One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 30


__ADS_3

Rifa segera keluar dari ruangan Rafa, dilihatnya Jesi sudah menghabiskan Rujak tersebut. Ada senyuman yang terukir di wajah Rifa ketika apa yang dia berikan bisa diterima oleh Jesi.


" Sudah habis saja rujaknya " ucap Rifa


" Habisnya ini enak " ucap Jesi


" Kamu bisa mendapatkannya tiap hati " ucap Rifa sambil tersenyum


" Apa maksudmu " tanya Jesi bingung


" Aku pamit, bye " ucap Rifa langsung pergi dari sana


" Maksudnya Rifa apa, atau jangan-jangan rujak itu dari dia " batin Jesi


" Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku " batin Rifa


.


...****************...


.


Flash Back,,


Rifa sedang mengerjakan laporan yang di minta oleh Rafa, tiba-tiba Susan datang dari bagian keuangan untuk menyerahkan data keuangan pada Rifa


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Tuan Rifa maf saya ingin memberikan data yang anda minta " ucap Susan


" Taruh saja di meja " ucap Rifa


" Kenapa Susan perutnya besar " batin Rifa


" Kalau begitu saya permisi " ucap Susan hendak melangkah pergi


" Tunggu " ucap Rifa


" Ada apa Tuan " ucap Susan heran


" Susan, kenapa perutmu besar begitu " tanya Rifa


" Aku sedang hamil Tuan " ucap Susan


" Wah, selamat ya Susan " ucap Rifa sambil tersenyum


" Terima kasih Tuan, ini yang saya tunggu-tunggu selama ini bersama suami saya, setelah Dua tahun menikah " ucap Susan


" Berapa usia kandungan ku " tanya Rifa


" Baru Empat bulan Tuan " tanya Jesi pada dirinya Sendiri


" Apa nanti Jesi pun perutnya akan besar juga, kasian juga dia pasti berat membawa perut begitu " batin Rifa


" Apa tidak berat dengan perut begitu " ucap Rifa


" Sebagai calon ibu, saya sangat bahagia, apapun akan aku lakukan untuk bayi ku " ucapnya Susan


" Apa Jesi juga bahagia dengan bayi itu, bukannya harusnya ia berpikir jika bayi itu nantinya akan menjadi beban untuknya " batin Rifa

__ADS_1


" Lalu apa kamu tau makanan kesukaan ibu hamil " tanya Rifa


" Biasanya kami para ibu hamil kebanyakan suka yang pedas-pedas Tuan, tapi tergantung selera, tapi kalau usia kandungan belum genap empat bulan bisanya mereka suka yang pedas-pedas, dan kalau siang-siang begini sih rujak paling enak karena asam pedas manis gitu Tuan " ucap Susan


" Ide yang bagus, aku akan membelikan Jesi rujak biar dia senang dan bahagia " batin Rifa


" Sepertinya enak, apa kamu mau Rujak hari ini " tanya Rifa


" Em.. memangnya kenapa Tuan... apa Tuan mau membelikan Rujak untukku " tanya Susan senang


" Aku akan membelikan Rujak untukmu asalkan kamu membawakan rujak untuk ku satu, tapi kamu harus memberikan Rujak yang enak dan segar " ucap Rifa


" Tuan juga ternyata suka rujak, seperti ibu hamil juga " tanya Susan heran


" Hanya ingin mencobanya, aku belum pernah memakannya " Ucap Rifa


" Baik Tuan, Saya akan segera membelikannya untukmu " ucap Susan


" Sebelum makan siang berakhir, kamu harus berikan padaku rujaknya " ucap Rifa


" Baik Tuan " ucap Susan


" Apa ini cukup " ucap Rifa memberikan satu lembar yang seratus ribu


" Ini lebih dari cukup, malah ada Kembaliannya " ucap Susan


" Ambil Kembaliannya untukmu " Ucap Rifa sambil tersenyum senang


" Baik Tuan terima kasih " ucap Susan


Susan segera pergi sedangkan Rifa segera menyelesaikan pekerjaannya.


" Aku akan mengambil hati Jesi.. dan merebut dia dari tangan Rafa " batin Rifa


.


...****************...


.


" Susah selesai kerjanya " tanya Rafa


" Sudah " Ucap Jesi


" Yu kita pulang " ajak Rafa


" Ayo " ucap Jesi sambil tersenyum


Merekapun segera melangkah menuju parkiran mobil, namun tiba-tiba Rafa sudah menunggu mereka di lobi.


" Hai " ucap Rifa


" Mau apa kamu " tanya Rafa


" Aku mau nebeng sama Ka Rafa " ucap Rifa


" Ga mau " ucap Rafa


" Kamu tega sama aku " ucap Rifa dengan wajah memelas


" Kamu nak taksi saja " ucap Rafa


" Ga mau, ayolah ka " ucap Rifa

__ADS_1


" Jesi... tolongin aku " ucap Rifa


" Ga mau " ucapnya Jesi


" Ayo sayang kita pergi " ucap Rafa


Seperti biasanya Rifa langsung medik kedalam kursi belakang mobil Rafa.


" Terserah kalian mau apa, aku mau duduk disini sampai mansion " ucap Rifa


" Sudah biarkan saja dia " ucap Jesi


" Baiklah sayang " ucap Rafa


Rafa segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sementara Rifa terlihat mencuri-curi pandang pada Jesi.


" Sayang, kata Umi hari ini kita harus cepat pulang, karena hari ini Lio akan melamar Mesi di Rumahnya " ucap Jesi


" Harusnya itu aku yang melamar Mesi bukan Lio " ucap Rifa


" Cukup.. relakan saja Mesi untuk Lio " ucap Rafa


" Ya.. ya mau gimana lagi " ucap Rifa sambil mencuri-curi pandang melihat wajah Jesi


" Kamu jangan mau aku colok matamu " ucap Rafa


" Apa maksudmu " ucap Rifa kaget


" Sayang kamu kenapa " ucap Jesi


" Sayang, Rifa tadi curi-curi pandang padamu.. " ucap Rafa


" Ish kenapa Rafa bisa tau sih " batin Rifa


" Apa dia sudah gila, awas saja kalau berani godain Jesi... " batin Rafa


" Masa ia Rifa begitu, kamu kan tau kemarin Rifa bilang aku bukan tipe wanitanya " ucap Jesi


" Tapi sayang " ucap Rafa


" Biarkan saja... jangan di ladenin " ucap Jesi


" Baiklah.. " ucap Rafa mengalah


" Ternyata susah juga dapetin hati Jesi.. tapi aku tidak akan menyerah " batin Rifa


" Aku harus awasi gerak-gerik Rifa " batin Rafa


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2