
Siang itu, ditengah kesibukannya menyiram tanaman Nala menerima undangan Reuni... Yha tentu saja Dia dan Zayn.
Hari itu Alya dan Nada berkunjung ke rumah Nala. Alya baru tiba di Indonesia bersama sang suami untuk mengurus acara Reuni. Saat itu tepat Reuni Ke 2 yang rencana akan diadakan 4 tahun sekali.
" Asalamualaikum Nala" ujar Alya dan Nada.
" Wa'alaikumsalam."
" Wah, Alya putrimu cantik sekali." Nala sambil menoel pipi gembul icha yang berusia 1 tahun.
" udah tante... Maaf ya Na, gue gak dateng pas nikah." ujar Alya.
" Gak papa... Santay aja... Guae aja gak dateng kog."
" Nih undangan reuni, sama si Zayn juga. Hmm Btw.. dia kagi dinas ?" Tanya Alya
" Gak,, lagi di perusahaan, lagi cek setiap 2 minggu sekali..."
"Hmmm... Gimana udah isi belom." Tanya Nada.
" Belum doain aja ya."
Bagaimana ngisi orang nikah kayak nikah kontrak disentuh aja belum, Guman dalam hati Nala.
Dia tersenyum untuk menutupi rasa sakit hatinya.
__ADS_1
"Moga-moga cepet ada ya keponakan gue." Nada sambil mengelus perut Nala.
" Hmm... Amiin... Btw lo kapan dihalalin." ejek Nala pada Nada.
" Entahlah, Gue sama fikri masih fokus sama gelee spesialis gue." Jawab Nada.
"Buruan nyusul.. keburu tua." ejek Alya.
Ketiga sahabat itu bercakap-cakap tia ditaman belakang.
Setelah mereka puas Alya dan Nada berpamitan pulang karena icha rewel.
Pukul 4 sore terdengar suara mobil Zayn Alya dan Bi Murni memasak di dapur.
" Assalamualaikum" ujar Zayn cuek.
"Malam minggu ada reuni di Hotel Melati, Reuni angkatan kita SMA."
"Hmm.."
Nala sudah terbiasa dengan segala kecuekan dari Zayn.
"Na, besok kita pergi bareng aja." Nala tercengang dengan ajakan Zayn.
"Okay."Jawab Nala tak kalah cuek.
__ADS_1
dasae pasutri cuek.
Seperti biasa Nala selalu memainkan ponsel sebelum tidur. Saat inipun Zayn masih aibuk dengan berkas kantornya..
Tiba-tiba ada pesan dari Zidan. sudah lama Zidan tidak mengabari Nala.
Kemudian Zidan menelpon Nala dan yang terdengar hanya percakapan gurauan antar sahabat.
Zayn sendiri merasa aneh kenapa Nala dapat tertawa ceria ketika bersama Zidan sedangkan dengan dirinya tidak, terbesit rasa iri.
"Kenapa Zidan Nelpon lo?" . Tanya Zayn sinis.
"ohh... itu biasa cuma bercanda doang dulu bahkan tiap malam dia nelpon gue." jawab Nala.
" Lo gak ngerasa dia suka sama lo, kenapa lo nikah sama gua?" tanya Zayn.
"Gue gak pernah anggap Zidan lebih dari sahabat.. dan yang perlu lo tahu sekali gue berhubungan dengan lawan jenis ya itu cuma lo dan langsung jadi suami gue."
Zayn tercengang pasalnya jarang ada wanita jaman sekarang yang bisa menjaga diri untuk tidak pacaran sampai dia dinikahi. Nikah pun juga dijodohin. Padahal jika dilihat dia juga cantik dan baik.
"Dan gue masih ingat kalo lo juga pasti sudah pernah berhubungan dengan wanita lain. Tapi gur penasaran siapa yang lo tunggu itu.? kenapa harus nikah sama gue. seharusnya dia lebih mentingin lo dari pada karirnya." ujar Nala.
"Lo akan tahu saatnya nanti, dan berhenti menjelek-jelekan dirinya. Dia lebih baik dari lo."! ujar Zay penuh penekanan.
***gimana nih,, banyak yang suka gk? kog tanggepanya cuma dikit.... please dong.. biar aku semangat nulis nih.😁😂🙏
__ADS_1
vote, comment dan like yha..
See you