
Pada hari Senin di sekolah
Seperti biasanya, hari Senin adalah hari upacara dimana seluruh warga sekolah berbaris untuk menghormati bendera dan mendengar ceramah dari guru guru.
Adelia yang datang hampir terlambat langsung buru buru menaruh tas nya
"aku bisa dihukum kalau terlambat berbaris" Kata Adelia panik dan langsung berlari untuk pergi berbaris.
Di luar sekolah, Bayu terlambat beberapa menit setelah pagar sekolah ditutup
"Ayolah pak.. Saya kan telat sedikit saja" kata Bayu memohon ke satpam
"Tidak! Telat tetap telat" tegas satpam..
Bayu yang merasa Satpam nya tidak bisa di negosiasi akhirnya menyerah dan menunggu hingga upacara selesai dan pagar dibuka
Tapi ada satu hal yang Bayu tidak ketahui...
Saat Upacara masih berjalan Bayu dan beberapa murid yang terlambat akhirnya di izinkan untuk masuk... tapi ada hukuman yang menunggu mereka, saat pemberian amanat, Bayu dan beberapa murid yang terlambat disuruh berdiri di tengah lapangan upacara lalu guru yang sedang memberikan amanat itu berkata
"Bagaimana bangsa kita akan maju kalau kalian adalah penerus kami!?" Kata guru tersebut kepada murid murid yang telat dengan marah... Adelia yang tinggi melihat Bayu yang sedang dipermalukan dari barisan belakang...
"Bayu..."
"Itu pacar mu kan?" Tanya seorang cewek kelas Adelia
"Iya!" Jawab Adelia spontan
"Awww. Kasian sekali dia, harus berdiri di tengah tengah dan dilihat semua or--"
"Aku gak mau dengar!" Ucap Adelia memotong perkataan cewek tersebut
"Huft. Dasar" jawab cewek itu singkat
Setelah selesai upacara
Akhirnya mereka semua kembali ke kelas kecuali Bayu yang harus di nasihatin lagi oleh guru yang sama, Adelia masih menunggu Bayu dari jauh...
Setelah Bayu dan murid telat yang lainnya selesai di ceramahi, Bayu berjalan ke kelasnya dan melihat Adelia lalu langsung menghampirinya
"Adelia? Kamu kenapa tidak masuk kelas duluan? Bagaimana kalau ada guru?" Tanya Bayu khawatir
"Aku tidak peduli, aku tidak mau meninggalkan mu begitu saja" jawab Adelia tegas
Bayu tidak bisa menjawab apa apa lagi dan hanya berkata
"Iya deh, iya deh. Terima kasih ya Adelia" lalu mencium telapak tangannya sendiri dan menaruh telapak tangannya di pipi Adelia.
"B-Bayu" Muka Adelia langsung merah tomat..
"Aku tidak bisa mencium pipi mu langsung di sekolah... Jadi aku hanya bisa berbuat begitu" Bayu kemudian langsung menarik Adelia ke kelas
"A-Ayolah, kita akan telat" kata Bayu menahan malu nya
Sesampainya di kelas, mereka di sambut dengan keadaan kelas yang sudah mulai belajar karena guru sudah masuk
"Kalian ini ya! Duduk buruan!" Kata guru tersebut dengan tegas
"Baik bu" jawab Bayu dan Adelia bersamaan sambil membungkuk lalu mereka kembali ke tempat duduk mereka dan mulai mengikuti pelajaran
Saat istirahat
"Bayu, mari ke kantin bersama"
Ucap Adelia dengan senyum lembut nya
"Baiklah, mari"
Jawab Bayu dengan senang, lalu mereka berdua pergi ke kantin
Saat mereka sampai di kantin, keadaan kantin tidak terlalu ramai, jadi mereka membeli makanan mereka dan langsung pergi tanpa menghadapi orang orang
"Bayu! Sini dulu!" Teriak seorang guru memanggil Bayu
"Baik, bu! Sebentar ya Adelia" kemudian Bayu langsung menghampiri guru tersebut
"Bayu tolong kamu antar berkas ini ke ruangan bu Murni" ucap guru tersebut kepada Bayu..
"Bu... kalau gitu kami saja" tiba tiba datang beberapa murid laki laki menghampiri mereka dan ingin membantu Bayu, tapi sebenarnya mereka tidak bermaksud membantu Bayu, mereka hanya ingin dipuji oleh guru tersebut, karena guru tersebut termasuk guru muda yang cantik di sekolah...
