One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 17


__ADS_3

Jesi masih berada di kamar Rafa, ia masih terbaring lemah di ranjangnya. Rafa duduk di sampingnya Jesi sambil memegang tangan Jesi dengan wajah sedihnya.


" Kamu bangun Jes,... aku sangat mengkhawatirkan mu" ucap Rafa


" Kamu tenang Raf, Jesi pasti akan segera sadar " ucap Lio


" Semoga jasa Ucapan mu benar " ucap Rafa


" Aku sedih melihat Rafa jadi begini " batin Rena


Tak lama kemudian sang dokter pun datang, Ia adalah dokter temanya Refa.


" Tuan dokternya sudah datang " ucap Sang pelayan disana


" Suruh dia masuk " ucap Ehan


" Baik Tuan "


Sang dokter pun segera mengetuk pintu kamar itu, lalu segera memeriksa keadaan Jesi.


Tok... Tok.. Tok...


" Permisi, Saya Amel.. " ucap Sang dokter


" Dokter Amel si masuk saja, ini pasiennya sedang pingsan " ucap Refa


" Baik Kalau begitu, mohon untuk yang lainnya menunggu di luar, saya ingin memeriksa Pasien " ucap Dokter Amel


" Tapi Dok saya mau disini melihat keadaan Jesi " ucap Rafa


" Raf, sebaiknya kita keluar dulu " ucap Lio


" Ia betul Rafa.. biarkan dokter memeriksa keadaan Jesi dulu " ucap Mesi


" Ayo Ka, kita keluar " Ucap Refa


" Kamu disini saja... " ucap Rafa


" Asal Kaka keluar dahulu " ucap Refa


" Baiklah " ucap Refa


Kini mereka sudah keluar dari kamar Rafa, mereka menunggu hasil pemeriksaan di luar kamar Rafa sementara di dalam kamar ada Dokter Amel dan Refa.


" Kenapa dia bisa pingsan " tanya dokter Amel


" Dia tadi muntah, terus wajahnya pun terlihat pucat " ucap Refa


" Aku akan memeriksa tekanan darahnya " ucap Dokter Amel


" Silahkan dok " ucap Refa


Dokter Amel segera memeriksa keadaan Jesi namun Kini Jesi malah bangun dari pingsannya.


" Aduh kepalaku pusing " ucap Jesi

__ADS_1


" Apa yang kamu rasakan saat ini " ucap Dokter Amel


" Aku merasa pusing dan Mual " ucap Jesi


" Sejak kapan kamu merasakan pusing dan Mual " tanya Sang dokter


" Dari pagi Dok, bahkan ketika aku mencium bau sesuatu rasanya ingin sekali kuntah " ucap Jesi


" Benar dengan dugaan ku " batin Refa


" Apa kamu sudah datang bulan untuk bulan sekarang " tanya sang dokter lagi


" Belum sih Dok.. tapi kenapa Dokter menanyakan itu " tanya Jesi


" Tidak apa-apa.. hanya ingin memastikan saja " ucap Sang dokter


" Apa penyakit saya berbahaya " tanya Jesi


" Sepertinya tidak, tapi saya harus memastikannya.. tolong kamu pipis di toilet lalu air kencingnya di simpan di wadah ini " ucap Dokter Amel


Dokter ko jorok sih, mau aja menyimpan air kencing saya " ucap Jesi


" Biar aku bantu ya " ucap Rafa sambil tersenyum


" Kamu tenang saja aku adiknya Rafa " ucapnya lagi


" Baiklah kalau begitu " ucap Jesi segera pergi ke kamar mandi di bantu oleh Refa


" Kamu jangan lihat dong, aku akan malu " ucap Jesi


" Sebenarnya kita kenapa sih, harus gitu kaya begini " ucap Jesi


" Sudah turuti saja agar tau hasilnya " ucap Refa


" Kamu baik sama seperti Rafa " ucap Jesi


" Apa kamu mencintai kakakku Rafa " tanya Refa


" Tapi apa mungkin kita bersama " ucap Jesi


" Kenapa tidak " ucap Refa


" Tapi aku sudah kotor, apa Rafa bisa Nerima aku " batin Jesi


" Aku lebih setuju Rafa dengan Jesi dari pada harus dengan si Rifa brengsek itu " ucap Refa dalam hatinya


" Ini ..." ucap Jesi menyerahkan wadah kecil berisi air kencingnya


" Kamu biar aku bantu ke tempat tidur lagi " ucap Refa


" Tidak usah, aku bisa sendiri " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Refa


Refa segera mengeluarkan alat tespack agar mengetahui jika Jesi hamil atau tidak, menurut dugaan dia dan Dokter Amel jika Jesi tengah hamil.

__ADS_1


" Aku sudah tdiak sabar menunggu hasilnya " ucap Refa


Ia mengeluarkan Testpack itu kedalam air kencing Jesi barusan. Tidak butuh menunggu lama kini hasilnya bisa di lihat


" Astaga benar seperti dugaan ku... aku harus bagaimana menyampaikannya " ucap Refa bingung


" Aku harus mengetesnya lagi dengan beberapa tespack yang baru " ucap Refa


Setelah menggunakan beberapa alat Tespack barulah kesimpulan bisa di ambil. Refa segera menyerahkan hasil tespack itu pada Dokter Amel.


" Dok.. aku sengaja mengetes lima alat ini takut hasilnya akan berbeda " ucap Refa


" Tidak masalah, coba saya Lihat " ucap Dokter Amel


Sambil tersenyum dokter Amel pun segera memberitahukan ini pada Jesi


" Nona Jesi kapan terakhir anda datang bulan " tanya Dokter Amel


" Aku lupa lagi, yang jelas bulan kemarin saya datang bulan kalau sekarang mungkin sedikit telat nanti juga akan datang bulan " ucap Jesi


" Bagaimana bisa datang bulan, orang kamu hamil Jesi " batin Refa


" Nona Jesi... selamat anda hamil " ucap Dokter Amel sambil tersenyum


" Apa.. saya hamil " ucap Jesi sambil meneteskan air matanya


" Sudah kamu jangan khawatir.. semua akan baik-baik saja " ucap Refa memeluk Jesi


" Baik-baik bagaimana, jika anak ini lahir tanpa seorang bapak " ucap Jesi sambil menangis


" Nona Jesi tenangkan dirimu, wanita hamil tidak baik marah-marah, itu Tidka baik untuk janinmu " ucap Dokter Amel


" Hiks... Hiks... Hiks... " ucap Jesi menangis


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2