Novel Tidak Di Lanjutkan

Novel Tidak Di Lanjutkan
Mulai Terbuka


__ADS_3

Naura memasuki kelasnya. melihat Aaric yang sedang tertidur? entahlah dia seperti menundukan kepala nya Ke meja.


"Aaric? Jangan tidur guru sudah datang!" Setengah Berteriak.


"MANA MANA GURUNYA MAAF BU SAYA KETIDURAN????!!!!" Ucapnya Tidak kalah keras. Aaric di perhatikan murid di kelas yang sudah datang termasuk Davien yang menatap Aaric dengan Dengki.


"Haha, Gurunya belum datang Aku hanya mengejutkan mu. tidak tau nya reaksi seperti ayam kehilangan anak nya, HEBOH" Ucap Naura sambil membentuk pelangi dengan tangan nya.


Aaric tertegun dengan tawa Naura yang menambah Kecantikannya. Dan baru menyadari kalau dia perhatikan orang orang. Merasa malu dia langsung duduk dan menunduk.


"Maaf ya Aku hanya bercanda. Lihat ini aku memakai gelang dari mu. Karena tangan ku imut jadi tambah imut karena di kasih gelang mu" Ucap Naura dengan percaya dirinya.

__ADS_1


"Tangan mu Buntet, Imut dari mana nya Coba.Dasar Pendek" Ledek Aaric


Ternyata ucapan Aaric Membuat Naura murka Dia melotot menyubit tangan Aaric dengan Kecil dengan kuku panjang.


Aaric Meringis menahan sakit.


"Awas ya kalo sekali lagi bilang gitu, ku kubur tubuh mu" Ucap Naura dengan mengerucutkan bibirnya. Sumpah serapah keluar dari mulut dan Melirik sinis kepada Aaric


Dan langsung Menyadari pikiran kotornya itu.


Astaga enyahlah kau pikiran kotor! pergi Pergi.

__ADS_1


Guru datang mengajar sekaligus Mengumumkan bahwa ulangan semester Satu minggu lagi. Anak Anak di suruh belajar dengan Rajin.


Jam berlalu, Hari berlalu Hari ulangan datang, dan ternyata perteman Aaric Dan Naura semakin Akrab. Aaric mulai terbuka dengan Naura. Davien sering cemburu dengan kedekatan mereka. Membuat Naura harus sering sering menjelaskan kalau mereka hanya Teman. Dan Aaric hanya iklas karena Naura Hanya menganggap nya teman. Walau Fakta nya memang begitu. Dia sadar jika di bandingkan dirinya dengan Davien. Dia kalah jauh dengannya.


Selama Seminggu yang lalu Aaric sering belajar bersama dengan Naura di rumahnya Naura. Dan orang tua Naura heran untuk nya Membawa Pria ke rumahnya. Tapi Naura selalu menjawab mereka hanya Teman. Dan kelamaan Aaric jadi Akrab dengan Keluarga Naura. Dan Naura Pernah bilang Kepadanya agar jangan pernah merebut Rangking 1 Karena Itu akan Di tempati Oleh Naura. Mungkin itu Egois Namun Naura Malu karena Dari dulu selalu Menjadi juara. Melihat Aaric yang cukup Pintar membuat nya Khawatir Kalau Aaric Akan merebut nya. Anggap Saja Naura egois tidak ingin Posisi nya Di rebut, bahkan oleh temannya. Makanya Dia Selalu Bilang kepada Aaric jangan merebut posisi juara pertama Dan Aaric menurutinya. lagi pula dia tidak mungkin Bisa mengalahkan Naura.


Selama Ulangan murid melakukan berbagai tingkah laku Seperti Mencontek dengan orang orang yang dekat dengan kursinya. Ada yang memakai dadu yang titiknya sudah di gantikan dengan Alfabet ABCD. Ada yang kerja Sama, Menulis jawaban di betis yang tertutupi rok, pura pura ke WC Padahal ke perpustakaan untuk melihat buku yang bisa di pakai menjawab soal. Melihat perpustakaan yang kosong tanpa penjaga memudahkan para penyontek mudah mencari jawaban, Menjatuhkan pensil ke arah anak pintar agar ketika mengambil pensil dia bisa melirik jawaban Si pintar.


Sedangkan Naura Tidak melakukan itu, dia begitu jujur entah karena Cerdas dia tidak perlu melakukan perbuatan sembrono tersebut hanya untuk mencari jawaban yang belum tentu benar. Kalo pun ada yang tidak di ketahui soalnya. dia akan menghitung Kancing seragamnya Hehehe. Begitupun Aaric Dia dengan Serius Mengerjakan soalnya. Tapi ketika tidak bisa menjawab pertanyaan dia mengucap bismillah sambil menunjuk jawaban satu Satu dan menulis jawaban yang di tunjuk terakhir saat selesai membaca Bismillah. Dia berpikir Tuhan selalu Ada untuk mereka yang membaca bismillah, Dan menunjuk jalan yang benar bagi yang mereka yang mengerjakan nya.


(GA GITU JUGA KONSEPNYA AARIC GANTENG 🌈)

__ADS_1


__ADS_2