Pacar Ku Adalah "Monster" Di Atas Ring

Pacar Ku Adalah "Monster" Di Atas Ring
"Kencan" pertama


__ADS_3

Di sekolah saat waktu istirahat...


Bayu biasanya pada saat ini langsung cabut ke kantin dan tidak melihat siapa pun karena dia tidak memiliki teman, tapi sekarang karena mempunyai pacar. Bayu akhirnya bisa mengajak Adelia untuk makan siang bersama...


"Adelia. Mau ke kantin bersama?" Tanya Bayu dengan senyuman yang manis


Adelia melihat senyuman Bayu langsung luluh. "Ayo!" Kata Adelia semangat dan langsung bangkit tapi tiba tiba Adelia langsung duduk kembali kesakitan...


Bayu melihat Adelia yang kesakitan langsung panik "Adel? Kamu kenapa? Kamu gak apa apa?"


"Ah, maaf Bayu. Aku terlalu senang sampai lupa kaki ku masih sakit karena kemarin aku bergerak terlalu kuat, jadi nya kaki ku keram"


Jelas Adelia sambil memijat kaki nya


"Hmmm, begitu ya.. Kalau begitu, kamu mau aku belikan?"


Tanya Bayu


"Eh? Apa tidak apa apa?" Tanya Adelia khawatir


"Tidak apa apa kok" jawab Bayu


"Kalau begitu, a-aku mau apa yang kamu beli saja" Kata Adelia sambil mengeluarkan uang "nih aku bayarin"


Bayu sedikit kaget saat Adelia mengeluarkan uang nya dan mengatakan kalau dia ingin membayar Bayu "Eh? Tidak apa apa kok Adelia. Kamu kan pacar ku, jadi aku saja yang belikan. Aku pergi dulu ya" Bayu lalu langsung pergi dan meninggalkan Adelia karena merasa segan kalau Adelia yang bayarin...


Sementara Adelia merasa sedih dan marah saat mendengar perkataan Bayu, karena Adelia tidak biasanya di bayarin dan dia tidak suka dianggap lemah dan harus dibayarin setiap saat...


Tidak lama kemudian Bayu kembali dengan dua bungkus roti "Aku kembali, Adelia, nih" kata Bayu sambil memberikan Adelia makanannya


"Terima kasih..." Adelia terdiam sejenak.. lalu "Hey, Bayu. Besok mau jalan jalan?" Tanya Adelia dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak Bayu...


'Jalan jalan.... Kencan?' Tanya Bayu dalam hati


"B-boleh... Mau ketemuan dimana?"


Tanya Bayu


"Di taman dekat sekolah saja" jawab Adelia masih dengan ekspresi yang sama...


"Baiklah" Bayu jawab dengan senyuman


"Oh, iya. Besok kamu pakai baju yang nyaman, celana legging dan sepatu olahraga ya" Sambung Adelia


"Eh? Ah, baiklah... Jam 8 pagi ya" Bayu langsung menyadari maksud Adelia dan langsung menentukan waktu karena dia tau, atlet suka berolahraga pagi hari


Adelia hanya mengangguk


 


Ke-esokan hari nya


Bayu sudah sampai duluan di taman, dan tidak melihat seorang pun ada di taman. Karena taman sepi, sambil menunggu, Bayu melakukan stance tinju yang dia pelajari di Internet.


Adelia sempat melihat nya sebelum menemui Bayu


"Hey, Bayu" Adelia menghampiri Bayu dengan baju lengan pendek, celana pendek dan sepatu serta membawa tas gym yang terlihat sedikit berat


"Hey, Adelia... Tamannya kosong ya" kata Bayu gugup karena ini pertama kali dia hanya berduaan sama Adelia

__ADS_1


"Memang. ~mmmmnnn~ Hari minggu pagi memang sepi, jadi aku bisa tenang melakukan latihan ku sendirian" Kata Adelia sambil meregangkan tubuh nya


Bayu merasa peka dan langsung bertanya "Jadi... Kita jogging dulu?"


