
bughhhhhh...
" aaaaaa ibu sakit " teriak saila.
saila merasakan sakit yang sangat menyiksa di punggung nyaa, tidak lama kemudian ia pingsan.
" saila sadar sayang hiks hikss, maafkan ibu saila yang tidak bisa menjaga kamu hikss.. jangan tinggalkan ibu saila " ucap ibu saila merasa bersalah.
" lihat lah william kau telat melukai anak kita hikss, tidak akan ku maafkan kau jika terjadi sesuatu dengannya! " ucap ibu saila.
Ibu saila lalu membawa saila menuju rumah sakit, karena rumah sakit yang jarak nya tidak begitu jauh jadi hanya memerlukan waktu 30 menit saja, kemudian sampailah saila dengan ibu nya di rumah sakit.
" susterrrr, dokterrrrr tolong anak saya dok " ucap ibu saila panik.
dokter dan suster pun langsung menghampiri dan merebahkan saila di tempat tidur lalu mereka mendorong nya memasuki ruangan.
" hikss tidak akan ku maafkan kau william jika terjadi sesuatu dengan putriku " gumam ibu saila.
ibu saila berjalan mondar mandir di depan pintu ruangan, rasa tidak tenang dan kekhawatiran menghampiri dirinya. saila anak yang paling ia sayang, ia tidak terima jika putri satu - satunya terluka oleh siapapun termasuk ayah kandungnya sendiri yang kejam.
dua jam kemudian terbuka lah pintu ruangan dimana saila di tangani, terlihat lah seorang dokter keluar dengan wajah sedih.
" dokter gimana keadaan anak saya dok? apa yang terjadi dengan nya dok? apa luka nya parah dok? " tanya ibu saila berbondong -bondong karena khawatir dengan putrinya.
" Ibu tenang saja saat ini saila sudah baikan hanya saja dia belum sadar karna obat bius nya, ia mengalami benturan yang sangat keras sehingga tulang punggung kiri nya mengalami patah kita sudah menanganni nya semaksimal mungkin. ia akan segera pulih, hanya saja nanti bekas luka sobekan di punggung nya akan susah hilang karena luka yang cukup dalam yang di sebabkan oleh benturan yang sangat keras tetapi dia akan sembuh. satu lagi bu, dari kejadian yang dia alami saila jadi trauma karna apa yang sudah ia lihat itu mengganggu sedikit mentalnya. jadi saya sarankan jangan perlihatkanlah kekerasan lagi di depan saila, karena jika terjadi ia akan ingat dengan trauma nya dan histeris.
" ya allah apa salahku hiks hikss" ucap ibu saila lemas setelah mendengar jawaban dokter.
" baik dokter saya akan melakukan apa yang dokter sarankan, apakah saya bisa melihat keadaan anak saya dok? " tanya ibu saila.
" silahkan bu, tapi saya akan memindahkan saila ke ruangan perawat dulu.. kalau begitu permisi bu " ucap sang dokter lalu pergi.
" hikss hikss aku tidak tega melihat saila seperti ini, akan kubawa saila pergi dari wiliam agar dia bahagia. " gumam ibu saila.
ibu saila berencana membawa saila pergi menjauh dari wiliam ketika saila sudah pulih, ia tidak mau melihat saila terus merasa sedih karna perbuatan ayahnya.
__ADS_1
" saila maafkan ibu yang tidak bisa menjagamu nak, ibu janji akan selalu menjagamu dari orang - orang jahat termasuk ayahmu. " ucap ibu saila sambil menggenggam tangan saila.
jari saila bergerak pertanda ia akan siuman, pelan - pelan ia membuka mata.
" ibu.. kenapa aku bisa ada disini? " ucap saila bingung.
" sewaktu kamu jatuh di dorong oleh ayahmu kamu pingsan sayang " jawab ibu.
" Ibu kenapa sedih? apa yang terjadi padaku bu? " tanya saila lagi.
" tidak apa - apa sayang, sudah kamu jangan banyak berbicara kamu istirahat saja dulu biar cepat pulih ya." ucap ibu sambil tersenyum kepadaku.
" nanti kalau kamu sudah benar - benar pulih kita pindah ya sayang dari rumah ayah, kita mulai dari nol lagi ya? kamu mau kan ikut ibu? " tanya ibu
" Kenapa memang bu? " tanyaku balik
" ibu tidak ingin kamu terluka lagi sayang ibu mau kamu bahagia, tidak merasakan kesedihan lagi. kamu mengerti kan maksud ibu? kamu mau kan sayang? " tanya ibuku
" iya bu aku mengerti.. aku mau bu yang penting kita tidak bisa di sakiti oleh ayah lagi" jawabku sambil tersenyum ke ibu.
