Novel Tidak Di Lanjutkan

Novel Tidak Di Lanjutkan
MemikirkanMu


__ADS_3

"Hey Se!" Ucap Naura Dibelakang bangku Selly.


"Apa?" jawab selly.


"Boleh Ga aku nginep Di rumah Kamu hari ini aja?" Mohon Naura Dengan Memelas.


"Okeh okeh Aja, Asal Om Surya Ga Tanya tanya sama Aku"Syarat Selly


"Tenang Aja Mama Papa Lagi Liburan" Jawab Naura.


"Nad, Kamu ikut ga?" Usul Selly Pada Nadia


"Kaya Nya engga Deh, Kapan kapan Aja" Tolak Nadia.


"Oh Yaudah Deh" Selly pun Kembali Memperhatikan Guru Mengajar


Naura Menoleh Kepada Aaric.


"Kamu Jaga Jarak Sama Aku?" Perkataan Naura Tajam


"Enggak kok" Elak Aaric.


"Terus Ngapain Buat Garis Pake Kapur Kek gitu?" Pernyataan Curiga Naura Kepada Aaric.


"Itu Cuma aku gambar Pas lagi Gabut Tadi" Jelas Aaric


"Cih, Dasar" Ucap Naura mengerucutkan Bibir.


Kenapa Dia begitu Menggemaskan sih. Ucap Aaric Dalam Hati. Dia tersenyum Sangat tipis hingga Naura Tidak Menyadarinya.


.

__ADS_1


KEDIAMAN SELLY


Naura Sedang Melamun Di samping Selly yang sedang Makan Kripik.


"Eh se?. Menurut mu Teman Sebangku Gue Menurut lo Gimana?" Tanya Naura Pada Selly


"Ga tau. Ga ada yang menarik" Ucap Selly Sambil Mengendikkan Bahu.


"Kok Dia Kaya Jarang keluar kelas Deh?" Ucap Naura kebingungan.


"Mungkin Dia ga punya Teman lo Tau kan, Gimana Sifat Teman Sekelas kita" Ucap Selly.


"Iya Juga" Setuju Naura.


"Udah Ahh yuk Tidur Udah Ngantuk" Ajak Selly Pada Naura.


Mereka Pun Naik Ke lantai atas Tempat Kamar Selly.


.


Ngapain lagi tuh si Davien. Berisik.


"Dav, kok sampe bentak bentak dia sih? Ganggu Orang" Marah Naura Menatap tajam Davien.


Tanpa Menjelaskan Apa apa Davien Langsung pergi Bersama Teman temannya.


"Ric, Kamu Gpp?" Tanya Selly.


Tidak Menjawab Aaric Malah menatap Naura Dengan Tatapan sulit di artikan


"Engga kok" Aaric Memaksakan Senyum.

__ADS_1


Tiba tiba berdiri Meninggalkan Makan yang Masih utuh Di meja.


Kok dua orang ini aneh sih.


Sementara Itu Aaric Masuk Kedalam Toilet Dan Menangis. Sambil Menutup Mulut nya.


Aku Tau aku miskin. Ga ada yang mau jadi temen aku. Tapi Mereka Udah keterlaluan bentak bentak Di depan banyak orang. Apa Sehina Itu aku Di hadapan Mereka.


Dia hanya bisa bicara dalam hati Tidak Berani Melawan


Merasa Lelah terus menangis. Aaric Membasuh Muka, Lalu berjalan Menuju Kelas.


Kelas Berakhir Dan Anak anak pulang Sudah Akan pulang.


Sedangkan Aaric Dia Pergi ke Sebuah Kafe Tempat dia Bekerja Sehabis Sekolah.


"Kok Lama Banget Datang nya. Liat banyak Pelanggan Buruan Sana" Ucap Bos Kafe Yang sering Di sebut Pa Warjo kepada Aaric


"Iya Pa" Balas Aaric Memaksakan Senyum.


Di lain Tempat Naura Sedang Menunggu Kedatangan Mama Papa Nya Dari Luar kota.


"Papa Lama Banget sih" Protes Naura Di halaman Rumah nya.


"Kenapa Akhir akhir ini Sering Kepikiran dia Ya?, Dari Wajah Nya Kayanya Punya Beban. Gapapa Kan Kalo Aku jadi temen nya. Asal Davien Jangan Tau. Tapi Bodo amat lah kalo Dia Tau. Tapi Aaric Ganteng Juga ya? Aneh Nya Selly Bilang biasa Aja".


"Lagi Ngelamunin Apa Anak Papa?" Ucap Pa Surya Baru Turun Dari Mobil.


"Enggak Kok Pah Hehehe" Bantah Naura Sambil terkekeh


"Dimana Oleh oleh ?" Pertanyaan naura kepada Papa nya.

__ADS_1


"Hmm itu Di luar" balas nya


__ADS_2