PacarKu SahabatKu

PacarKu SahabatKu
Kesedihan Elisa I


__ADS_3

Sang mentari sudah memancarkan sinarnya hingga menembus celah-celah jendela kamar seorang gadis cantik hingga membuat sang empu nya terbangun.


"Hoam"


"jam berapa sih ini?"ucap Elena sambil mencari-cari ponsel nya


tok...tok...tok


"Elena sayang,bangun ini udah jam 9 loh!"teriak Kinan dari luar kamar


"APA!"teriak Elena


"sayang kamu gak apa-apa kan? Kenapa kamu teriak?"teriak Kinan dari luar kamar


"Aku gak apa-apa kok ma,iya aku mau mandi dulu!"teriak Elena dari dalam kamar


"Yaudah, cepet ya sayang"ucap Kinan


"iya mama ku!"teriak Elena


Elena beranjak dari tempat tidur nya dan langsung memasuki kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.


Sepuluh menit kemudian Elena keluar sudah menggunakan baju santainya, Elena langsung keluar dari kamar dan menuju ke meja makan karena ia merasa sangat lapar.


Dimeja makan Elena tidak melihat siapa-siapa kecuali bi Minah yang sedang didapur lagi mencuci piring.


"Bibi,mama papa sama bang Aldy kemana?"tanya Elena sambil duduk di kursi meja makan


"Nyonya tuan sama den Aldy pergi untuk membeli cincin non"jelas bibi dan Elena hanya ber 'oh' ria saja.


Setelah memakan rotinya Elena kembali ke kamar nya dan mengambil ponsel nya diatas nakas samping tempat tidur.


Elena mencari nomor Adit dan menghubungi nya.


Adit laknat


"HOLA!"


"astaghfirullah, assalamualaikum kali neng bukan jerit-jerit"


"hehe, assalamualaikum pak ustadz Adit"


"ye dasar kampret lo"


"haha"


"malah ketawa,kenapa lo telpon gue? kangen? atau rindu?"


"jangan ge'er deh lo kutu kambing"


"ye kurang ngajar amat lo anakan dugong"


"astaghfirullah kalau gue dugong berarti lo anakan kingkong"


"lah,banyak bacot lagi. Udah buruan kenapa lo telpon gue? lagi sibuk nih gue"

__ADS_1


"cih,sibuk apaan lo juki?


"apa aja boleh,jangan kepo deh lo"


"bodoamat dah,ke mension gue sekarang"


"gue lagi di kantor Elena"


"astaghfirullah,gue lupa hehe, yaudah deh maaf gue ganggu."


"gak apa-apa kok"


"yaudah lanjut kerja nya Adit. Bye-bye"


tut...tut...tut


Elena mematikan sambungan telepon nya sepihak dan langsung meletakkan ponsel nya kembali ke atas nakas.


****


Sorenya keluarga Geraldy sudah bersiap-siap untuk menuju ke mension Elisa dan Aditya sudah datang ke mension Elena.


"sudah semua nya kan?"tanya Fandy


"sudah"


tiba-tiba ponsel Aldy pun berdering dilihat nya ID ponsel itu dan ternyata Elisa lah penelpon nya dengan segera Aldy mengangkat nya.


Saat Aldy mengangkat telpon nya terdengar suara Elisa sedang menangis


"hallo sayang,kamu kenapa kok nangis?"


"APA?!"


"...."


"iya-iya aku akan kesana sekarang,kamu jangan nangis ya.tunggu aku akan datang"


tutt...tutt...tutt


Aldy memutuskan sambungan telepon nya sepihak dilihatnya wajah Aldy sedih dan khawatir.


"ada apa boy?"tanya Fandy


"papah kita harus ke mension Elisa sekarang!"titah Aldy


"ada apa sayang?"tanya Kinan


"gak ada waktu buat aku jelasin,pokok nya kita harus kesana sekarang"ucap Aldy tegas dan langsung berlari menuju ke mobilnya


****


Sampainya mereka dimension Aldy betapa terkejutnya mereka melihat banyak orang dan ada polisi juga.


Mereka masuk kedalam mension Elisa, betapa terkejutnya mereka saat memasuki mension itu dan melihat Elisa sedang menangis histeris disamping dua orang yang tertidur di tutupi oleh kain putih dan dikelilingi orang-orang yang membacakan yasin.

