One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 49


__ADS_3

Sementara Rafa melihat hal itu awalnya kesal dan marah namun melihat ekspresi Rifa dan Mesi ia malah berubah jadi senyum mendengar mereka bertengkar.


" Sebenarnya Jesi itu memang ingin ketemu Rifa atau mau mengerjai dia " batin Rafa


Rifa kini hanya bisa bersabar pucat ketika Jesi memintanya untuk memanjat pohon mangga sedangkan Mesi terlihat menertawakannya.


" Cepat manjat, demi bayi kamu " ucap Mesi


" Ya sabar dong " ucap Rifa sambil bercucuran keringat


" Aku ingin mangga yang ada di paling atas " ucap Jesi


" Apa.. paling atas " ucap Rifa


" Ia.. memangnya kenapa " ucap Jesi


" Ini mangga masih mentah, kenapa ga makan mangga yang sudah matang saja " ucap Rifa


" Aku juga sudah bilang begitu " ucap Mesi


" Aku ga mau, aku maunya mangga muda dan kamu yang petik " ucap Jesi


" Kalau begitu cepat kamu naik ke atas pohon " ucap Mesi


" Sebenar aku akan mengambil tangga " ucap Rifa


" Ga boleh, pokonya kamu harus manjat pohon jangan di bantu apapun, ia kan Jesi " ucap Mesi


" Ia benar " ucap Jesi


" Sepertinya Mesi memprovokasi Jesi untuk mengerjaiku " batin Rifa


" Coba aku mau lihat, apa kamu bisa memanjat pohon itu, pasti ekspresi wajah Rifa sangat lucu " batin Mesi


" Baiklah demi anak kita " ucap Rifa


" Ia terima kasih " ucap Jesi sambil tersenyum senang


Rifa pun segera memanjat pohon mangga meskipun ia terlihat ragu-ragu dan takut namun ia paksakan demi gengsinya, ia tau pasti kalau ia menolak Mesi akan meledeknya.


" Pokonya aku harus bisa.. malu kalau aku sampai mereka tau aku tidak bisa manjat pohon " batin Rifa


" Hahhaha, bilang takut aja kenapa harus memaksakan " batin Mesi


" Sudah tau tidak pernah manjat pohon tapi memaksakan " batin Rafa dari kejauhan


Rifa sudah berada di atas pohon, lalu ia memetik buah mangga sesuai dengan petunjuk Jesi.


" Rafa coba petik yang ada di atas kepalamu " ucap Jesi


" Eh maaf maksudku Rifa " ucap Jesi sambil tersenyum


" Kenapa aku hatiku ingin Rifa yang memetik buah mangga nya tapi Dalam mulutku menyebut nama Rafa " batin Jesi


" Kenapa Jesi malah ingat Rafa bikin kesal saja " batin Rifa

__ADS_1


" Aku sudah pernah bilang, jika orang yang dicintai Jesi adalah Rafa, ia butuh Rifa karena keinginan bayinya " batin Mesi


" Jesi ternyata tidak melupakan ku ternyata... " batin Rafa senang


" Apa yang ini " ucap Rifa


" Ia yang itu " ucap Jesi


" Aku sudah petik, Kamu mau yang mana lagi " tanya Rifa


" Yang disamping kamu satu " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Rifa


" Sebaiknya Kamu lempar ke bawah mangga nya " ucap Mesi


" Benar juga dia " batin Rifa


" Kamu tangkap ya " ucap Rifa pada Mesi


" Enak saja, kamu lembarnya ke arah lain yang ga ada aku dan Jesi " ucap Mesi


" Baiklah cerewet " ucap Rifa


" Sial, aku malah dibilang cerewet.. awas saja pembalasan ku " batin Mesi


Rifa langsung melempar buah mangga kesamping yang tidak ada Jesi dan Mesi. Setelah buah itu di bawah Mesi dan Jesi langsung mengambil buah tersebut.


