
" Ayo kita kabur dari sini, aku akan membantu mu! "
Gadis kecil itu terdiam kaget, saat Louis mengatakan hal itu.
" kenapa kakak tiba-tiba berkata seperti itu? "
" aku tak tahan dengan perlakuan David padamu! aku menyukaimu Angel! ayo kita melarikan diri dari sini! "
" maaf kak, kakak terlambat! sepertinya aku sudah mulai menyukai pria itu. "
" untuk perlakuannya padaku, kak Louis tak perlu menghawatirkan itu lagi! aku bisa menanganinya sendiri! "
lanjut gadis kecil itu, sembari berjalan pergi meninggalkan Louis
" Tapi..Angel apa kau yakin? "
teriak Louis
Angel berhenti sejenak, kemudian melanjutkan langkahnya.
" Dia membohongi mu! orang tua mu meninggal "
" a.. apa? "
perlahan gadis itu meneteskan air matanya, dan berlari mencari David.
" sejak kapan?! "
teriak gadis kecil itu
" sejak kapan apa maksudmu baby? "
" jangan berpura-pura tak tahu! "
" sejak kapan orang tua ku meninggal?! "
" ka.. kau tau dari mana?! "
" jawablahh!! "
teriak gadis itu, sembari menangis dan memukul-mukul tubuh kekar David.
kemudian David memeluk erat tubuh gadis kecil itu.
" satu minggu yang lalu.. Maaf Angel! maaf kan aku! "
__ADS_1
Angel menangis histeris di pelukan David, orang tua yang dia sayangi meninggalkan dia untuk selamanya.
" kenapa kau tak memberi tahu ku?! "
" orang tua mu mengalami kecelakaan pesawat saat akan kembali kesini dari perjalanan bisnisnya! "
" maaf.. aku hanya mencari waktu yang tepat untuk memberitahunya padamu! aku tak ingin membuat mu semakin terlarut dalam kesedihan, karena saat itu mayat orang tua mu masih belum bisa ditemukan! "
" aku benar-benar minta maaf Angel! aku pikir cara ini yang terbaik! aku minta maaf! "
Gadis kecil itu terduduk lemas, David segera memeluknya dengan erat seraya menangkan gadis itu.
" maaf.. "
ucap gadis kecil itu, yang kemudian tak sadarkan diri.
David bergegas menggendong gadis itu, kemudian membaringkan nya di atas ranjang kamar David.
" bagaimana keadaannya?! "
" nona Angel hanya demam tuan! anda tidak perlu terlalu hawatir! "
jawab dokter pribadi David
" aku sangat takut dia kenapa-napa! "
" ma..maafkan saya tuan! sa.. saya sudah memberinya obat, nona Angel hanya perlu beristirahat! "
" terima kasih, pergilah!! "
Dokter itu tersentak kaget saat mendengar David berterimakasih kepadanya.
' baru kali ini tuan David berterimakasih padaku'
gumam dokter dalam.hati.
" ada apa ini, Dav? "
tanya Louis
" kenapa ramai sekali?! "
lanjutnya
__ADS_1
David berlari ke arah Louis, dan...
' buggk '
satu pukulan melayang di wajah Louis, dengan penuh amarah David menarik kerah kemeja Louis.
" si*lan kau Louis! "
" kau pikir aku bodoh? "
teriak David penuh amarah
" aku sudah memperhatikan mu sejak lama! apa begini caramu bersaing?! "
Louis hanya terdiam pasrah dan tak melawan.
" aku tau kau yang melakukan itu Louis! "
" ya, aku sudah muak denganmu! "
" si*lan! "
David kembali memukul keras wajah Louis, sampai darah mengucur keluar.
" aku memaafkan mu karena kau teman ku! tapi.. tidak ada lain kali Louis! "
" dan ingatlah satu hal, Angel milikku! kau takkan pernah bisa meraihnya. Jadi berhentilah sampai disini! "
" hahaha.. ya, aku mengerti! "
jawab Louis, *tersenyum pahit*
***
perlahan gadis kecil itu mulai membuka matanya, dengan samar dia melihat David yang tengah tertidur di kursi samping ranjangnya.
Gerakan kecil tangannya membuat pria itu terbangun.
" ma.. maaf, aku membuat kakak terbangun! "
" Angel! berhentilah meminta maaf! semua salahku! "
" ti.. tidak! yang kakak lakukan benar, jika aku tau lebih awal mungkin aku akan prustasi! "
" maaf.. aku tadi sangat emosi, padahal tidak tau alasan yang sebenarnya! "
__ADS_1
Perlahan David memeluk erat tubuh gadis kecil itu.
" tidak.. tidak apa-apa Angel! aku memaklumi mu! "