__ADS_1


Aldy dan yang lainnya segera menghampiri Elisa, Elena langsung memeluk sahabatnya,ia tak tega melihat sahabatnya itu menangis.


"Sa,in---"belum sempat Elena menyelesaikan ucapannya Elisa sudah berbicara


"Mama sama papah El, mer...e..ka ke...na..pa ni...ng..ga..lin a..ku hiks...hiks..hiks"ucap Elisa terbata-bata karena isak tangis yang semakin menjadi ketika Elena memeluknya


"Sa,kamu yang sabar ya,ini semua cobaan buat kamu. Kamu jangan sedih lagi kan ada aku,bang Aldy,Adit,mama dan papa"ucap Elena mengelus rambut panjang Elisa


Aldy yang melihat Elisa menangis pun tak tahan ingin rasanya ia memeluk Elisa saat itu juga.


Adit yang melihat itu semua tak kuasa menahan tangis nya ketika melihat sahabatnya nya menangis karena kehilangan kedua orang tua nya.


Sedangkan orang tua Elena sedari tadi memandangi Elisa dengan tatapan iba,calon menantunya saat ini sedang diberikan cobaan yang begitu berat mereka sangat sedih melihat keadaan Elisa.


***


Pemakaman kedua orang tua Elisa sudah selesai saat ini Elisa,Aldy,Elena dan Adit sedang berada diruang keluarga mension Elisa bersama dengan Fandy dan Kinan


"kamu ikhlasin ya sayang,mama dan papa kamu pasti udah tenang disana, kalau kamu nangis terus mereka jadi ikut sedih nanti. Mending kamu doain mereka supaya diterima disisinya"ucap Kinan sambil mengelus punggung Elisa


"hiks...hiks...hiks ta..n..te ke...na..pa tu...han be...git..u ce..p...at meng...amb...il or..ang tu..a ku hiks...hiks"ucap Elisa dengan isak tangisnya sambil memeluk Kinan


"sayang dengerin tante ya,tuhan sayang sama mama dan papa kamu makanya tuhan lebih cepat manggil mereka,dan sekarang kamu hanya perlu berdoa untuk mereka saja ya,udah dong jangan nangis lagi"ucap Kinan


yang ada di ruang keluarga pun hanya memandang dengan perasaan iba kepada Elisa.


****


Saat mereka sedang berbicara tiba-tiba ada seseorang datang dan mereka mempersilakan mereka duduk.


"Maaf kedatangan kami ke mari hanya ingin memberikan surat ini dari bank"ucap salah satu orang yang memakai kemeja putih


"Surat dari bank?"ucap mereka serempak


"Benar"ucap satunya lagi yang memakai kemeja biru


Elisa membaca surat dari bank yang ternyata isinya adalah penyitaan mension dan seluruh aset-aset milik almarhum papa nya, karena papanya mengalami kebangkrutan


"tidak ini tidak mungkin hiks...hiks...hiks"ucap Elisa dan kembali menangis


"ada apa Elisa"Fandy mengambil surat yang ada ditangan Elisa


betapa terkejutnya ia saat membaca surat itu diletakkan nya surat itu dimeja.


"jadi kedatangan kalian kemari untuk menyita rumah ini? Karena pak Tirto mengalami kebangkrutan?"ucap Fandy


"Benar tuan,dan pihak bank akan memberi waktu nona Elisa 2 hari untuk mengosongkan mension ini"jelas orang yang memakai kemeja biru


Sungguh malang nasib Elisa baru saja ia ditinggal oleh kedua orangtua nya sekarang,ia mendapatkan kabar buruk lagi bahwa mension dan seluruh aset-aset milik almarhum papa nya akan disita oleh pihak bank karena papa nya bangkrut.


Mereka memandang Elisa dengan perasaan iba. Betapa berat tuhan menguji Elisa, kasihan sekali gadis malang itu.


Skip~


Holla gaes!makasih yang udah mampir jangan lupa di like,komen,vote,dan favorit ya gaes!💙

__ADS_1


dan jangan lupa baca juga novel aku judul nya "She Is My Wife" dan "Enemy Is My Love". See you gaes!!👋🏻💙


Jangan lupa tinggalin jejak ya!🙂


__ADS_2