
Kedua mata mereka tekunci dan wajah mereka semakin mendekat... dekat.. dekat..
dan Cup....
Bibir Zayn mendarat sempurna di bi*** Nala.
Mata Nala membulat seketika dengan perlakuan Zayn. Ini First Kiisnya. Hanya suaminya yang dapat melakukannya dan memang betul sih Zayn adalah suaminya tapi apa yang terjadi sebenarnya. Author sendiri juga bingung. Mungkin Zayn laki-laki normal ia juga butuh buaian apalagi sama istri sendiri udah halal.
Mereka sama-sama memejamkan mata dan menikmati buaian itu selama 15 menit hing Zayn tersadar ada rasa-rasa aneh yang mulai menguasai dirinya.
seketika dia berdiri dan
"Maaf.....Maaf....." Menatap Nala dan pergi ke kamar mandi.
Nala sendiri hanya terdiam mematung dan tak percaya dengan apa yang mereka berdua lakukan. Seperti berada diantara mimpi dan kenyataan.
Setelah itu Nala sendiri tidur dan Zayn juga menyusul untuk tidur
πΊπΊπΊπΊπΊ
Keesokan paginya keduanya masih larut dalam kecuekan masing-masing. Rasa canggung akan kejadian semalam selalu menghantui Zayn dan Nala.
Nanti malam merupakan acara reuni yang diadakan oleh angkatan mereka. Seperti biasa kedua teman Naya yang rempong si Alya dan Nala menghubungi Nala untuk mengajak shooping guna tampil perfect untuk nanti malam.
"Emm... Zayn aku Nanti mau ke Mall bareng Alya dan Nala." ujar Nala memecah keheningan yang ada.
__ADS_1
"Oh.. silahkan tapi pulang cepat soalnya nanti kita berangkat awal.. dan jangan lupa kita berangkat bersama, Teman-teman pasti akan curiga jika kita tidak berangkat bersama."
"Oh ya.. lupa selama ini aku lupa untuk berikan kartu unlimited ini. ini udah jadi hak kamu. Belanja aja pakek itu." Sambung Zayn menyodorkan kartu.
"Owh.. Makasih.".[sambil memerlihatkan lesung pipinya. Hal ini membuat Zayn susah fokus dan dia teringat kejadian semalam.
"Emm.. Maaf untuk semalam.. Aku.."
"Gak papa.. bukanya itu hak kamu.. kita udah nikah..." ujar Nala kikuk.
"Betul kah? Boleh lebih dong." Terbesit jiwa Zayn untuk mengerjai Nala padahal orang itu terlihat seperti kutub utara.
"Aku-Aku... Mak.. Maksudku." Zayn tertawa menyeringai.. dan kembali melakukan aksinya.
Cup... dib***** Nala.
"Manis...Auh" Zayn segera berlali untuk menuju bascame senjata sambil tersenyum karena melihat tingkah menggemaskan dari sang istri.
πΊπΊπΊπΊ
"Gimana nanti malem lo dateng sama siapa Al?" Tanya Nada.
"Gue dateng sama suami.. maksudnya diantar gitu tapi gak bisa lama. kan ada ica. kagi pula duami gue juga ada reuni di SMA. Kita seumuran waktu dijodohin ya gini nih jadinya." ujar Alya dengan cengengesan.
"Icha mau tante beliin apa?" Nala mengubah pembicaraan.
__ADS_1
"Gak usah repot-repot Na, kayak gue gak mampu beliin mainan."
"Bukan gitu, gue mau kasih hadiah ke Icha ya... Ini aja ya ca.... Emmm yuk kita bayar."
Para wanita itu terkagum-kagum melihat kartu Nala.
"Widiw.. istri jendral dan pengusaha, kita mah kalah." Sindir Alya.
"Apan sih kalian... ini Zayn yang maksa kalau nggak gue diamuk." Elak Nala.
"Iya diamuknya yang enak-enak kan?" Nada menaik turunkan alisnya.
"Dasar kalian berdua.. apaan sih."
Sampai bertemu dipesta.. Mengakhiri shopping mereka bertiga.
.
.
maaf banget ya guys.. bakal slow update.. tpai aku usahaain 1 minggu sekali update kog
.
***gimana nih,, banyak yang suka gk? kog tanggepanya cuma dikit.... please dong.. biar aku semangat nulis nih.πππ
__ADS_1
vote, comment dan like yha..
see you