Ojol Tampan

Ojol Tampan
Rian dan Vania 2


__ADS_3

***********


Ambulan yang membawa Anton sudah meninggalkan lokasi dan rian pun hendak pergi juga untuk melanjutkan perjalanan nya namun ditahan oleh Vania..


"bang tunggu saya mau minta tolong lagi" ucap vania


"emm panggil aja rian, ada apa lagi ya? urusan disini kan sudah selesai saya mau siap2 juga untuk berangkat kuliah" ucap rian sambil menghentikan langkah nya


"maaf bang eh rian saya boleh ikut numpang gak sampai rumah" tanya vania malu


"memang nya gpp bareng saya? gak mau naik taksi online aja? tanya rian sambil berjalan kearah motornya


"saya bareng kamu saja kalau boleh soal nya saya ingin cepat sampai dirumah" jawab Vania sambil mengikuti rian


" ya sudah silahkan saja kalau mau kebetulan saya juga mau pulang ganti pakaian kuliah" ucap rian


Vania mengangguk lalu menaiki motor sambil berpegangan di pinggang rian


"aduh kenapa jadi grogi gini ya dipegang sama Vania" batin rian sambil mulai menjalankan motornya


Selama diperjalanan baik Vania maupun rian sama- sama diam membisu hingga mereka sampai ditempat tujuan


************

__ADS_1


Akbar melajukan motornya untuk mencari rumah makan karena perutnya sudah sangat lapar dan tak lama terlihat rumah makan dengan masakan Padang yang menjadi pilihannya


Akbar memarkirkan motornya kemudian masuk kedalam dan duduk di pojok kiri warung makan


Tak lama kemudian seorang pelayan warung datang menghampiri untuk menanyakan pesanan..


"permisi Abang selamat datang di rumah makan kami silahkan mau pesan apa?" ucap pelayan warung makan dengan ramah


"permisi uda saya ingin pesen nasi ayam komplit ada?" tanya rian sambil tersenyum


"ayam komplit yang seperti apa ya bang? ayam utuh atau bagaimana?" tanya pelayan warung makan yang bingung dengan pesanan Akbar


"ayam komplit itu maksudnya telor rebus bang.. kan komplit tuh bakal jadi ayam utuh hehehe" ucap akbar sambil tersenyum


"hem. minta disentil ginjalnya ya bang" ucap pelayan warung dengan tersenyum kecut


"bang maaf cuma becanda.. jadi pesanan saya nasi ampela sama es teh ya bang" ucap Akbar yang mulai memesan makanan


"baiklah bang ditunggu ya.. es nya nanti saya kasih yang anget bekas dierami sama ayam" kata pelayan sambil tertawa


"hahahaha ngeledek ya bang" ucap Akbar berusaha tertawa walau terdengar garing


pelayan pun kebelakang untuk membuatkan pesanan Akbar.. Tak lama kemudian pesanan pun datang dengan membawa pesanan yang diminta oleh Akbar..

__ADS_1


*************


Rian dan Vania sampai dijalan tempat tinggal mereka namun rian belum mengetahui rumah Vania sehingga berinisiatif untuk memulai pembicaraan


"maaf vania rumah nya disebelah mana ya apa disekitar sini kah atau ditempat lain" tanya rian


"gak jauh lagi yan.. maju aja terus nanti ada rumah dengan gerbang warna coklat nah itu rumah saya" jawab vania


beberapa menit kemudian sampai lah mereka di tempat yang ditunjukkan oleh vania


"disini kah rumahmu vania" tanya rian sambil menunjuk rumah dengan gerbang coklat tua


"iya yan bener disini aja" Vania turun dari motor lalu mengambil uang dari dalam tas nya


"rumah vania besar banget.. orang kaya ini cewek tapi sifat nya baik juga dan ramah ternyata" batin rian


"Rian makasih ya udah anterin.. ini buat beli bensin nya" sambil memberikan uang seratus ribu


Rian menolak uang pemberian vania "gak usah vania saya cuma nolong aja kok lagian rumah kita juga searah" ucap Rian


"gpp rian ambil aja saya ikhlas kok dan itung-itung ini rezeki lho jangan ditolak" ucap vania memaksa


"saya juga ikhlas lho bonceng km vania tapi kalau masih maksa ya kapan-kapan traktir saya makan saja pasti saya gak akan nolak" ucap rian dengan sedikit tersenyum

__ADS_1


Vania mengangguk dan tersenyum sedikit tanda setuju kemudian Vania pamit untuk masuk kedalam rumah


**************


__ADS_2