Overflowing Love

Overflowing Love
Bab 4. Pria Tampan


__ADS_3

Seyna sangat bersemangat, tapi nyatanya dia dibodohi oleh sang bos! mereka mendarat di sebuah pulau yang sangat ramai oleh wanita cantik dengan tubuh sebagian penuh terbuka. Mereka memagang minuman di pinggir pantai seolah pulau ini hanya milik mereka.


"Kenapa kita di sini, Pak? bukannya kita harus pergi bekerja?!" Bianz menatap Seyna dengan hampa. "Pak, saya izin bertanya!" belum selesai Seyna bicara Bianz sudah mengangkat tangan kirinya. "Maaf, Pak!" ucapnya menunduk.


Mereka pun melanjutkan langkah menuju ke sebuah villa yang ada di pulau tersebut, semua orang berdiri menghormati mereka yang datang. Seyna sangat yakin jika ini adalah pulau pribadi sang Bos.


"Letakkan saja barangmu di sana nanti ada yang bereskan!" ucap Bianz pada Seyna dengan santainya. "Kau tidak usah takut, aku hanya ingin bersenang-senang. Di rumah itu semua di sadap oleh ibuku jadi tak bisa melakukan apapun. Aku juga butuh refreshing!"


Seyna tidak menjawab karena ingin membiarkan sang Bos tetap dalam kesenangan hatinya, Gadis itupun tidak ingin menimbulkan perdebatan.


"Selamat siang Pak, saya yang akan melayani anda selama di sini!"

__ADS_1


Bianz mengangguk, "lakukan saja yang harusnya kau lakukan dan jangan membuat kesalahan karena aku tak suka dengan orang bodoh yang banyak omong!" pria itu mengagguk dan seraya mengemasi barang milik Bianz dan Seyna.


Baru saja hendak istirahat tetapi suara telepon kembali berdering. Rasanya Seyna sangat malas untuk bergerak, dia butuh waktu untuk istirahat pikirnya. Gadis itupun akhirnya tidak menghiraukan apapun!


"Maaf Nona saya adalah utusan dari Tuan Bianz, saya harus melakukan pekerjaan dengan benar agar bisa mendapatkan uang. Jika anda tidak bisa berkompromi dengan keadaan ini bisa-bisa malah saya yang kena getahnya!"


Seyna mengerjapkan matanya, "baiklah aku akan membuka pintu untukmu," ucap Seyna yang masih bingung. Di dalam hatinya terus bertanya, 'untuk apa aku ikut dalam acara ini!"


"Maaf Nona mungkin anda sudah benar-benar kelelahan tapi saya sedang bertugas sekarang mohon kerjasamanya!" Dia menunduk sopan.


"Apa saya tidak punya pilihan?!"

__ADS_1


Pria kemayu tersebut kembali tersenyum, "bukannya tidak punya pilihan tapi saya ditugaskan untuk melayani anda! Bukankah kita sudah membicarakan ini sewaktu Anda tiba tadi?!" Ya. Seyna ingat itu.


Hampir satu jam akhirnya semua perkara siap, Seyna melihat dirinya sangat takjub. Dengan gaun model kemben, punggung mulusnya terekspos dengan Indah. Pahanya yang kecil dengan kaki jenjang sangat cocok dengan heels bertabur berlian.


"Nona, sepatu ini harganya ratusan dollar! Saya harap tidak ada satupun berlian yang terjatuh!" Goda team itu kepadanya.


Seyna hanya tertawa geli karena pikirnya itu hanya candaan semata. "Baiklah aku akan berusaha berhati-hati menggunakannya jadi kalian tidak perlu khawatir! "


Setelah semuanya siap mereka mengantar Seyna menuju acara pesta dan ikut membaur ke dalam keramaian. Dari jauh Seyna bisa melihat wajah Bos Bianz yang tampan dengan senyum ramah menyapa semua orang di sana.


Mereka berpesta sembari berbisnis, mungkin inilah yang membuat Seyna tidak mengerti! Pria itu memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan investor yang layak.

__ADS_1


Tak lama mata Bianz menatap ke arah Seyna, dia mengangkat gelasnya seolah menyatakan bahwa dia tahu jika Seyna ada di sana. Tentu saja hatinya kembali bergetar hebat, Seyna rasa tidak ada wanita di dunia ini yang bisa menghalau ketampanan sang Bos. Dari kejauhan saja dia begitu berkilau.


__ADS_2