ONESHOOT STORY

ONESHOOT STORY
. MEMORIES .


__ADS_3

  ❝ MEMORIES ❞


Cast: - Mitsuri Kanroji


- Iguro Obanai


- Shinobu Kouchan


- Rengoku


0:35 ━❍──────── \-5:32


↻ ⊲ Ⅱ ⊳ ↺


'Rasa hangat ketika kedua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika kedua pasang mata menatap'


Ya, itu yang sedang Kanroji rasakan saat ini. Sebuah kerinduan yang tak bisa ia bendung lagi. Pemilik mata Light Green tersebut tengah termenung, seraya menatap langit yang tampak cerah kala itu.


Tidak terasa sudah 1 tahun ia kehilangan sesosok orang yang mampu membuat hatinya melambung tinggi dan tergores dalam sekejap. Kanroji memejamkan matanya sejenak, menikmati hembusan angin yang cukup membuat dirinya nyaman saat ini. Matanya kembali terbuka kala seseorang menepuk pundaknya dari arah belakang,


"Araa.. araa.. ternyata kau disini rupanya."


"Ah, Shinobu-san?" dengan sekejap Kanroji berdiri dan tersenyum simpul kearah gadis yang ia panggil - Shinobu - salah satu Hashira yang masih hidup saat ini.


"Rengoku, mengajak kita semua ke Festival Kembang Api, kau ingin ikut dengan kami-?" Shinobu terlihat sangat berhati-hati kala mengucapkan kata 'Festival Kembang Api' ia, takut menyakiti hati gadis yang ada didepannya.


"Tentu saja aku akan ikut, Shinobu-san!" celetuknya yang tampak senang saat mendengar berita yang ia tunggu-tunggu setiap tahunya, Shinobu menepuk pundak Kanroji untuk kedua kalinya seolah mengatakan,


'Tak apa, kalau kau tidak bisa ikut, kami tak bisa memaksamu.' Kanroji mengangguk mengerti sembari mempertahankan senyuman yang selalu ia perlihatkan kepada orang-orang yang mengenalnya.


Tepat, pukul 7 malam gadis bermata hijau itu memakai Yukata berwarna Pink, dengan motif Bunga Sakura yang mengelilingi Yukata nya. Rambut yang disanggul kebelakangan dan sedikit menyelipkan hiasan disekitar rambutnya membuatnya terlihat mempesona. Ia, kemudian bergegas pergi ke Sungai Sumida untuk menikmati Festival Kembang Api. Kecantikan sang pendekar pedang membuat orang yang menatapnya seolah terhipnotis dengan sendirinya.


Sungai Sumida, dimana tempat berlangsungnya Festival Kembang Api atau yang kerap dikenal dengan Festival Hanabi. Sebelumnya, Shinobu mengatakan ia akan menunggu Kanroji ditepi Sungai Sumida bersama dengan para Hashira yang lain.


Kanroji menatap beberapa orang yang sudah memadati area Sungai Sumida, seperti biasa setiap tahunya banyak orang berdatangan ketempat ini, entah untuk mengenang 1 tahun kejadian itu atau hanya menikmati keindahan 20,000 Kembang Api yang sudah disiap kan.


"Disini, Kanroji!" teriaknya saat mengetahui Hashira Cinta tersebut tengah kebingungan mencari keberadaan dirinya.


"Akhirnya Kanroji datang! Tenang saja aku akan menjagamu untuk mengantikannya." tutur salah satu Hashira yang tengah menyambut kedatangan gadis berambut mochi itu.


"Rengoku-san, tidak perlu berlebihan seperti itu.." kekehnya pelan.


Rengoku, sang Hashira Api itu hanya tersenyum kecut ketika menyadari ada senyuman menyedihkan didalam diri Kanroji. Jika bisa, ia ingin memeluk gadis itu untuk sekedar memberikan sebuah pelukan, pelukan yang dimana bisa membuat dirinya terlepas dari pria itu secara perlahan, tapi Rengoku terlalu takut untuk memeluk Kanroji walau hanya 1 detik saja.


'Kanroji, berjanjilah. Kalau suatu saat nanti aku dilahirkan kembali menjadi manusia, mau kan kau menikah dengan ku?'


Tanpa ia sadari air matanya menetes dengan sendirinya, Kanroji kembali mteringat kejadian itu. Kejadian yang tak pernah ia inginkan.