" Wah besar juga buahnya " ucap Jesi


" Pasti ini enak banget " ucap Jesi sambil memegang buah mangga itu


" Kalau begitu ayo kita cuci buahnya lalu aku akan menggupaskan buah mangga ini untukmu " ucap Mesi


" Kamu serius " ucap Jesi senang


" Ya udah yu " ajak Mesi


Rafa langsung datang dan menghampiri Mesi dan Jesi yang sedang membawa buah mangga itu.


" Sayang " ucap Rafa sambil tersenyum


" Loh ko kamu kesini Sayang " ucapan Jesi Sambil tersenyum senang


" Aku rindu padamu " ucap Rafa sambil memeluk Jesi


" Kenapa Rafa ada disini " batin Rifa


" Aku cuci dulu ya mangga nya, nanti kalau sudah di kupas aku bawa kesini " ucap Mesi


Sebenarnya Mesi berbicara begitu sengaja, agar Jesi dan Rafa bisa berduaan namun ternyata Rafa malam merebut buah itu lalu mencucinya dan mengupas buahnya.


" Tidak usah, biar aku yang cuci buahnya dan mengupasnya " ucap Rafa sambil tersenyum


" Wah beruntung sekali kamu punya calon suami yang pengertian seperti Rafa tidak seperti yang diatas pohon " ledek Mesi

__ADS_1


" Kamu membicarakan aku " ucap Rifa


" Tidak, dasar sok kepedean " ucap Mesi kesal


" Jesi ayo kita kedalam, kita makan buah mangga nya " ucap Mesi sambil tersenyum


" Eh jangan kabur kamu " ucap Rifa


" Rafa ayo kita kedalam " ajak Jesi


" Loh ko aku di tinggal, hey... tungguin aku " ucap Rifa sambil berteriak-teriak


" Eh, Rifa itu kenapa " tanya Jesi bingung


" Biarkan saja... dia juga nanti turun dan menghampiri kita " ucap Rafa


" Baiklah.. " ucap Jesi


" Mesi kamu temani Jesi ya, biar aku potong-potong dulu mangga nya " ucap Rafa


" Ok " ucap Mesi sambil tersenyum


Rafa pergi ke dapur untuk memotong-motong mangga muda tersebut namun sebelum di potong-potong ia mengupas dulu kulitnya lalu mencuci bersih, setelah itu baru ia menyiapkan piring dan mengulasnya.


Ditempat lain Rifa benar-benar kesal, marah dan takut, ia merasa mereka bertiga sudah mengerjai dia, ia terus berteriak namun ketiga orang itu tidak mendengarnya.


" Jesi tolongin aku... " teriakannya Rifa


" Mesi... Rafa... tolong... " ucap Rafa namun tidak ada jawaban


" Sialan... mereka pada kemana sih... aku ditinggal disini lagi, mana sendirian dan ga bisa turun pula " batin Rifa


Tukang kebun yang sudah selesai istirahat menghampiri suara Rifa yang berteriak-teriak itu.


" Loh Tuan Rifa ngapain di atas pohon " tanya Sang tukang kebun


" Pa Udin tolong turunin saya " ucap Rifa merasa senang karena akhirnya ada yang mau menolongnya


" Aduh Tuan, bagaimana sih kalau ga bisa turun jangan naik " ucap Pa Udin


" Aku juga terpaksa naik ke atas pohon bukan sengaja " ucap Rifa


" Oh begitu.. sebentar Pa Udin bawakan dulu tangga " ucapnya melangkah pergi


" Untung ada Pa Udin.. " batin Rifa


Tak lama kemudian sang tukang kebun itu membawakan tangga untuk membantu Rifa turun dari pohon.


" Tuan Rifa, silahkan turun saya pegangin tangganya " ucap Pa Udin


" Pa Udin pegang yang benar jangan sampai saya jatuh " ucap Rifa


" Ia Tuan " ucap Pa Udin


Rifa pun segera turun dari sana dengan hati-hati dan sedikit ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2