
Setelah menempuh berjam-jam perjalanan akhirnya Elena sampai dimensionnya sedangkan Aditya dan Elisa sudah dijemput oleh supir mereka.
"ASSALAMUALAIKUM,MAMA PAPA ABANG LAKNAT. ELIZA YANG CANTIK NAN MANIS UDAH SAMPAI DENGAN SELAMAT TA---"ucapan Elena terpotong
"WAALAIKUMSALAM,HEH ADEK LAKNAT KAGA USAH TERIAK-TERIAK INI KAN BUKAN HUTAN!"ketus Aldy sambil berjalan menuju ke Elena
"Waalaikumsalam sayang,kok kalian pada teriak-teriak sih"ucap Fandy
"Mama,pusing tau padahal kalian ini udah dewasa tapi kenapa sifat nya masih kaya anak kecil aja hmm!"omel Kinan
Elena hanya cengengesan saja dan langsung berlari kepelukan sang ibu tercinta.
"Jadi papa gak di peluk nih?"tanya Fandy pura-pura kesal
"Ih,papa jangan kaya gitu. Nanti jelek"ucap Elena dan beralih memeluk Fandy
"Ekhem...gue nya kaga ni dek?"ucap Aldy sambil memanyunkan bibirnya
"Hehe,huwaaaa abang!"ucap Elena teriak sambil memeluk Aldy
"Buset! Kaga usah teriak-teriak dong! Kuping gue bisa congean kalo gini terus!"celetuk Aldy Elena hanya cengengesan saja.
Fandy dan Kinan pun hanya tersenyum bahagia melihat kakak dan adik itu sangat menyayangi satu sama lain.
***
Paginya Elena sudah berada di dapur membantu bi Minah dan mama nya yang sedang memasak sarapan
"Sayang,mending kamu duduk aja deh."titah Kinan
"Mama,kalau aku duduk aja nanti aku gak bisa masak dan kalau aku gak bisa masak, bisa-bisa nanti kalau aku udah punya suami dia mau aku kasih makan apa?"jelas Elena yang membuat Kinan tersenyum melihat nya
"Ternyata anak mama udah besar ya,pemikiran nya pun udah dewasa."ucap Kinan
"hehe iya dong, anak siapa dulu"ucap Elena bangga,Kinan hanya tersenyum manis pada Elena
Lima menit kemudian makanan sudah siap, keluarga Elena pun memakan sarapannya dengan hidmat tanpa adanya yang bersuara hanya saja terdengar suara dentingan sendok dan garpu.
***
Siangnya Elena sedang duduk ditaman memandangi langit yang saat ini terlihat begitu cerah.
Elena duduk diatas ayunan di taman. Geraldy memanggil Elena dari belakang yang membuat Elena menoleh ke sumber suara.
"Apa?!"tanya Elena
"Kok nomor Elisa gak aktif?"tanya Geraldy
"Lah,lo kan yang pacarnya. Kenapa nanya sama gue?"ucap Elena sambil memandang wajah Aldy
"Gue juga bingung dek,semenjak pulang dari Amerika, nomor dia gak aktif"jelas Aldy
"Masa sih,gue belum hubungin dia soal nya"ucap Elena
"Kenapa gak lo datengin aja mension nya"lanjutnya
"Ayo,ikut gue ke mension Elisa"tanpa persetujuan Elena Aldy menarik tangan Elena keluar menuju ke mobil nya.
****
Sesampainya Elan dan Aldy di mension Elisa, mereka langsung masuk.
__ADS_1
"Assalamualaikum"ucap Elena dan Aldy
"Waalaikumsalam"ucap pembantu di mension Elisa
"Maaf, Elisa nya ada bi?"tanya Elena
"Oh,non Elisa ada di dalam kamar nya non. Dia sedang tidak enak badan"jelas bi Surti
"Silakan masuk non"ucap bi Surti mempersilakan mereka masuk
Mereka masuk,Elena menanyakan tentang keberadaan orang tua Elisa kata nya orang tua Elisa kemarin pergi ke Jerman untuk mengurus anak cabang perusahaan nya.
Elena dan Aldy menuju ke kamar Elisa yang berada di lantai 3, sesampainya mereka didepan kamar Elisa.
tok..tok..tok
hening tidak ada jawaban
ceklek...
Elena membuka pintu dan masuk ke kamar Elisa di ikutin oleh sang kakak,saat Elena masuk ke dalam kamar Elisa di dapati sang empu sedang tertidur diatas kasur king size nya.
Karena Elena tidak tega membangunkannya akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari kamar Elisa.