#Flashback On


Selasa, 09/03


Hari ini adalah salah satu hari yang sangat membahagiakan untuk Kanroji. Pasalnya, malam nanti ia akan pergi menikmati Festival Kembang Api bersama dengan pria yang ia sukai. Bahkan, Kanroji sudah mempersiapkan pakaian yang cocok untuknya, yaitu Yukata berwarna pink dan ikatannya berwarna kecoklatan, tentu saja dengan motif bunga sakura yang sangat ia sukai. Ya, ini adalah salah satu Yukata memberian orang yang akan mengajaknya berkencan malam ini.

__ADS_1


"Uwahh! aku sudah tidak sabar untuk memakai ini.." celetuknya yang tengah berdiri didepan cermin sembari memegang Yukata tersebut.


Waktu terus berputar disetiap detiknya, tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 7 malam.


Kanroji bergegas untuk bersiap-siap. Tak butuh waktu lama, hanya 30 menit ia sudah terlihat cantik dengan Yukata yang ia kenakan dan sedikit makeup yang menempel diwajahnya. Kanroji tersenyum puas kearah kaca ketika terpesona dengan penampilanya sendiri.


"Benarkah ini aku-?" Kanroji memegang kedua pipinya, seolah tak percaya bahwa ini benar-benar dirinya. Ia masih setia memandangi kaca yang ada didepan, hingga sebuah ketukan membuat dirinya mau tak mau pergi meninggalkan meja riasnya.


"Ah.. Iguro-san?" gadis bersurai mochi itu sedikit terkejut dengan penampilan pria yang ia panggil - Iguro - itu, dia adalah Hashira Ular.


Terlihat jelas ada semburan merah dikedua pipi pria ini, ternyata ia terkesima dengan penampilan sang gadisnya malam ini. Ia tak sanggup memandang Kanroji lebih lama lagi, bisa-bisa ia mati ditempat ini,


"Kau sudah siap?" Iguro mengalihkan pandangan kearah samping seraya menutupi wajahnya dengan satu tangan. Kanroji yang meliat tinggah aneh Iguro pun mengerutkan keningnya.


"Iguro-san? Kau tak apa-?" ucapnya sedikit khawatir dan Iguro menggeleng dengan cepat.


"Ayo kita berangkat." pria yang lebih pendek darinya itu tengah mengulurkan tangan didepan sang Hashira Cinta. Dengan senang hati Hashira itu menerima uluran tangan Iguro.


Berjalan berdampingan dengan seseorang, dibawah sinar rembulan dan reredupan lampu dijalan adalah salah satu keinginan Kanroji. Ia menatap kearah beberapa bintang yang tampak bersinar terang seraya bergandengan tangan dengan Iguro membuat hatinya berbunga saat ini. Pria itu melirik sekilas kearah Kanroji yang tengah menikmati pemandangan malam itu.


Mereka berdua terus berjalan, hingga sampai disebuah tepian Sungai Sumida. Ya, mereka akan menikmati indahnya malam ini ditemani dengan cahaya warna-warni diatas langit.


Beberapa orang tengah berkumpul mengelilingi Sungai Sumida, bersiap menikmati Kembang Api yang akan meluncur diatas langit. Tanpa diduga, sebuah teriakan histeris dari ujung Sungai membuat keadaan malam ini sedikit gaduh, Kanroji mengerutkan kening dan menatap kearah sekitar. Sedangkan Iguro mencium beberapa keberadaan Iblis disekitar Sungai Sumida.


"Tetap berada disampingku, Kanroji." tuturnya seraya menyiapkan katana yang sudah ia bawa sebelumnya, Iguro takut akan ada kejadian yang tak di inginkan dan ternyata benar.


Tringg!


Sesosok iblis itu mendadak muncul didepan Iguro, reflek pria itu langsung menangkisnya dengan katananya.


"Kanroji, pergilah. Biar aku yang menghadapi iblis ini." ucapnya yang tengah menahan beberapa serangan dari iblis yang ada didepannya.


"Oi oi! Kau yakin bisa menghadapi ku sendirian?" celetuknya yang tengah meremehkan Iguro.


"Tutup mulut mu! Aku tak mungkin kalah dengan iblis rendahan sepertimu."


"Ck, percaya diri sekali."


Iguro terus bertarung dengan salah satu iblis itu dan berusaha menjauhkannya dari Kanroji. Ia tidak tau bahwa gadisnya tengah bertarung tengah sibuk menghadapi iblis juga.


Kanroji melirik kearah sekitar, sudah banyak warga yang terbunuh karna ulah Iblis. Manik matanya menangkap beberapa Hashira yang kebetulan berada di Sungai Sumida. Ia menghelas nafas sejenak, setidaknya ada teman-temannya disini yang juga bertarung seperti dirinya dan juga Iguro.