"Baiklah, kalau kalian ingin membantu. Kalau begitu Bayu, kamu kembali saja ke kelas ya" ucap guru tersebut dengan lembut
"Baik bu, terima kasih ya kalian" Bayu membungkuk kepada guru dan murid murid tersebut lalu berlari kembali kepada Adelia...
Tapi tiba tiba Adelia menjewer telinga Bayu
__ADS_1
"Enak ya kamu ya, bisa mandang wajah cantik" kata Adelia jengkel
"Aduh, aduh. Aku ga seperti itu Adelia" ucap Bayu menahan sakit
"Aku tau, aku hanya bercanda ihihihi" jawab Adelia dengan cekikikan
"Aku dengar ibu itu sudah tunangan" Bayu melanjutkan pembicaraan
"Ah, iya. Aku juga mendengar soal itu, kata nya calon suami nya itu seorang tentara, pasti rasanya tenang sekali mempunyai suami seperti itu" kata Adelia sambil tersenyum sendiri..
Bayu yang melihat ekspresi Adelia sedikit merasa kecewa lalu mengatakan "Aku tidak yakin apa aku bisa jadi tentara"
Adelia sedikit kaget mendengar ucapan Bayu karena Adelia merasa dia telah menyakiti Bayu dengan perkataannya dan reflek memeluk Bayu
"Tidak! Aku tidak bermaksud seperti itu!
Bayu sedikit kaget saat dipeluk... tetapi...
"Hey kalian! Ke kantor saya sekarang" tanpa sengaja ibu wakil kepala sekolah melihat mereka pelukan
Adelia dan Bayu langsung kaget mendengar ibu wakil kepala sekolah,lalu mereka menuju ke ruangan wakil kepala sekolah
Sesampainya mereka di ruangan wakil kepsek, mereka diceramahi panjang lebar
"Saya mengerti rasa cinta yang kalian miliki, kalian termasuk pasangan yang unik di sekolah ini, kalau saya boleh jujur. Dan jujur saya mendukung kalian. Tapi saya tidak mau melihat cinta cintaan di dalam sekolah ini. Kalian tau kan sekolah kita baru saja kena kasus beberapa bulan lalu" tanya wakil kepsek di akhir ceramah nya
"Kasus?" Tanya Bayu dan Adelia bersamaan
'Ya ampun, mereka ini. Imut banget' teriak batin wakil kepsek tersebut
"Ya kasus... tepat sebelum kalian mulai sekolah di sini, ada kasus murid sekolah kita berhubungan **** di dalam kelas saat jam pulang..." jelas bu wakil kepsek...
"Saya tidak terlalu peduli jika kalian melakukannya di luar sekolah, karena itu bukan tanggung jawab kami, tapi selama kalian di dalam sekolah, kalian adalah tanggung jawab kami... Apa kalian mengerti!" Tegas Bu wakil kepsek tersebut
"Kami mengerti bu, maafkan kami" ucap Adelia dan Bayu secara bersamaan
'Mereka ini orang baik baik, aku yakin mereka tidak akan macam macam walaupun diluar sekolah' ucap batin ibu wakil kepsek tersebut
"Baik, kalian boleh kembali ke kelas kalian"
Ucap ibu Wakil kepala sekolah
Bayu dan Adelia membungkuk hormat kepada ibu wakil kepsek lalu keluar dari ruangan dan kembali ke kelas
'Haaaah, andai aku dan suami ku masih bisa seperti itu' ucap batin ibu wakil kepsek
"Kalian kemana saja?!" Tanya guru tersebut marah
"Kami baru habis dari ruangan wakil kepala sekolah" jawab Bayu
"Oh, begitu ya. Yasudah masuk, kalian saya maafkan hari ini" ucap guru tersebut dengan jengkel
Lalu Bayu dan Adelia duduk kembali di kursi mereka
"Hari ini kita sial banget ya" ucap Adelia sambil tertawa kecil
Bayu ikut tertawa kecil mendengar Adelia
"Jangan berisik!" Tegas guru tersebut
Sepulang sekolah seperti biasa Adelia dan Bayu menunggu jemputan mereka
"Haah. Hari ini kita benar benar sial, aku terlambat datang, kemudian kita dua kali terlambat masuk kelas lalu di panggil ke ruangan wakil kepala sekolah" oceh Bayu panjang lebar
"Tapi itu menyenangkan bukan?" tanya Adelia tersenyum lalu handphone Adelia berbunyi dan Adelia mengangkat teleponnya nya
"Iya, kenapa ma?"
