
"apa yang mesti harus kulakukan? Mendengar omongan kristin kemarin itu, aku jadi gelisah begini.. Apa aku mesti nanya ke steve tentang sisi gelapnya itu atau aku diamkan saja?huffth,, kenapa ya ,, setiap pria yang dekat denganku selaluuuu saja ada yang enggak beres. Apa ini sebuah kutukan bagi ku ya ? Tapi, kalau ini kutukan, siapa sih yang tega mengutuk aku???? Toh, aku tidak punya musuh ,, untuk saat ini. Eits,,, jangan sampe aku punya musuh. Nanti di dukun ni pula eike. Isss, jauh-jauh lah. Aduhh,, kok akhir-akhir ini jadi susah aku buang air besar,, ini ni , sudah sejam aku di kamar mandi ini, gak belum juga keluar itu pup. Untung saja aku bawa handphone ku ini, jadi gak bosan buang air .. Hehehehe.. Eh?? Wait,, ( scroll scroll handphone), apaan status si busuk lakke ini! Apa dia bilang, perempuan suka gonta-ganti pacar, dan inisialnya M ?? Di kelas, cuma nama ku inisial M. Dari awal masuk kuliah, ini anak memang ada gila-gilanya. Iss,, pengen kumaki lah. Iss! Ahhh,,,, aihhhhh,, memang benar kata orang dulu, kalau susah buang air besar, sebelum ke kamar mandi, mesti stress dulu baru bisa keluar. Iihhh,,, ahhh.. " aku merasa bersyukur.
^^^Di hari minggu ini, aku sengaja nolak ajakan steve untuk berkencan. Alasan yang aku buat, lagi menstruasi. Dia pun percaya. Tapi, sebenarnya aku pilih alasan itu , karena aku kepikiran terus perkataan kristin kemarin. Jadi, hari libur ku, aku memilih dirumah saja, seorang diri.^^^
Kegiatan ku seperti biasa yang kulakukan jika di rumah. Makan dan tidur. Karena belum ngantuk, aku mesan makanan cepat saji.
^^^Setengah jam kemudian....^^^
Ting, tong... /suara bel depan pintu rumah ku.
Aku berlari cepat dari ruangan tamu menuju pintu depan rumah. Aku membuka pintu dengan riang karena aku mengira makanan cepat saji yang sudah aku pesan tadi datang.
Tapi, perkiraan ku meleset..
Aku melihat sepatu sport yang harganya lumayan berkelas, celana jeans yang ternama, dan baju yang mengeluarkan aroma parfum terlaris dari prancis, dan juga topi hitam pekat serta masker mulut. Dia, adalah steve...
" ohhh,, hai steve.. Kamu tahu darimana rumah ku? "
" kamu langsung mengenaliku ya,, padahal aku menutup sebagian wajahku. Hihihi"
" siapa sih yang gak bisa mengenal muka seperti kamu. Da, jelas itu kamu yang sering pakai kacamata dan ,,, aku tahu wajahmu walaupun hanya sebagian ditutup saja. Hmmm,, ayo masuk. Kamu kesini bukan sekedar ngantar bingkisan yang kamu bawa kan? "
" owh,, ini bukan dari ku. Kebetulan, aku berpapasan dengan kurir makanan ini, jadi aku saja yang antar ke kamu. Dan, lagian aku ingin bertamu.. Hehehe, tidak apa kan? "
" tidak apa-apa. Silahkan masuk. "
" hmmm,, rumah mu sangat nyaman" kata steve yang sudah duduk di sofa .
" Semua rumah itu nyaman, kok. Kamu sudah makan? Yuk, makan. Ini sudah aku sajikan. " meletakkan 2 wadah mangkok di atas meja ruang tamu.
" hmm,,, sepertinya lezat. Melody, pesan ayam pedas ya .. Semua ayam.. Hehehehe"
" hihihihi,, hidup pecinta kalori! Hahahaha! "
" hmm,,, katanya tidak enak badan. Buktinya, ceria. " kata steve sambil mengunyah daging ayam tadi.
" iyaaa,,, itu tadi ,tapi sekarang enggak. " aku juga ikut mengunyah daging ayam pesananku.
" hmm,, enak enak enak.. Tidak terlalu buruk.. Hehehehe"
" aigoooo, makan pelan-pelan lah beb.. Saking lahapnya, mulut itu sudah belepotan saos , tuh. Nih, tissue. "
" makasih,,, hehehe. By the way, melody tinggal di villa ini seorang diri? "
" yups,, home alone. Hihihi"
" makan pelan-pelan, beb. "
" iyaaa, beebbbbb! hihihi. "
^^^10 menit kemudian...^^^
" ahh,,, kenyangnya. " aku duduk bersebelahan dengan steve.
" hehe,, selesai makan jangan langsung tidur. "
__ADS_1
" aku kan bukan tidur , cuma duduk saja. "
" duduk tapi bersandar di pundak ku, itu namanya mau tidur kan? " steve senyum .
" tapi, belum tidur kan?? Aku hanya ingin bersandar dipundak mu saja. Kamu, tidak suka? "
" bukan tidak suka, aku malah makin suka" . Dia tersenyum lagi.