Belum sempat Elena dan Aldy membuka pintu,Elisa memanggil mereka
"Elena,Aldy"ucap Elisa dengan suara serak
yang dipanggil pun menoleh
"Elisa"ucap Elena dan Aldy bersamaan
Elena dan Aldy menghampiri Elisa yang sudah duduk diatas ranjang king size nya.
"Gak apa-apa kok sayang, aku emang udah bangun karena haus"ucap Elisa sambil tersenyum
"Aku ambilin minum ya"ucap Aldy dan Elisa hanya mengangguk patuh saja
"Ekhemm.....jadi nyamuk gue disini buset!"celetuk Elena
"hehehe"kedua nya hanya cengengesan saja yang membuat Elena memutar bola mata nya malas
"Udah ah,gue mau ke balkon aja, disini gue jadi nyamuk"ucap Elena melangkahkan kaki nya ke arah balkon kamar Elisa
****
Elena sedang duduk di kursi yang ada di balkon kamar Elisa sambil memandangi langit Elena teringat akan ucapan Aditya saat mereka sedang berada di pesawat.
"Apa gue telpon Adit aja ya biar kaga bosen"ucap Elena pada dirinya sendiri
"Ah,gak ah masa gue yang nelpon duluan sih"lanjutnya
"Tap--"belum sempat Elena menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja ponsel nya berdering
"Astaghfirullah ya Allah, Adit nelpon gue. Dia tau kali ya kalau gue lagi mikirin dia wkwk"ucap Elena kegirangan dan langsung mengangkat telpon dari Adit
Adit Laknat
"lama banget sih,lagi ngapain coba"
"hehe,maaf ya"
__ADS_1
"lagi dimana lo?gue ke mension lo tapi lo nya kaga ada."
"lagi dimension Elisa,kesini aja dia lagi sakit tau"
"oke,otw"
Adit memutuskan sambungan telepon nya sepihak yang membuat Elena kesal
"jadi cowok kaga ada romantis nya amat sih tu anak!"cibir Elena
"hayo,ngomongin sapa lo?!"ucap Aldy mengagetkan Elena
"astaghfirullahalazim,lo ngagetin aja sih bang!"ucap Elena kesal
"lagian lo,kenapa coba ngomong sendiri. Udah gak waras lo?"ledek Aldy
"bodoamat dah,awas minggir lo gue mau nunggu Adit"Elena bangkit dan mendorong Aldy ke samping
"dasar kaga ada akhlak!"
***
Adit sudah sampai dimension Elisa dan sekarang mereka sedang berkumpul dikamar Elisa.
Aldy sedang menyuapi Elisa makan,sedangkan Adit dan Elena sedang adu bacot karena mereka lagi main ML (mobile lagends), karena Aldy tidak tahan dengan tingkah mereka berdua akhirnya Aldy memarahi mereka untuk menyudahi permainannya, Adit dan Elena pun hanya menurut apa yang diperintahkan oleh Aldy
"ini tuh gara-gara elo,coba kalau gak ribut pasti kita gak akan AFK!"ucap Adit
"loh,kok jadi gue sih. Ini itu elo yang bikin ribut!"bela Elena
"terus masih,udah gede juga masih aja kaya bocah!"celetuk Aldy yang membuat Elena dan Adit mendengus kesal sedangkan Elisa hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya
***
Malam nya setelah makan malam Elena duduk di ruang keluarga bersama keluarga nya.
Aldy memberanikan diri untuk mengatakan kepada Fandy dan Kinan bahwa ia akan melamar Elisa besok malam saat kedua orang tua Elisa sudah kembali ke Indonesia.
"mama papa, aku akan melamar Elisa besok malam"ucap Aldy
"besok malam?"tanya Fandy
"iya papa,karena kedua orang tua Elisa baru pulang dari Jerman besok siang."jelas Aldy
"yasudah"ucap Fandy
"asyiqqqqqq abang mau nikah"ucap Elena kegirangan
"boy,setelah melamar apa kamu akan tunangan?"tanya Kinan yang sedari tadi diam
"aku dan Elisa sudah membicarakan soal itu ma,kata Elisa lebih baik langsung menikah saja"jelas Aldy
"Mama dan papa akan mendukung keputusan kalian, boy"ucap Fandy
Aldy hanya tersenyum karena ia sangat senang dengan jawaban papanya.
Skip~
Holla gaes!makasih yang udah mampir jangan lupa di like,komen,vote,dan favorit ya gaes!💙
dan jangan lupa baca juga novel aku judul nya "She Is My Wife" dan "Enemy Is My Love". See you gaes!!👋🏻💙
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya gaes!🙂💙