
"Hai Aaric" Sapa Naura Kepada Aaric.
Sapaannya Tidak Di balas, Aaric hanya Menoleh Tanpa Menjawab sapaan Naura Kepadanya.
Merasa Tidak Di respon Naura Pun Pergi Meninggal kan Kelas.
Pergi ke kantin Untuk sarapan Sambil menunggu ke dua Sahabatnya. Naura Diam Melamun
*Kenapa Tadi Aaric Ganteng Banget ya? Davien saja Tidak Setampan Itu.
Kok aku memikirkan nya Sih? Aaric Keluarlah dari otak Kecil ku ini
"HEYY*!!" Kejut Nadia sambil memegang bahu Naura Dari belakang.
"Eh Kalo Gue Jantungan lo mau biayain Rumah Sakit Gue?" Marah Naura kepada Nadia.
"Sorry Ah Becanda Doang. Yuk Se, Ra kita ke kelas" Ajak Nadia Mengalihkan Pembicaraan Agar Tidak Di marahi oleh Naura.
.
Saat Mereka Bertiga Akan Keluar Gerbang Mereka Di kejutkan Oleh Pria yang Pernah Di Tabrak Motornya Oleh Nadia.
"Aku Punya Urusan Sama Nadia, Kalian Pergi Sana!" Usir Pria Tersebut Pada Naura Dan Selly.
"Ikut Aku" Pria Tersebut Menarik Nadia menjauh Dari mereka Berdua.
Nadia hanya pasrah Di tarik oleh Pria Yang wajahnya Sudah Memerah Menahan Marah.
"Ra? Si Nadia Bakal Melepas Gelar Jomblo nya kan?" Bisik Selly Kepada Naura.
"Kapal Kita Bertar Lagi Berlabuh Hahaha" Tawa Naura Seperti bahagia Teman nya Akan Melepas kejombloan.
__ADS_1
Sementara Itu.
"Kapan Lo bayar Ganti rugi ke Gue?" Tanya Pria tersebut kepada Nadia.
Nadia Menggeleng dia merasa malu jika Harus meminta pada sahabat nya Selly.
"Kamu ikhlasin aja ya Hehehe"Rayu Nadia pada laki laki tersebut.
"Nanti aku Kabulin 3 permintaan Asal jangan Uang" Sambung Nadia
"Hmm Kalo Gitu" Laki laki itu mendekatkan wajah nya Kepada Nadia, Lalu mencium pipinya.
Nadia yang merasa terkejut membulat kan mata nya dan membuka mulut nya.
"Kamu Harus Jadi pacar Aku" Tegas Pria tersebut Dengan Tatapan tajam. Lalu pergi meninggalkan Nadia Yang Masih tidak percaya.
Haha. Lihat lah wajah bodoh nya Itu
Dasar Pria Gila. Sumpah Serapah Nadia
SEMENTARA ITU
"Dav. Kita Putus Aja Ya. Akhir akhir ini Aku kek ga mau Dulu pacaran. Maaf ya" Ucap Naura Kepada Davien
"Kok Gitu Si? Awas aja nanti" Merasa tak terima Davien pergi begitu Saja meninggal kan Naura yang baru turun dari mobil nya.
Bener kata Mamah kalo Davien Bukan Pria Yang baik.
Naura Masuk ke dalam Rumah Merasa akan ada sesuatu terjadi besok.
.
__ADS_1
Eh, Aaric ga Masuk Ya?
Naura Duduk sambil melihat Kelas mencari Aaric, Namun tidak ada Aaric
Tanpa Naura Sadari Davien Memperhatikan nya Dan Tau Siapa yang di cari Naura.
Sedangkan Aaric Dia berlari Untuk masuk kelas karena Adik Jino Sakit dan Harus Di bawa ke Dokter.
Saat Masuk Kelas Aaric langsung Duduk.
"Habis Lari ya, Keliatan Ngos ngosan Banget"
Tanya Naura Kepada Aaric
Aaric Hanya Melihat Sekilas Kepada Naura Tanpa Menjawabnya
Cih Sombong Protes Naura Dalam Hati.
Guru Pun Datang Lalu memulai pelajaran.
..
saat Jam istirahat Aaric Sedang makan Di kantin, Namun Davien Langsung menarik nya Hingga ke Gudang sekolah.
"SUDAH GUE BILANG JAUHI NAURA"
Davien Menyuruh Teman nya Untuk Memegang kedua Tanggan Aaric.
Tanpa Aba Aba Davien Langsung Memberikan Bogem Mentah Di bibir dan Perut Aaric Sekaligus. Lalu Meninggal kan Aaric Di Dalam Gudang Menahan Sakit.
Haruskah aku Menjauhinya? Padahal Dia yang pertama kali bicara Padaku Di sekolah ini Aaric Bicara Dalam Hati
__ADS_1