
" Iya ini aku Faqih rasya bima, apa kau melupakan ku? sudah lama aku mencarimu saila kenapa kau pergi begitu saja? " tanya faqih
ya seorang pria itu adalah Faqih tetangga sekaligus sahabat saila dari kecil, mereka berteman sangat baik. bahkan dari kecil faqih sudah mengagumi saila secara diam - diam. dia sangat baik kepada saila.
faqih sosok pendengar baik saila saat ia sedang mengalami masalah, terutama masalah tentang keluarga nya, bahkan sikap ayahnya saila pun faqih tahu. untuk itu faqih ingin sekali selalu berada di samping saila.
" Aku.. aku tidak pergi begitu saja, keadaan yang membuat ku harus pergi secepatnya, mangkanya aku tidak sempat untuk pamit dengan mu. maafkan aku faqih." ucap saila merasa bersalah dan menundukkan kepala.
Bagi saila faqih adalah sosok sahabat terbaik nya, faqih selalu menolong saat saila mengalami masalah bahkan saat ayahnya mengalami kerugian yang di sebabkan oleh pesaing nya faqih pernah meminjam kan uang kepada nya karena ia tau ayah saila selalu saja marah - marah melampiaskan amarah nya. untuk itu faqih meminjamkan nya agar saila dan ibu nya tidak kena pelampiasan dari ayah saila lagi.
terakhir saila pulih dan ingin meninggalkan kota kelahiran nya itu, saila ingin sekali bertemu sahabat baiknya terlebih dahulu sebelum pergi. tetapi saila berfikir lagi, ia tidak ingin membuat sahabat nya khawatir. dan saila juga berencana mau pergi dari kehidupan faqih agar faqih tidak di repotkan lagi dengannya. untuk itu ia mengurungkan niat nya yang ingin berpamitan dengan sahabat nya.
" Sebenarnya apa yang terjadi saila dengan mu? sampai kau pergi tidak pamit dengan ku dan malah tinggal di jakarta sekarang ? " tanya faqih cemas.
" aku.. maaf faqih aku harus segera pulang pasti ibu sudah lama menunggu ku." jawab saila cepat, dan ingin keluar dari mobil faqih.
Saat saila teringat untuk tidak akan merepotkan faqih lagi, ia langsung ingin beranjak keluar dari mobil. saat saila sudah memegang handel pintu dan ingin membuka nya, lengan saila langsung di tarik oleh faqih dan saila langsung jatuh di pelukan faqih.
degg..
" Sudah lama aku tidak merasakan kenyamanan ini lagi saila, aku mencintaimu saila.. ku mohon jangan pergi meninggalkan ku. " ucap faqih dalam hati.
saat faqih sedang merasakan kenyamanan yang ada dalam diri saila, faqih langsung di kejutkan oleh saila, ya faqih langsung di dorong oleh saila.
" Apa maksud mu faqih? aku sudah bilang ibu ku sudah menunggu ku di rumah, ia pasti sedang mengkhawatirkan ku. " ucap saila tegas.
" ya sudah kalau kamu belum mau cerita tidak apa - apa saila. aku akan menunggu mu sampai kamu bersedia cerita dengan ku. " ucap faqih sedih.
" maafkan aku faqih, suatu saat aku akan menceritakan nya. sekarang aku ingin pulang ibu pasti sudah lama menunggu ku. " ucap saila
__ADS_1
" di mana rumah mu? sebaik nya aku mengantar mu saja, kamu mau kan? " tanya faqih lalu saila mengangguk dan menunjukkan arah jalan ke rumah nya.
Saat sudah sampai rumah saila, faqih di persilahkan masuk ke dalam rumah nya.
" maaf faqih aku harus ke samping dulu aku ingin mengantar kan kopi pesanan ibu ke kedai nya tidak jauh kok hanya di samping rumah saja, kamu mau minum apa? biar sekalian aku buatkan. " ucap saila.
" iya tidak apa - apa saila, aku ingin minum kopi saja. " jawab faqih tersenyum.
suasana kedai kopi ibu saila sangat ramai karena pengunjung nya yang kebanyakan anak remaja, awal menjalankan usaha kedai memang masih sepi mungkin karna belum banyak yang tahu ada kedai baru, tapi setelah sebulan lebih pengunjung nya makin lama makin meningkat. ibu saila sangat senang karena peningkatan pengunjung tentu saja pendapatan juga meningkat.