"Yah... Try and keep up" Kata Adelia menantang lalu meletakkan tas gym nya di salah satu kursi taman lalu Adelia langsung lari pelan di ikuti Bayu dibelakang...


Setelah dua putaran, Bayu mulai sedikit kelelahan dan melambat sementara Adelia tidak menyadari Bayu yang melambat


"Kamu, kuat juga ya..." kata Bayu lalu berhenti dan nafas tergesa gesa


Mendengar Bayu, Adelia pun berhenti dan menghampiri Bayu lalu memegang bahu nya


"Kamu nampaknya harus banyak berlatih ya" kata Adelia dengan senyuman yang membuat Bayu meleleh


Tapi Bayu malah merasa bersalah karena tidak bisa mengimbangi Adelia


"Maaf" kata Bayu pelan... "Maaf aku ga bisa menjadi pacar yang tepat untuk mu"


Mendengar itu, Adelia langsung naik pitam "Cukup Bayu! Aku tidak mau mendengar alasan bodoh seperti itu"


Bayu tidak memperdulikan perkataan Adelia dan menjawab "Tapi benar, aku tidak kuat seperti mu, stamina ku tidak bagus seperti mu--" Perkataan Bayu terpotong saat Adelia mencampakkan sepasang sarung tinju ke kaki Bayu


"Kau ingin aku melawan mu?! Aku bahkan belum tau apa apa soal tinju!" Kata Bayu naik emosi


"Tidak, kita hanya bertukar pukulan. Tidak perlu stance dan lainnya, hanya kekuatan" kata Adelia dingin sambil memasang sarung tinju nya.


Bayu yang sudah naik emosi malah ikut memasang sarung tinju nya


"Baik, peraturan nya mudah. Saling memukul wajah dan tubuh, aku tidak akan berlindung atau pun menghindar. Pukul saja aku sekeras mu dan aku akan melakukan yang sama" jelas Adelia


Bayu yang sudah tidak bisa menahan emosi nya sontak menjawab "Baiklah. Aku belum tau kamu sekuat apa, tapi jangan tahan diri mu"


Adelia menantang Bayu "Kamu duluan"


"Aku 'monster' kok. Pukul saja" kata Adelia


Bayu mengumpulkan keberaniannya dan akhirnya memukul pipi Adelia dengan tenaga yang masih di tahannya sedikit...


"Ugh! Kamu masih menahan diri mu kan?" Kata Adelia sambil memukul perut Bayu kuat


"Kkh--!! Jadi kau mau aku memukul mu sekeras ini" Akhirnya Bayu memukul pipi Adelia dengan sekuat tenaga nya


Adelia sedikit kehilangan keseimbangan saat dipukul lalu Adelia balas memukul Bayu dengan sekuat tenaga nya juga, tapi sayang nya Bayu langsung hilang keseimbangan dan terjatuh tergeletak karena pukulan itu...


Adelia sedikit panik lalu langsung melepas sarung tinju nya dan melihat Bayu lebih dekat


"Lihat kan... Aku... hhh... Aku bahkan tidak bisa bertahan setidaknya lima pukulan" ucap Bayu sambil mengalihkan pandangannya karena merasa malu.


"Kamu spesial bagiku Bayu" jawab Adelia dengan senyuman


"Apa yang membuat ku spesial Adelia?" Tanya Bayu dengan sedikit jengkel


"Kamu bisa melihat ku sebagai gadis imut, tapi kamu juga bisa melihat ku sebagai petinju. Itu sebab nya kamu berani memukul ku" jelas Adelia


"Kurasa begitu... Dan tadi itu pelepasan amarah yang bagus" ucap Bayu tersenyum "ahh. Tolong jangan anggap aku aneh" sambung Bayu dengan pengucapan yang cepat karena panik dan malu


Adelia tertawa melihat Bayu... lalu berdiri dan mengulurkan tangannya, Bayu menyambut tangan Adelia dan berdiri dengan bantuan Adelia...


