
Akbar sedang menikmati makanannya tak lama kemudian datang lah seorang pengamen didepan rumah makan Padang tersebut
pada awalnya akbar tidak memperdulikan adanya pengamen tersebut karena sedang menikmati makanan nya namun ketika pengamen tersebut mulai menyanyi akbar mulai tertarik karena ternyata pengamen tersebut adalah pengamen cilik
Akbar mengamati bocah pengamen tersebut dan merasa kasihan "bocah ini masih terlalu kecil untuk mencari uang jika dia sekolah mungkin masih kelas 5 atau 6 sekolah dasar.. sungguh tega orang tua yang menyuruh bocah ini ngamen" batin akbar
tak lama anak kecil itu selesai membawakan satu buah lagu"terima kasih atas waktunya saya disini meminta apresiasi sedikit recehan dari para pengunjung disini.. saya tidak meminta namun tidak ada salah nya memberi karena saya tidak mengemis" ucap pengamen cilik tersebut sopan
Bocah pengamen tersebut mulai meminta uang menggunakan topi nya kepada setiap pengunjung dirumah makan tersebut dan tibalah bocah pengamen tersebut sampai dimeja Akbar
"permisi bang minta apresiasi nya seikhlasnya" ucap bocah pengamen tersebut
"sini dek makan dulu biar kakak yang traktir kamu sambil kita ngobrol-ngobrol" kata akbar menawarkan makanan untuk bocah pengamen tersebut
"tidak usah bang gua udah makan kok" kata bocah tersebut menolak
"udah jangan bohong dek gpp kok pesen aja yang mau dimakan kakak traktir hari ini"ucap Akbar sambil memanggil pelayan rumah makan
"beneran gpp bang.. makasih bang kalau gitu saya mau pesen nasi telor kalau boleh" kata bocah pengamen tersebut antusias
"ya boleh dong dek.. bang pesen nasi telor sama es teh buat anak ini"ucap Akbar kepada pelayan rumah makan
Tak lama kemudian pesanannya pun datang dan akbar segera mempersilahkan bocah pengamen tersebut untuk makan
__ADS_1
"nah ini nasi telor nya dimakan yang banyak dan kalau kurang masih boleh nambah kok"ucap akbar sambil tersenyum
"makasih bang ini juga sudah Alhamdulillah kok" ucap bocah pengamen tersebut senang
"panggil saya kak akbar saja.. nama kamu siapa dek dan kamu tinggal dimana" tanya akbar kepada bocah pengamen tersebut
"nama gua davin bang dan gua tinggal gak jauh dari sini" jawab davin sambil menyantap makanannya dengan lahap
"oh gitu.. terus orang tua kamu kerja apa dirumah" tanya akbar penasaran
"uhukk.. uhukk.." davin tersedak makanannya karena terkejut dan akbar buru-buru mengambil minuman dan memberikannya kepada davin
"pelan-pelan makannya davin.. kamu kenapa lah?" tanya akbar panik
Davin segera menyambar minuman dari Akbar dan segera meminumnya
"davin tunggu ini ada sedikit uang untuk kamu" Akbar menghentikan davin lalu mengeluarkan uang pecahan 50ribu
"ini banyak banget bang makasih ya semoga rezeki nya tambah banyak bang" ucap davin senang
lalu davin segera pergi dari hadapan Akbar sehingga Akbar merasa heran
"kenapa davin kelihatan aneh ya.. ada apa dengan davin dan keluarga nya" batin akbar bertanya tanya
__ADS_1
Tak lama Akbar menyudahi makannya dan segera keluar dari sana setelah membayar makanannya
*************
Bayu sedang mengendarai motornya dengan kecepatan agak tinggi karena dia sudah telat karena orderan food nya
namun didepan nya terdapat seorang ibu-ibu dengan motor matic nya tiba-tiba berbelok kekanan sedangkan sennya berada disebelah kiri
kontan saja Bayu segera menginjak rem dengan cukup keras sehingga dia hampir terjatuh karena menabrak belakang motor ibu tersebut
ciiiiitttttttt.... brakkk.. ibu tersebut hampir juga terjatuh dan segera menengok kebelakang dengan muka tak bersahabat
Bayu terdiam karena masih syok dan ibu itu akhirnya marah-marah terhadap nya..
"gimana sih dek kalau bawa motor itu pake mata dong gak dilihat apa ada motor Segede ini untung aja cuma nabrak pelan kalau saya jatuh gimana coba" ucap ibu itu dengan sewot
Bayu geram karena dimarahi ibu tersebut "Bu seharusnya saya yang marah karena ibu belok ke kanan tapi sennya kekiri dan lihat bu spakbor motor saya ikutan pecah
"kamu yang salah kok malah marah sama saya motor saya didepan kamu yang nabrak kan dan satu lagi saya mau belok kemana juga terserah" jawab ibu itu tidak mau kalah
"aturan dari mana bu bisa seperti itu yang ada sen ke kiri ya belok ke kiri bukan ke kanan.. membahayakan pengendara lain Bu" ucap bayu semakin kesal
"kamu gak usah sok nasehatin... saya paham aturan kok.. lagian kamu anak kemaren sore tau apa" jawab ibu itu tambah ngotot
__ADS_1
"ya tuhan.. saya lebih baik berantem sama preman sekalian dari pada sama ibu-ibu yang mau menang sendiri ini" batin bayu dongkol
Bayu kemudian melanjutkan perjalanan nya dengan penuh rasa dongkol dan tidak ingin berdebat lagi karena sedang terburu-buru dengan orderan nya