" kau sungguh tampan, ya.. "
" dari dulu,, hehehe, melody baru sadar ? "
" bukan baru sadar, semenjak bertemu langsung dengan mu, kamu sudah menarik perhatian ku. Wajahmu, hingga ekspresi yang sok dingin itu. Aku menyukai nya.. Dan.. "
" jangan cerita lagi. Nanti, bisa gawat. Hehehe. "
" ohh, gawatnya karena wajahmu mulai merah. Hihihihi,, huffth.. "
" kok jadi hela nafas gitu? Terpaksa ya mencintai ku? "
" bukan,, hanya saja aku lagi banyak pikiran. "
" apa yang sedang kamu pikirkan, melody? hingga buat kamu menghela nafas berat gitu? "
" tidak apa aku cerita ? " aku masih bersandar dipundak steve.
" cerita lah.. Terbuka lebih baik daripada tertutup. "
" maksudnya, aku buka semua pakaian ku daripada aku tutupin? " aku pura-pura polos.
" hahahaha, bukan! Maksud, aku tuh, kalau ada cerita yang mau di ungkapin, ya diceritakan saja, dan jangan dipendam. Kamu, ini lah.. " dia mencubit pipiku.
" hmmm,,, lebih baik tidak usah memilih percaya dengan sahabat atau kekasihnya. "
" kenapa ? "
" biar takdir yang menentukan. Takdir akan menentukan siapa yang berhak untuk dipercayai. "
" ohh,, begitu ya.. Kamu percaya dengan takdir? "
" percaya. Nasib bisa diubah, akan tetapi Takdir tidak. "
" ahh,, sepertinya aku sering dengar perkataan itu. Sepertinya, beberapa film action atau comedy. "
" hahaha, anggap aja seperti itu. Btw, cerita teman mu itu bukan tentang kamu kan, melody? "
"ahh,, bukan lah. Hehehe" sontak aku kaget dengan pertanyaan steve, hingga aku bergerak lepas dari pundak nya.
" kenapa gak bersandar lagi? Sini, dong. Aku mau peluk. " Steve memeluk ku dengan erat sambil berkata;
" aku percaya kamu, melody. Jadi, jangan mencoba untuk berpaling dari ku. "
Aku sesaat heran apa mungkin dia sudah peka akan cerita aku tadi, ya?
" aku berusaha untuk tidak berpaling darimu".
__ADS_1
" kok, berusaha sih? " steve pasang muka sedih.
" aku takut untuk berjanji.. hehehe. "
" (senyum ) aku mengerti. " steve melepas pelukannya.
" kamu sedih? "
" sedih?? Ya, enggak lah! hanya saja aku ingin melanjutkan langkah yang seharusnya aku lakukan. "
" apa, itu? "
" mencium mu..... " aihh,, steve pasang muka sexy nya.. Aihhh! Kenapa jadi deg-deg an begini? Inikan bukan yang pertama kami berciuman.
" hehee,, buat apa mesti dikasih tahu. Lakukan, saja. cium nya di bibir kan?? nih,, ummm. " aku mencondongkan bibir ku kearah nya.
" hahaha! Bukan, loh. Aku ingin mencium,, kening mu saja. "
" ohh,, aku balik ke kamar, dulu. Jangan lupa tutup pintu usai pergi dari sini. " aku ingin beranjak dari sofa karena malu, namun steve menahan ku.
" hehehe, jangan cemberut gitu, dong. Yang tadi itu , aku bercanda. Aku dari tadi tidak tahan ingin .. "
" ingin apa? "
...Happ! Bibirku langsung dicomot saja oleh steve. Bibir nya terlalu menempel ke dalam. Dan dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulut ku. Karena terbawa suasana, aku membalas ciuman basahnya itu. sekali, dua kali, tiga kali, hingga aku lupa sudah keberapa kali kami saling balas ciuman dalam menit itu. ahhhhh, ini terlalu vulgar kali, hingga buat ku susah untuk bernafas. Dia menyadari nya, ciuman tadi itu, sekarang menjalar ke leher ku. Kecup, kecup dan dia jilat dengan lembut. Aku merasa, kecupan nya tadi meninggalkan bekas di area leher ku....
...Dia, mengecup lagi,, bahu, lengan dan tangan kanannya menjamah paha ku. Dia, ingin melepas pakaian ku....
" stop, steve. Hosh( menghelas nafas dalam). Untuk langkah selanjutnya, aku masih belum siap. "
Dia tersenyum kecil, " tidak, apa. Aku menunggu.. Hehehe,, maaf.. "
" maaf, karena apa? "
" sudah meninggalkan bekas ****** . Hihihi.. "
" ihh,,, kamu inilah. "
" eh?? Bibir kamu berdarah dikit. Coba aku lihat.. Hahahahahaha!! "
" apa-an?"
" sorry,, aku terlalu bersemangat,, jadi aku tidak sengaja mengigit bibir kamu, melody. Hihihi! "
" kok, aku enggak sadar ya ?? "
"mana mungkin sadar, kita kan sama-sama terlalu menikmati ciuman tadi. hihihi! "
" isssh,, kamu ini lah! Pulang sono! Da keburu malam! "
" ihh,, jangan marah lah. Kamu tega usir aku ya? aku kan ingin lama disini sama kamu. "
" kamu datang siang sekarang sudah hampir pukul 7 malam. "
" ahh,, sudah pukul 7 toh,, ya wes lah. Aku pulang dulu. Besok, pakai baju yang bisa menutupi ****** di leher kamu itu. Hihihi! "
__ADS_1
" steeeeeveeee...!! "
" hahahahahaha! "