ONESHOOT STORY

ONESHOOT STORY
. Good Bye .


__ADS_3

  ❝ GOOD BYE❞


Cast: - Ino Yamanaka


- Sai


Genre: Hurt, Angst


0:35 ━❍──────── \-5:32


↻ ⊲ Ⅱ ⊳ ↺


Aku tau ini tidak mudah, melewatkan beberapa tahun bersamamu. Bersama kenangan kita.


Lelah? Ya mungkin aku sudah lelah. Lelah akan keadaan, lelah akan semua ini. Tetapi kau mencoba memperbaiki yang sudah rusak.


Waktu berputar begitu cepat, hari demi hari telah ku lewati bahkan musim sudah berganti dan kini aku masih bersamamu. Senyumanmu tak pernah pudar saat berhadapan denganku,


"Ino, mengapa kau tidak memakai mantel mu? Ah pakai ini agar kau terus hangat." ucap Pria tampan yang tengah menyandarkan mantel ketubuh sang Kekasih, Sai.


"Ah, maaf aku lupa." Sai mengusap sekilas surai pirang yang selalu ia rindukan. Tatapan matanya memiliki arti tersendiri, entah apa yang tengah Sai fikirkan.


Tapi, ingatlah hidup bukan hanya tentang bahagia saja. Memorinya mendadak berputar begitu cepat mengingat kejadian yang tak ingin Ino ingat. Dimana ia melihat dengan matanya sendiri ketika Sai berjalan dengan wanita lain,


"Sai, apa kau memiliki kekasih?" ucap wanita dari seberang sana. Dengan percaya diri, Sai pun menjawab, "Tidak."


Deg!


'Kadang kamu harus terluka'


Bahkan aku sudah terluka dalam sekejap.


'Kadang kamu harus kehilangan.'


Apakah aku akan kehilangan dirinya?


'Kadang harus berjuang'

__ADS_1


Aku sudah berjuang terlalu banyak.


'Kadang harus berkorban'


Omong kosong apa ini? Aku bahkan sudah berjuang sekarang harus berkorban? Apa ini gila?


"Ino..?"


Ah sial, aku bahkan mengingatnya lagi.


"Kau kenapa sayang?" Sai sedikit terkejut kala Ino memeluknya secara tiba-tiba, pasalnya semenit lalu Ino tampak melamun sekarang ia mendadak memeluknya.


"Aku mengingat yang waktu itu.." gumannya lemah.


"Maaf.. Aku minta maaf. Jangan menangis."


#FLASHBACKON


Aku pernah bermimpi duduk diantara para bunga yang sedang mengelilingiku, dimana aku memeluk seorang Pria bahkan dibersandar dipundaknya, menatap gemercik bintang yang menyebar diatas langit ditemani dengan cahaya bulan yang menerangi bumi dikala matahari terbenam.


26 Desember 2014_


Aku bersyukur bisa memiliki dirinya, yang mampu mendengar keluh kesah yang selama ini tak pernah ku lontarkan pada orang lain. Dia mengerti posisiku saat itu, dimana aku benar-benar rapuh. Aku bahkan tak bisa menggapai debu yang menutupi hidupku


"Sudah jangan menangis, ada aku disini. Kau masih memiliki ku."


Tetapi, tak selamanya kebahagiaan itu akan bertahan. Akan ada saatnya dimana dia meninggalkan ku. Tidak, lebih tepatnya aku yang meninggalkan dirinya. Meninggalkan dirinya yang sudah tak bisa aku miliki..


04 Oktober 2017


Aku melepaskanmu.


Merelakanmu untuk dirinya, merelakanmu tuk bahagia selamanya dengan dirinya. Maafkan aku yang terlalu gegabah mengambil keputusan yang tak kau sukai. Aku mengerti bahwa aku salah telah meninggalkanmu begitu saja.


"Maaf"


Hanya beribu maaf yang bisa ku lontarkan.

__ADS_1


Maafkan aku. Semoga dikehidupan selanjutnya kita bisa bersama lagi, Sai.


Happy Birtday dan terimakasih atas waktu yang telah kau lakukan bersamaku.


#FLASHBACKOFF


"Ino Yamanaka, umur 23 tahun. Meninggal karna kecelakaan."


Deg!


Apa katanya? Meninggal? Are you kidding me?


"Ugh.. Mungkin kepala ku terbentur sesuatu. Atau telingaku bermasalah." Ino memijit keningnya yang tampak pusing, pandangan matanya terasa buram selama beberapa detik. Hingga isak tangis seseorang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk selamanya. Ino termenung cukup lama sembari menatap pilu pemandangan yang berada didepannya.


"Maaf, aku tidak bisa menjagamu."


Isak tangis yang begitu menyakitkan.


"Aku begitu tak berdaya didepanmu."


Isak tangis yang tidak pernah ia tunjukan.


"Ini semua salah ku, ku mohon bangunlah sayang."


Isak tangis yang begitu membuat dirinya merasa bersalah.


"Mari ikut saya." Ino melirik sekilas seseorang yang tengah berada disampingnya, wajahnya tertutup oleh jubah hitam yang ia kenakan dengan satu tangan memegang sebuah benda yang Ino tidak tau.


"Tunggu, berikan aku waktu 5 menit untuk berpisah dengannya." tuturnya begitu lirih.


Diam? Berarti dia mengizinkan aku untuk berpamitan dengannya? Baiknya, aku akan melakukan untuk yang terakhir kalinya. Terakhir kalinya aku bisa menatapnya dari dekat.


"Kau tak perlu menyalahkan dirimu atas kematianku, Sai. Aku minta maaf, tak bisa berada disampingmu lagi walau kau tak bisa mendengar suaraku bahkan tak bisa menatapku lagi.."


"Tolong, jalani hidupmu seperti semula. Lupakan aku, lupakan tentang kita. Mulailah dari awal, aku akan mendukungmu dari atas sana." ucapnya. Ino memeluk kekasihnya, berusaha memberikan dia kekuatan. Tangisanya tak pernah reda, air mata tak pernah habis seolah mengerti keadaanya.


"Selamat tinggal."

__ADS_1


End.



__ADS_2