One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 13


__ADS_3

Sekarang tiba waktunya untuk Jesi pulang ke apartemennya dengan wajah lelahnya ia segera membereskan mejanya agar Rafi sebelum ia besok bekerja kembali.


" Waktunya pulang " ucap Jesi senang


Suara telepon kantor mengagetkannya sehingga dengan terpaksa ia segera mengangkatnya.


Kring... Kring..


" Halo " ucap Jesi


" Kamu keruangan ku sekarang " ucap Rifa


" Baik Tuan " ucap Jesi langsung menutup teleponnya


Jesi segera menuju ruangan sang CEO yang berada di belakang mejanya


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Tuan memanggil saja, ada yang bisa saya bantu " ucap Jesi


" Tolong Foto copy dokumen ini " ucapnya Rifa


" Tapi Tuan ini sudah waktunya jam pulang kantor " ucap Jesi


" Lebih sedikit saja, kamu perhitungan sekali " ucap Rifa


" Bukan begitu Tuan... aku hanya " ucap Jesi mencoba menjelaskan


" Ini berkasnya.. Saya mau sekarang juga di Foto copy nya " ucap Lio


" Baik Tuan, Tuan butuh berapa lembar dokumen " ucap Jesi


" Aku butuh untuk tiga orang saja " ucap Rifa


" Baik Tuan " ucap Jesi


" Cepat pergi " ucap Rifa


Kini Jesi segera pergi ke ruangan Foto copy untuk melakukan apa yang Rifa perintahkan, meskipun dalam hati ia sangat kesal karena Rifa mungkin sengaja mengerjainya.


" Dasar Bos ga ada Galak, masa ia aku kerjain terus, tapi kamu jangan menyerah Jesi pasti kamu bisa " batin Jesi


" Aduh Ko perutku mual begini... kenapa ya, apa gara-gara tadi di kasih makanan oleh Tuan Rifa, atau jangan-jangan ada racunnya " ucap Jesi kaget


" Aku harus segera menyerahkan ini lalu pulang.. aku tidak mau mati di sini " batin Jesi


Setelah Jesi selesai, ia segera bergegas ke ruangan sang majikan yang ternyata ada suara aneh di sana.


" Sayang aku merindukanmu " ucap wanita yang tidak asing itu


" Ko aku mendengar seperti suara Nona Karen.. atau jangan-jangan Merek sedang, tapi aku tidak boleh berpikiran macam-macam " batin Jesi


Jesi mengintip dari pintu yang ia buka sedikit, Jesi kaget ketika Keren sengaja memakai pakaian seksi itu untuk menggoda Sang Ceo

__ADS_1


" Astaga benar aku bilang, ternyata benar rumor yang beredar jika Tuan Rifa playboy " batin Jesi


" Aku sedang tidak mood bermain denganmu " ucapnya Rifa dengan wajah acuhnya


Karen Tidak tinggal diam ia segera membuka kancing bajunya agar Rifa semakin tergoda padanya.


" Sayang " ucap Karen duduk dipangkuan Rifa


" Turun... " ucapnya Rifa


" Tidak mau " ucap Karen


" Karen Lepas.. Kalau kamu tidak mau pergi aku akan menyeret mu pergi sekarang juga " ancam Rifa


" Aku merindukan mu sayang " ucap Karen


" Apa... Tuan Rifa menolak Nona Karen " batin Jesi


Jesi kini berbalik dan melihat Fadli di depannya dengan tatapan tajam.


" Kenapa Kau belum pulang " bentak Fadli


" Eh.. em.. anu.. em... " ucap Jesi gugup


Mendengar hal ribut di luar Rifa langsung mendorong Karen hingga terjatuh, dan ia segera menghampiri keributan yang terjadi di depan pintu ruangannya.


" Cepat katakan... " ucapnya Fadli


Ceklek,,


" Maf Tuan tadi saya melihat jika Nona Jesi itu mengintip anda Tuan " ucap Fadli


" eh.. tidak... bukan begitu " ucap Jesi


" Mana Laporan yang saya suruh " tanya Rifa


" Ini Tuan " ucap Jesi


" Dari pada aku harus di ganggu terus oleh ****** itu, lebih baik aku pergi bersama Jesi saja.. sebagai alasan " batin Rifa


" Fadli, tolong simpan dokumen ini di meja kerjaku, dan mana kunci mobilmu " ucap Rifa


" Tuan Mau kemana biar saya antar " ucap Fadli


" Tidak Usah kamu urus Saja Keren " cibir Rifa


" Baik Tuan " ucap Fadli


" Ayo sekarang ikut Saya " ucap Rifa sambil menarik tangan Jesi dengan paksaan


" Tapi Tuan kita mau kemana " ucap Jesi bingung


Mereka segera menuju lift khusus CEO, ada rasa deg degan dan ketakutan yang Jesi tunjukan.


" Sial kenapa di perhatikan Wanita ini cantik juga, mirip dengan Mesi " batin Rifa


" Tuan sebenarnya kita mau Kamana " tanya Jesi

__ADS_1


" Menurutmu kemana " ucap Rifa dengan senyuman jahat mendekati Jesi namun Jesi terlihat menghindar dan mundur ke belakang hingga mengenai Tembok Lift.


" Tuan jangan dekat-dekat jaga jarak " ucap Jesi


" Kenapa kamu gugup " tanya Rifa


" Ako aku merasakan deg degan ada apa sebenarnya dengan aku " batin Rifa


" Tuan Tolong lepaskan aku " ucap Jesi


" Kamu mau aku lepaskan tapi dengan Satu syarat " ucap Rifa dengan senyum jahatnya


" Apa Tuan " ucap Jesi bingung


" Kamu harus mencium bibirku " ucap Rifa


" Maksud Tuan apa " ucap Jesi kaget


Rifa pun dengan tiba-tiba langsung mencium Jesi dengan paksa membuat Jesi langsung mendorongnya.


" Apa yang kamu lakukan " ucap Rifa


" Em.. Tuan aku pulang dulu, permisi " ucap Jesi langsung pergi dari sana namun Rifa langsung mengejarnya


" Tunggu " ucap Rifa mengejar Jesi


" Apa yang sebenarnya di pikirkan Tuan Lio " batin Jesi


" Bibirnya terasa manis sekali " batin Rifa


" Tunggu.. hey.. Jesi... " ucap Rifa masih mengejar Jesi


" Tuan ada apa Kamu mengejar ku " ucap Rifa


" Aku akan mengantarmu " ucap Rifa langsung menarik tangan Jesi dan membawanya ke dalam mobil.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2