
Sepertinya semua orang sangat asyik berpesta, hati Seyna juga pelajaran keinginannya untuk bergabung bersama mereka semua. Namun tiba-tiba gadis itu terhenyak seolah sadar diri. Dia pun akhirnya berniat untuk keluar dari lokasi pesta dan mencari sudut ternyaman.
"Seyna, mau kemana? Aku butuh ringkasan meeting perusahaan kemarin!" Ucap Bianz. Jujur saja Seyna bingung, tidak tahu harus melakukan apa karena catatan yang beliau minta belum siap. Seyna bergumam berkali-kali hingga membuat Bianz yang terburu-buru ikut kesal. "Hey, apa kua tidak bisa cepat?! Pemuda itu sebentar lagi akan pergi dari pesta dan aku akan kehilangan uang triliunan dollar!" Bentaknya pada Seyna.
"HM, pak! Maafkan saya karena catatan itu sebenarnya belum siap sama sekali!" Dia menunduk, "saya tidak tahu jika anda ingin melakukan pesta sekaligus berbisnis. Saya berpikir ini benar-benar liburan!" Ucapnya terbata.
Wajah Bianz pun langsung merah padam, "terserah apapun yang ingin aku lakukan di sini! Itu bukan urusanmu hingga bisa menunda-nunda pekerjaan, padahal aku sudah sampaikan untuk menyiapkannya! Heran kenapa kau malah bisa lalai dan membuat aku jadi gila!"
Bianz hampir saja mengeluarkan biji matanya karena terlalu kesal! Bibir pria itu tertaut seolah menahan diri agar suaranya tidak terlepas keluar. Tangannya mengepal menahan amarah, kalau tidak mengingat banyak koleganya di sini entah apa yang akan Bianz lakukan pada Seyna.
"Tuan, maafkan saya!"
__ADS_1
Bianz memicingkan matanya lalu berkata, "kembali ke kamarmu dan jangan buat aku melihat batang hidungmu lagi! terlalu menyebalkan."
Seyna tentu saja tertunduk lemas, dia tahu ini kesalahannya. Menjadi jiwa yang terkutuk setelah melakukan masalah besar membuat hati Seyna semakin gundah gulana, dia sangat pusing dan hanya ingin menangis saat ini. Pikirannya melayang bebas karena takut dipecat oleh sang Tuan.
Suara ketukan pintu terdengar dari dalam kamar Bianz, pria yang baru habis mandi itu kesal sekali karena ada orang yang tidak punya etika mengganggu jam istirahat. “Tunggu sebentar! Siapa di sana? Benar-benar tidak punya sopan santun.” gumamnya kesal.
Pintu kamar terbuka, Seyna melihat wajah sang Bos dan langsung menunduk. "Saya minta maaf Bos..." mohonnya.
"Apa aku masih pantas menjadi Bos?!" ucap kesal Bianz.
Bianz yang melihat itu langsung menarik tubuh Seyna, "Jangan membuat aku malu ya! aku rasa hari ini sudah cukup untuk kita berdua."
__ADS_1
Seyna tidak tenang, dia memohon pada Bianz. "Tuan, mohon jangan pecat saya!"
Bianz membuang wajahnya, "Kau mabuk? sulit dipercaya kau ternyata mabuk! berapa botol yang kau habiskan Seyna?!"
"Saya tidak mabuk Tuan, saya benar-benar sadar! Anda adalah Bianz Elvis, Bos Value Media."
"Astaga, aku ingin mencincangmu Seyna!" Dia mengangkat tubuh gadis itu dan melemparnya ke atas tumpukan berbulu angsa yang super lembut. "Aku tidak tahu jika kau sepolos ini, apa kau pikir aku pria baik yang tak berselera dengan wanita?!"
Seyna tidak mendengar, telinganya telah tuli karena minuman yang dia teguk berkali-kali tanpa mengetahui apapun. "Tuan, jangan pecat saya!"
"Hm, apa yang aku dapatkan jika tidak memecatmu sayang?!"
__ADS_1
"Semuanya Tuan, saya akan patuh pada anda! saya sangat membutuhkan pekerjaan ini."
Bianz menatap tubuh Seyna dari ujung kaki sampai ujung rambut, "kau tidak buruk sama sekali, tapi jujur saja kau itu bukan seleraku."