
" dring.. dring.. "
David segera mengangkat telpon saat ia tau Louis yang menelponnya
" Dav, aku sudah mengurus para berandalan itu, salah satu dari mereka sudah sadarkan diri! "
" aku akan segera kesana! "
David bergegas menemui para berandalan itu di gudang bawah tanah
" ampun tuan! lepaskan saya! "
salah satu berandalan itu berlutut dan terus memohon ampun
" kami hanya di suruh untuk melakukan itu! "
" Wa... wanita! ya kami di suruh seorang wanita! " lanjutnya
" siapa wanita itu? "
" Lili! ya namanya Lili "
" wanita itu dan teman-teman nya yang menyuruh kami! " lanjutnya
" Louis! "
" ya, Dav? "
" lepaskan mereka semua! "
" ke..kenpa? ah baiklah! "
" ini benar-benar bukan seperti David yang biasanya! "
gumam Louis dalam hati
" te... terimakasih tuan! "
" sialan! jika bukan karena Angel yang melarang ku, aku sudah membunuh mereka semua! "
gumam David dalam hati
" cari tahu tentang Lili dan teman-teman nya itu, kemudian bawa mereka semua kemari! "
" siap tuan! "
***
" Louis! kau sudah pulang? "
Bi Yasmin segera menghampiri anak satu-satunya itu
" loh kok ibu belum tidur sih? "
" tadi ibu kebangun, gara-gara haus! "
" oh gitu, aku langsung ke kamar ya bu! "
" sebentar, kenapa di baju mu ada noda darah dan tanah!? "
Bi Yasmin menahan tangan Louis.
Louis terdiam, bingung harus menjawab apa
__ADS_1
" tadi aku menyuruhnya untuk melepaskan para berandalan Bi! mungkin itu bekas darah mereka! "
David tiba-tiba menyahut pertanyaan Bi Yasmin, dan entah dari kapan dia ada di sana
" loh tuan belum tidur! "
" belum bi, tadi aku melihat keadaan Angel dulu! "
" sudahlah bu! aku lelah! "
* Louis bergegas pergi *
" sudahlah bi, jangan terlalu menghawatirkan Louis! dia sudah besar! "
* sambil bercanda *
" Haaa baiklah! "
🍁🍁🍁
FLASHBACK
" kenapa David malah menyuruh untuk melepaskan mereka semua? "
gumam Louis dalam hati
" biar aku antar kalian pulang! "
" te.. terimakasih! "
Louis memapah salah satu berandalan itu, membantunya masuk ke dalam mobil.
" ka.. kau mau membawa kami kemana? "
" duduk dan diam lah! "
" tuan mu itu sudah melepaskan kami! "
" tapi aku tak akan pernah melepaskan kalian! "
*menyeringai*
Louis segera menghentikan mobil di tengah hutan, dan dengan paksa mengeluarkan mereka dari mobil.
para berandalan itu tidak bisa berbuat apa-apa,
tak berdaya karena sudah dipukuli David dengan brutal saat di tempat berendam.
" le.. lepaskan kami! "
" kalian sudah menindas wanita dan berniat untuk memperkosa nya! aku tidak akan semudah itu untuk melepaskan kalian! "
" aku mohon! "
" ka.. kami tidak akan mengulanginya lagi! "
" ka.. kami janji! ma..maafkan kami! "
para berandalan itu hanya bisa memohon dan tak bisa melarikan diri
" Dorr..! "
satu peluru menembus salah satu kepala berandalan itu, membuatnya mati di tempat
__ADS_1
" ti... tidakkk! "
" ampuni kami! "
" Dorr.. "
" Dorr.. "
" Dorr..! "
suara tembakan terdengar keras di sunyi nya malam
" kalian pantas mati! "
Louis cepat mengubur mayat-mayat itu, dan menghilangkan semua bukti-bukti pembunuhnya.
kemudian Louis dengan cepat pergi dari tempat itu
🍁🍁🍁
David terus memperhatikan wanita yang ia cintai tertidur pulas, merenungkan semua kejadian yang telah menimpa gadis kecil itu membuat David menyesal karena tak menjaganya dengan baik
" maaf aku tak menjagamu dengan baik! maaf telah membuatmu mengalami hal-hal buruk! "
gumamnya
perlahan gadis kecil itu membuka matanya
" kau sudah bangun sayang! "
"mm.. kak David? "
" bagaimana tidur mu? apakah nyenyak? "
" ya.. "
" baguslah kalo begitu! "
David membantu gadis kecil itu bangun dari posisi tidurnya, kemudian membantunya duduk dengan nyaman
" te.. terimakasih! "
" aku akan menyuapi mu ya! "
" eh.. a.. aku bisa sendiri! "
*memerah*
" ayo buka mulutmu! "
" bagaimana, apakah enak? "
" mm.. ya, sangat enak! apa ini masakan kakak ? "
" kau pintar! "
* tersenyum *
" kak David kadang punya sisi yang baik juga! "
gumam Angel dalam hati
perlahan David mengelus kepala gadis kecil itu
__ADS_1
" istirahat lah! kalo butuh sesuatu panggil aku atau bi Yasmin ya! "