Pria itu segera bergegas mencari keberadaan Kanroji setelah membunuh beberapa Iblis yang menghalangi jalanya. Matanya membelalak ketika melihat sang gadis terluka oleh salah satu iblis yang tengah dihadapi Kanroji. Ia bergegas membantu gadis itu dan menebas kepala iblis yang berani menyentuh miliknya.


"Tetap disini, biar aku dan lainnya yang menghadapi mereka." Iguro menuntun Kanroji dengan hati-hati, takut gadis itu tambah terluka karna dirinya.


"TIDAKK, IGURO-SAN! JANGAN KESANA! KAU BISA MATI!"


Kanroji berteriak histeris kala pria yang memiliki nama lengkap - Iguro Obanai - itu meninggalkan dirinya yang terluka karna ulah anak buah Muzan. Ya, sebuah kejutan bagi para Hashira, tidak hanya Iblis biasa yang Muzan kirim, ternyata ia mengirim Iblis 13 bulan dimalam Festival Kembang Api. Iguro berniat membunuh secepatnya Iblis keparat itu, Iblis yang telah melukai orang yang ia sukai.


"Tolong obati dia, jangan biarkan dia pergi." tuturnya sebelum Kanroji berteriak histeris.


Kenapa?

__ADS_1


Kenapa dia memaksa melawan Iblis 13 Bulan? Bagaimana jika ia mati? Bodoh! Iguro-san bodoh!


"IGURO-SAN!!" panggilnya sekali lagi, berharap Iguro kembali.


"LEPASKAN AKU! AKU HARUS MEMBANTU IGURO-SAN, AKU TIDAK INGIN DIA MATI SIA-SIA!"


'Kanroji, mari bertemu lagi di kehidupan selanjunya jika aku tidak selamat dan pada saat itu aku akan menyatakan perasaanku yang sesungguhnya..' itulah kalimat yang Iguro katakan sebelum meninggalkan Kanroji yang terluka karna serangan Iblis.


Aku terus berlari kesana kemari, berharap menemukan sesuatu yang bisa membuat hati ku tenang.


Tenang, karna kau masih bisa tersenyum.


Tenang, karna kau masih berada disamping ku.


Angin terus berhempus tiada henti, berhamburan kesana kemari mengikuti langkah kaki yang terus menjauh dari kerumunan. Seperti sang fajar yang tak pernah letih menanti malam yang indah.


Kilatan kemerahan memancar dengar sempurna, menerobos secara paksa bahkan tak perduli pada siapapun.


"Tidak, kau tak boleh pergi tanpa seizinku!"


Nafasnya kian memburu begitu manik matanya menatap sesosok pria yang tengah tergeletak tak berdaya, tangisanya pecah begitu mengetahui siapa pria itu. Pria yang selalu menemani hari-harinya, yang selalu membuatnya tersenyum tetapi mendadak ia tergeletak dibawah dinginnya aspal,


"IGURO-SAN!" Pria itu tersenyum tipis begitu menyadari kedatangan sosok gadis yang ia tunggu sejak tadi. Jemari lemahnya berusaha menggapai wajah yang penuh akan air mata, wajah yang akan Iguro rindukan nantinya.


"Tidak apa-apa, Kanroji." gumamnya begitu pelan.


"Jika, aku terlahir kembali menjadi manusia biasa..."


Tidak, jangan berbicara lagi.


"... aku ingin terus bersamamu setiap saat, Kanroji."


Cukup. Berhenti berbicara omong kosong, Iguro-san!


Lagi-lagi dia mengatakn kata-kata yang tak masuk akal. Kenapa dia suka mengatakan hal seperti itu?


Kenapa?


Kenapa?


Kanroji memeluk erat tubuh sang pria yang sudah tak bernyawa lagi, air matanya terus berjatuhan tanpa hentin seolah mengerti keadaan sang pemiliknya.


Bahkan, sayap-sayap ku seolah patah dengan sendirinya ketika melihatmu sudah tak bernyawa.


"Aku berjanji.. akan membalasnya.. aku berjanji Iguro-san!" teriaknya tanpa henti didepan tubuh sang Hashira Ular.


#Flashback Off.


Malam itu seharusnya menjadi malam yang sangat membahagiakan bagi gadis yang tengah menikmati suasana Festival Hanabi malam ini.


Kembang Api itu terus menerus memenuhi langit tanpa henti, dan tanpa sadar ia kembali terisak membuat Shinobu yang ada disampingnya dengab sigap memeluk gadis itu,


"Sudah, dia sudah tenang disana.."

__ADS_1



__ADS_2