" iya bu.. " jawab saila.
" terima kasih bu kau telah merawatku dengan penuh kasih sayang dari kecil hingga aku besar, aku akan membahagiakan ibu. aku tidak akan mengecewakan kau bu dan aku akan selalu menjaga ibu dari orang jahat terutama ayah yang sangat ku benci " ucap saila dalam hati.
" flashback off "
" yasudah kalau begitu cepat kamu mandi jangan sampai telat masuk sekolah, ibu akan siapkan sarapan untukmu." ucap ibuku
" siap ibu negara hehehe " jawab saila sambil hormat dan menyengir.
Jakarta, ya ini kota ku sekarang yang menjadi tempat tinggalku dengan ibu. setelah diriku pulih aku dan ibu langsung langsung meninggalkan kota kelahiran ku yaitu surabaya dan tentu saja meninggalkan ayahku yang sangat kejam itu.
__ADS_1
untunglah saat kita pergi meninggalkan kota itu dan datang ke kota jakarta ibu masih mempunyai uang tabungan yang lumayan cukup untuk kehidupanku di jakarta, tentu saja aku dan ibu tidak akan hanya menikmati uang itu hingga abis.
setelah mencari kontrakan yang sederhana untuk tempat tinggalku dengan ibu, beberapa hari kemudian ibu membuka warung kedai kopi. walaupun pendapatan sehari - hari nya tidak banyak tetapi lumayan cukup untuk nyambung hidup kedepannya. tiap hari nya lumayan banyak juga pengunjung nya karena yang berdatangan kebanyakan anak remaja.
" bu aku pamit berangkat sekolah dulu yaa " ucap saila yang sudah menyelesaikan sarapan nya dan menyalimi tangan ibunya.
" iyaa sayang hati - hati ya di jalan, semangat terus ya belajar nya. " jawab ibuku tersenyum dan mencium keningku.
" iya bu.. " ucapku.
jarak sekolahku dengan rumah yang agak lumayan jauh membuatku berangkat kesekolah menggunakan bus, ya aku sadar diri tidak mau menyusahkan ibu untuk itu aku berangkat sekolah menggunakan bus karena harganya yang murah bisa membuatku irit juga dari pada harus naik taksi.
setelah sampai di depan gerbang sekolah saila langsung berjalan untuk memasuki sekolahnya, saila pun mempunyai sahabat yang sangat baik. karena dia siswi berprestasi tentu saja dia bisa memasuki sekolahan yang cukup terkenal dan elit itu dengan beasiswa.
banyak siswa siswi yang enggan berteman dengan saila, ya jangankan berteman menyapa aja tidak sudi bagi siswa siswi yang dari kalangan orang berada karena bagi dia pantang untuk berteman dengan orang tidak selevelnya.
hal itu tidak membuat saila menyerah untuk mengejar cita - citanya, toh bagi dia mempunyai dua sahabat yang tulus juga sudah cukup apa lagi mereka selalu baik kepada saila walaupun kedua sahabatnya dari kalangan orang berada tetapi ia berteman dengan saila dengan tulus.
" heyyy baru datang kamu sailaa? " ucap bella sahabat saila yang menghampiri saila dengan mengagetkannya.
" huftt bella untung jantungku tidak copot, mengagetkan saja kamu " jawabku sebal.
" kamu tau kan aku naik bus dijalan juga macet jadi wajar kalau aku baru datang.. tapi aku tidak telat ini " ucapku meledek bella lalu menjulurkan lidahku dan berlalu meninggalkan bella.
" haisss nyebelin kau saila kebiasaan suka ninggalin aku " gumam bella lalu berlari mengerjar saila.
" saila tunggu.. aku ingin bilang tadiii ada seseorang pria yang datang menemui ku dan menanyakan tentang mu dan ingin bertemu denganmu. " ucap bella membuat ku bingung
" siapa pria yang ingin menemui ku? apa diaaa? tidakkk jangan sampai aku bertemu dengannya.. " ucap saila dalam hati.
•
•
•
__ADS_1
hayoo serius banget si bacanya😁 pasti pada kepo kan siapa pria yang ingin menemui saila? di tunggu up selanjutnya yaa, jangan lupa jempol, dan comen yang banyak yaa 😚 biar aku semangat teruss 😊😁