" Saila kamu dari mana saja? ibu mengkhawatirkan mu? kenapa kamu lama sekali? " tanya ibu cemas.
" maaf bu kalau saila lama, saila tadi bertemu dengan faqih di depan supermarket jadi kita mengobrol sebentar. " jawab saila merasa bersalah sambil memberikan kopi pesanan ibunya.
" tidak apa - apa saila ibu hanya mengkhawatirkan mu saja, di mana faqih? sudah lama ibu tidak bertemu dengan nya. " tanya ibu saila.
" faqih ada di rumah bu, aku juga ingin membuat kan kopi untuk nya. " jawab saila.
" Assalamualaikum, eh nak faqih gimana kabar nya? " ucap ibu saila.
" waalaikumsalam bu, alhamdulillah baik bu.. ibu gimana kabar nya? " tanya faqih sopan.
" alhamdulillah baik nak faqih." jawab ibu saila tersenyum.
faqih sangat dekat dengan ibu saila, bahkan faqih sudah menganggap ibu nya saila sebagai ibu kandung nya sendiri, setelah beberapa saat ibu saila sedang berbincang - bincang dengan faqih, saila datang membawa kan kopi untuk faqih dan duduk di depan faqih, lalu ibu saila meninggal kan mereka berdua agar lebih leluasa mengobrol.
" silahkan di minum kopi nya faqih. " ucap saila tersenyum lalu faqih mengangguk dan meminumnya.
" enak kopi buatan kamu saila, terimakasih ya. " ucap faqih.
__ADS_1
setelah cukup lama mereka berdua mengobrol, faqih pun berpamitan untuk pulang dengan saila dan ibu saila yang sedang ada di kedai nya. saila pun bergegas ke kamar nya untuk mandi setelah mengantar faqih kedepan rumahnya untuk pulang.
" kenapa faqih bisa berada disini? apa dia benar mencariku selama ini? " ucap saila dalam hati.
saat saila sedang melamun di dalam kamar nya, saila di sadarkan oleh bunyi ponsel nya yang terus berdering lalu dia segera mengambil hp nya dan melihat siapa yang menelfon nya, ternyata bella sahabat saila yang menelfon nya.
" Hallo saila.. kamu lagi apa? aku kangen nih hehe" ucap bella.
" hmm ada apa kamu menelfone ku? baru juga tadi di sekolah kita bertemu sekarang sudah bilang kangen aja.. aku tahu pasti ada maksud kan? cepat kata kan tidak usah basa basi deh. " ucap saila yang sudah tahu sifat bella sahabat nya.
" hehe kamu tau aja saila.. hmm aku ingin mengajak mu untuk menemaniku pergi ke rumah teman kakak ku untuk mengambil jam pesanan ku, kamu mau kan menemani ku? " tanya bella.
" kapan memang nya? lagian kenapa tidak minta di antar oleh kurir saja sih pesanan mu? " jawab saila.
" besok malam saila please mau yaa, aku tidak mau di antar oleh kurir karena ini jam yang sudah aku ingin - inginkan sejak lama.. aku tidak mau lecet sedikitpun mangkanya aku mau aku sendiri yang langsung mengambil nya. " ucap bella memelas.
" baiklah aku mau menemani mu, besok malam jemput aku saja dan izinkan ke ibu ku ya. " ucap saila
" uww makasih saila kamu memang sahabat terbaik ku deh, siap besok aku jemput dan minta izin kepada ibumu. ya sudah kalau begitu aku aku tutup ya telphone nya bye.. " ucap bella.
karena besok hari libur tentu saja saila akan berdiam di rumah dan membantu ibunya di kedai nya, dan malam nya dia akan bersiap - siap untuk menemani sahabatnya mengambil pesanan jamnya.
setelah bertelfonan dengan sahabatnya saila beranjak untuk mandi lalu ia merebahkan diri nya di kasur kesayangan nya, tidak lama kemudian saila sudah memasuki alam mimpi Zzzzzz.
•
•
•
__ADS_1
terima kasih sudah bersedia menunggu kelanjutan kisah saila 😊 di next episode akan ada kisah lebih seru dimana ada seorang pria yang akan jatuh cinta.. kepo kan pasti siapa pria itu? hehe di tunggu up selanjut nya ya 😊❤