
Akbar sedang mengendarai motornya ke arah rumah kontrakannya karena ada beberapa mata kuliah hari ini bersama Bayu dan rian..
Akbar dan kedua sahabatnya tersebut memang mengambil jadwal kuliah malam agar siangnya bisa mencari orderan sebagai ojek online
ketika Akbar berhenti di lampu merah dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya..
dilihatnya Davin berada di toko bunga tersebut hendak membeli bunga mawar
"kenapa davin membeli bunga mawar ya?" batin akbar penasaran
akbar pun memutar arah dan berhenti tidak jauh dari toko bunga tersebut
"aku ga usah samperin dulu kali ya.? aku mau lihat untuk apa davin beli bunga mawar" gumam Akbar
Akbar diam diam memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh davin karena merasa penasaran dia mengurungkan niatnya untuk menyapa davin
setelah membeli bunga mawar davin segera pergi dengan sedikit terburu buru
Akbar mengikuti nya diam diam agar davin tidak curiga setelah sebelum nya menitipkan motornya.. setelah cukup lama berjalan akhirnya davin masuk kesebuah pemakaman umum diikuti oleh Akbar dengan heran
"untuk apa davin datang kekuburan..dan kenapa dia juga membawa bunga mawar" batin akbar makin penasaran
Davin berhenti disalah satu makam yang tampak usang namun terlihat bersih tatapan nya terlihat kosong dan davin mematung diatas makam tersebut cukup lama
Akbar yang memperhatikan semakin di buat penasaran "makam siapa itu yang Davin datengin ya"batin akbar
Akbar semakin mendekat namun berjalan pelan agar davin tidak menyadari kedatangannya
__ADS_1
Davin kemudian duduk disisi kuburan lalu berdoa dalam hati sambil mengangkat kedua tangannya
selesai berdoa Davin masih belum beranjak dari tempat duduknya
"ibu maafin davin ya baru bisa datang ke sini hari ini.. coba ibu lihat aku bawa bunga mawar kesukaan ibu lho" ucap davin sambil meletakkan bunga mawar di kuburan
"ibu aku kangen sama masakan ibu.. kangen sama suasana rumah bareng ibu tapi aku seneng kok ibu sudah bahagia disurga sana" kata davin sedikit terisak dengan air mata yang mulai turun
"maafin davin waktu itu yang ga bisa bantu ibu karena davin lemah.. aku nanti kalau sudah besar ingin jadi polisi yang menangkap orang jahat" kata davin polos
"ibu tenang aja ya.. aku sudah gak nakal kok jadi ibu ga perlu khawatir banyak orang yang sayang davin juga disini buktinya davin masih bisa makan.. ibu juga pasti sudah bahagia kan disurga bersama tuhan.. nanti davin ingin ketemu ibu disurga" davin terus saja berbicara sendiri
Akbar kaget dan tersentuh atas apa yang di katakan bocah polos tersebut sekaligus merasa kasihan karena anak sekecil ini sudah menanggung beban hidup yang berat
namun akbar masih merasa bersyukur karena davin terlihat tegar dan mengajarkan sebuah ketulusan dan keikhlasan
tiba-tiba akbar terduduk dan menangis karena menyadari bahwa dia telah membuat sakit hati ibu nya dan untuk pertama kalinya melihat ibunya menangis karenanya
sebulan yang lalu..
ayah dan ibu Akbar duduk di ruang tamu menunggu kedatangannya yang sedang kuliah dan tak lama akbar pun sampai dirumah
setelah makan bersama ayah Akbar mulai berbicara.. "nak ayah ingin membicarakan hal serius" kata ayah Akbar
Akbar pun mendengar kan apa yang akan dibicarakan oleh devano ayahnya.. ibunya dan adiknya juga diam sehingga suasana rumah tersebut tampak sedikit tegang
kemudian devano mulai menceritakan tentang sahabatnya yang telah membantunya dari ketika keluarganya dalam keadaan susah dulu
__ADS_1
waktu itu mereka sama-sama baru saja memiliki bayi devano memiliki bayi laki-laki dan sahabat nya memiliki bayi perempuan dan sahabatnya tersebut punya usul untuk menjodohkan nya ketika sudah besar kelak dan tanpa pikir panjang devano pun menyetujuinya
Akbar yang mengerti arah tujuan pembicaraan ini langsung menolak perjodohannya karena merasa dikekang dan devano cukup terkejut karena selama ini anak-anak nya tidak pernah membantah apa yang dikatakan nya
sehingga terjadi perdebatan yang cukup serius antara devano dan Akbar
Devano sangat marah dengan penolakan dari anaknya sehingga membuat nya mengeluarkan kata kata kasar
"KALAU KAMU TIDAK MENURUTI KATA AYAH LEBIH BAIK KELUAR DARI RUMAH INI" ucap devano marah
Akbar sangat terkejut dengan apa yang diucapkan ayahnya.. selama ini memang ayah nya sangat tegas terhadap anak-anak nya namun tidak disangka ayah nya sampai tega mengusir.
"baiklah jika itu kemauan ayah... akbar akan pergi dari rumah ini" ucap akbar sambil berjalan pergi
ibu dan vany adiknya juga tidak percaya apa yang dikatakan devano sehingga mereka masih tampak shock
setelah mengemasi barang nya Akbar keluar rumah tanpa berpamitan dengan keluarga nya namun ibunya menahannya dengan memegang tangannya
"nak jangan pergi ya.. masalah ini bisa di bicarakan baik-baik.. ayahmu sedang dalam keadaan emosi jadi turuti saja apa kata ayahmu ya nak" ucap ibunya dengan lemah lembut
"LEPASIN BU.. IBU SAMA BAPAK SAMA AJA" Akbar menarik paksa tangannya sehingga ibunya terjatuh kelantai
lalu tiba-tiba "plaaakkk" sebuah tamparan menghampiri pipi akbar yang dilakukan oleh vany adiknya
akbar kaget melihat adiknya seperti itu biasanya dia sangat menghormati kakaknya
namun akbar segera pergi dan tidak menghiraukan adiknya karena sedang terbakar amarah
__ADS_1
Flashback off
Akbar sangat menyesal atas tindakan dan sikap kasar terhadap ibunya yang sangat dicintainya tersebut