isabela..kau mungkin tak sadar,tapi..kamu akan kesakitan sekejap lagi"


Mereka berdua tidak berkata apa-apa, Sabrina Isabela tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh Lelaki itu,hanya diam..itu lebih bagus


Dengan tiba-tiba Sabrina Isabela batuk hebat dan keluar darah,dirinya tertunduk..darahnya keluar mengalir dari mulut dan mata nya berair nafas nya tidak teratur,rasa nya seperti ingin mati kerana hal itu masih lagi tidak berhenti


Quen Wei berkata dengan muka panik


"Woi..kau ok tak ni..kenapa tiba-tiba.."


Lalu Quen Wei memandang ke arah lelaki itu dan lelaki itu tersenyum dan dia berkata


"Ouh ya?..kau nak kata aku yang buat?..ya benar anda memang pandai,tak sia-sia Hugn meneliti mayat itu dan membunuh semua orang-orang kalian"


"Orang-Orang?.."


Lalu Quen Wei membuka luas kaki nya,dan dia menarik nafasnya.. sedangkan Sabrina Isabela terlihat sudah tidak kuat,Quen Wei mengumpul kan kekuatan nya pada pedang api biru nya


Dan api biru pada pedang itu semakin membesar,kemudian Quen Wei maju untuk membelah lelaki itu


Namun di halang dengan tangan nya,itu menunjukkan perbezaan kekuatan mereka.. Level hanya lah angka.. kekuatan adalah segalanya, Lelaki itu kemudian berkata


"Sudah lah..aku akan bunuh kau sekarang lagipula..kau pun sudah ku letakkan virus itu juga.. sekarang mati lah"


Dengan tiba-tiba keluar darah dari mulut Quen Wei, pedang Quen Wei jatuh kemudian lelaki itu melihat ke arah Sabrina Isabela


"Walaupun level kalian lebih tinggi dari aku,tapi aku tetaplah yang menang...kerana apa? kerana kekuatan.. sekarang lihatlah wanita itu..dia sudah mati, padahal dia kuat sayang sekali"


Lelaki itu kemudian menendang Quen Wei ke arah Sabrina Isabela,Quen Wei kemudian memandang ke arah Sabrina Isabela lalu memeluk nya dengan darah yang masih berjalan keluar dari mulut


Tapi dia masih boleh berkata-kata


Lelaki tadi kemudian memutar badan nya lalu berjalan pergi dari sana dan dia juga berkata dalam hati


"Aku tidak kejam,aku hanya menjalankan pemerintahan,aku di tugaskan untuk memberi pelajaran kepada Dwarft Kingdom tetapi kalian malah masuk campur,jika kalian tidak datang maka kalian pasti akan hidup bahagia berdua,tapi malangnya kalian datang..maaf ya..aku telah menguburi cinta kalian berdua"


Quen Wei berkata dengan menangis dia memegang bahu Sabrina Isabela


"Isabela!!..Isabela!!"


Isabela tidak menjawab kerana dia telah


.


.


.


MATI

__ADS_1


.


.


.


Itulah akhir dari hidup Sabrina Isabela


Quen Wei perlahan-lahan menjatuhkan air mata nya,dia sedih tapi dia tidak dapat berbuat apa-apa


Lalu dia pun berbaring di tepi mayat Isabela dan berkata sebelum jantungnya berhenti buat selama-lamanya


"Hati yang tertanam"


Dan Quen Wei pun


.


.


.


MATI


.


.


Selamat tinggal kepada Isabela dan Quen,mereka yang pernah bertemu dengan anda tidak akan pernah melupakan anda berdua,kita akan bertemu lagi lain hari,semoga berjumpa lagi


.


.


.


.


.


.


.


RIN TANIA


.


.


.


.


.


.


KESEDIHAN RIN TANIA


.


.


.


.


"Orang seperti ku ini..memang layak kah untuk mati dengan tenang?..aku sudah berkhianat,tetapi aku ada alasan sendiri kalau tak..Dia akan mati..aku tidak mau itu,cukuplah aku saja yang menderita,cukuplah aku saja yang tersiksa..Rin Tania..ialah seorang Pengkhianat"


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TO BE CONTINUE


__ADS_2