"Maaf aku memukul mu se-enak nya" Ucap Adelia cemas sambil melepas sarung tinju Bayu dan hanya bisa menunduk karena tidak sanggup menatap wajah Bayu

__ADS_1


Bayu yang melihat Adelia cemas reflek mengelus kepala Adelia "Hey, aku pacar sekaligus partner sparing mu kan?"


Adelia hanya mengangguk dan pipi nya memerah saat kepala nya dielus lalu Adelia memeluk Bayu erat "Aku mencintai mu" ucap Adelia sambil menahan tangis nya karena terharu


Bayu sedikit kaget saat dipeluk lalu membalas pelukannya "Aku juga mencintai mu Adelia"


Adelia merasa malu dan reflek melepas pelukan "A-aahh. K-kalau begitu... Mau ku antarkan pulang? Tidak mungkin aku bisa membiarkan mu sendirian dengan keadaan mu seperti ini"


Bayu tersenyum lalu menjawab Adelia "Baiklah, mari pergi" lalu Bayu dan Adelia memasukkan sarung tinju mereka kembali ke dalam tas Adelia...


 


Sesampainya di rumah


"Mau masuk dulu?" Tanya Bayu


"Eh? T-tidak perlu... Aku juga habis ini harus ke tempat lain kok.. Aku langsung saja ya" Ucap Adelia malu malu karena merasa belum siap bertemu orang tua Bayu


"Oh, begitu ya... Baiklah... hati hati dijalan ya" Bayu merasa tidak enak kalau memaksa lalu Adel hanya mengangguk menjawab Bayu dan langsung berlari meninggalkan Bayu.


Setelah Adelia menghilang dari pandangan Bayu, Bayu lalu masuk ke dalam rumah nya "Ibu, aku pulang" teriak Bayu


"Oh.. Abang sudah pulang. Ibu sedang pergi sama ayah ke luar kota" kata Adik perempuannya yang bernama Rara


"Lagi? Huft, yasudah deh" lalu Bayu duduk di sebelah adiknya


Rara memperhatikan wajah abang nya yang terlihat sedikit biru lalu langsung kaget "Eh?! Abang berkelahi dengan siapa?!" Kata Adiknya sambil mengambil kotak obat lalu mengobati wajah abang nya


"Huft, abang menyebut nya sparing sih, dengan pacar abang" jawab Bayu sambil membiarkan Rara mengobati wajah nya.


"Eh?! Oh... Kak Adelia ya" Rara selesai mengobati wajah Bayu lalu meletakkan kotak obat kembali pada tempat nya


"Bang.. apa abang jangan jangan 'M' ya" tanya Rara curiga


"Jangan berasumsi aneh aneh!" Jawab Bayu jengkel


"Yah, habisnya abang mau berpacaran dengan 'monster'. Jadi mungkin saja kan" jawab Rara santai


"Ugh, dasar... Hmmm, mungkin dia memang monster dalam hal tinju atau semacam nya. Tapi diluar permasalahan itu, dia masih seorang gadis imut. Aku menyukai kedua sisi nya" jelas Bayu sambil tersenyum sendiri


Rara tiba tiba melihat abang nya dengan ekspresi jijik karena abang nya yang dia tau biasanya hanya bermain game seharian dan makan lalu berubah menjadi manis dan pengertian...


"Jijay~" sontak Rara menjawab


"Hey! Apa apaan maksud mu?!" Ucap Bayu jengkel


"Ihihihi, maaf abang. Tapi kalau abang memang ingin bersama kak Adelia. Aku akan membantu dan mendukung abang sepenuh nya" Rara lalu memukul bahu Bayu pelan "Semangat abang!" Rara memberikan jempol


Bayu tersenyum melihat adiknya dan menjawab nya "Terima kasih, Ra"


Rara lalu merasa jijik lagi melihat senyuman abang nya yang tidak pernah dia lihat "Jijay~"


"Rara!!"


 


Yaak guys


Saya Kembali dengan bab 2...

__ADS_1


Huft,masih sediki yang baca ya. Tapi saya tidak akan menyerah menulis cerita ini sampai akhir. Dukung terus cerita ku ya, guys...


Thank you and stay sane


__ADS_2