"Ah, begitu ya. Baiklah, mama hati hati dijalan ya"
"M-mama, jangan gitu dong!" Tiba tiba wajah Adelia memerah karena perkataan mama nya dan Adelia langsung menutup teleponnya
"Kenapa Adel?" Tanya Bayu khawatir
"Hmmm, nampaknya orang tua ku tidak bisa menjemput ku hari ini" jawab Adelia dengan ekspresi sedih
"Begitu ya. Kalau begitu ikut aku saja... Rumah kita tidak begitu jauh kok" ucap Bayu tersenyum.
"Eh? Apakah tidak apa apa?" Tanya Adelia khawatir
Mobil orang tua Bayu pun terlihat
"Iya tidak apa apa. Mari" ucap Bayu sambil mengulurkan tangannya
Adelia menyambut tangan Bayu lalu mereka masuk ke dalam mobil bersama
__ADS_1
"Ah, abang... Dan kak Adelia"
"Eh..."
Ternyata yang mengemudi mobil tersebut adalah adik nya Bayu ((anak baik jangan tiru ya *ngomong ke pembaca*))
"Rara?! Kenapa kamu bawa mobil?! Mana ibu sama ayah!?" Tanya Bayu panik
"Mereka pergi belanja" jawab Rara santai
"Belanja? Belanja apaan?" Tanya Bayu
"Entahlah, kalau aku tau aku tidak akan berada disini kan... Ah iya, salam kenal kak Adelia, Aku Rara, adiknya Bayu"
Adelia menjadi semangat karena melihat adiknya Bayu
'Ya ampun, adiknya Bayu imut sekali' teriak batin Adelia
"Ah iya, salam kenal Rara" jawab Adelia
"Jadi, rumah kak Adelia dima--"
"Hey, duduk belakang kamu, biar abang aja yang menyetir" ucap Bayu memotong perkataan Rara
"Sudahlah abang, tidak masalah... Lagipula aku lebih pandai mengendarai kok daripada abang" jawab Rara
Sfx: JLEBB!!
Perkataan Rara tadi seolah menusuk Bayu dan Bayu langsung mengalihkan pandangannya sementara Adelia menahan tawa nya karena melihat interaksi Bayu dan adiknya
"Ah iya, rumah ku di jalan (sensor)"
Ucap Adelia menahan tawa nya
"Eh? Rumah kita ga jauh berarti dan dekat juga dengan sekolah" jawab Rara semangat, lalu Rara mulai menancap gas
"Jadi, Rara ini kelas berapa?" Tanya Adelia
"Oh, aku masih kelas 2 SMP kak" jawab Rara
"Berarti kamu hanya 2 tahun dibawah kami dong" tanya Adelia
"Benar, aku dan bang Bayu hanya beda 2 tahun" jawab Rara
"Ah iya, kak Adelia. Kenapa kakak bisa menyukai abang ku?" Tanya Rara spontan
Pipi Adelia dan Bayu langsung memerah tomat saat mendengarkan pertanyaan Rara
"I-itu bukan pertanyaan yang boleh kau tanyakan sembarangan" ucap Bayu meninggikan nada sambil menahan malu
"Ahahahaha, iya iya. Maaf kak Adelia" ucap Rara
'Nah, dengan munculnya pertanyaan seperti itu. Mereka pasti jadi makin penasaran satu sama lain, kerja bagus Rara' ucap batin Rara merasa menang
Setelah pertanyaan Rara tersebut, tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk berbicara karena malu
Sesampainya dirumah Adelia
"T-terima kasih atas tumpangannya ya" ucap Adelia dengan pipi masih memerah lalu turun dari mobil
"S-sampai jumpa lagi esok di sekolah" ucap Bayu lalu Adelia hanya mengangguk dan langsung menutup pintu mobil dan berlari kedalam rumah nya
Rara kemudian menjalankan mobil nya lagi
"Hey, Rara. Jangan sembarangan gitu dong, kan jadi memalukan" ucap Bayu
"Kalian berdua lucu banget" ucap Rara tertawa
"Aku yakin kak Adelia pasti pingin di tanyain begitu, dia hanya belum berani menjawab" sambung Rara
"Maaf" ucap Rara spontan di akhir kalimat nya
"Iya iya. Tidak perlu meminta maaf begitu..." ucap Bayu
"Kak Adelia ternyata imut juga ya kalau diluar ring" Ucap Rara menyeringai
"Benar" jawab Bayu sambil tersenyum senyum sendiri
"Jijay~" spontan Rara melihat ekspresi abang nya lewat spion
"R-Raraaaaa!!!!"
Yaaak, guys. Ini yang ketiga...
Dan, singkat... Yah... Dibaca terus ya...
__ADS_1
Sampai jumpa di episode selanjutnya