
Setelah kepergian dua orang tadi,Elisa menangis meratapi nasib nya. Kemana ia akan pergi?dan dimana ia akan tinggal?.
Sesaat Elisa melihat Aldy yang memandanginya,ia berfikir apakah Aldy masih mencintainya dan mau menerimanya?
Sungguh membuat pikiran Elisa bertanya-tanya.
Kinan yang tidak tahan melihat Elisa menangis akhirnya ia memutuskan untuk membawa Elisa ke mansion nya untuk tinggal disana.
"Elisa sayang,kita pulang yuk ke mansion tante"ucap Kinan sambil mengelus punggung Elisa
"tap...tapi tante"ucap Elisa
"Kan kamu juga calon menantu tante,gak apa-apa dong kamu tinggal sama tante."ucap Kinan sambil tersenyum
"Apa kalian mau menerima ku? Sekarang aku sudah menjadi anak yatim-piatu dan seorang gadis miskin. Apakah Aldy masih mencintai ku?"ucap Elisa tertunduk lesu
Aldy dan orang tuanya yang mendengar ucapan Elisa pun merasa sangat iba.
Aldy berjalan dan menghampiri Elisa.
"Kamu jangan berfikiran seperti itu, walaupun dengan keadaan kamu yang sekarang aku tetep cinta sama kamu"Aldy memeluk Elisa dibalasnya pelukan itu oleh Elisa
"Hiks...hiks...hiks kamu ma...u ter...ima aku"ucap Elisa sambil terisak
"Aku cinta sama kamu bukan mandang apa yang kamu punya,tapi aku cinta kamu itu tulus sayang"ucap Aldy
Aldy melepaskan pelukannya dan mencium kening Elisa. Elena dan Adit begitupun dengan kedua orangtua Elena yang melihat itu pun merasa haru.
****
Malamnya Elisa dan bi Surti sudah berada di mansion Aldy,bi Surti sengaja ikut karena permintaan Elisa. Bi Surti bekerja di mansion Aldy dan Kinan pun menyetujui nya.
Setelah makan malam mereka berkumpul diruang keluarga,mereka membicarakan tentang pertunangan Aldy dan Elisa.
"Jadi,kapan kalian akan bertunangan?"tanya Fandy
"mungkin sebulan lagi pah"ucap Aldy
"kenapa gak sebaiknya kalian nikah saja"ucap Kinan
"mama,ini mau nya buru-buru aja"ucap Elena
"mama udah gak sabar hehe"ucap Kinan terkekeh
"kan yang mau nikah Aldy sayang,kok kamu yang gak sabar?"ucap Fandy
"ih,papa ini gimana sih mama kan gak sabar mau timang cucu"ucap Kinan cemberut
"mama tenang aja,aku akan kasih mama 12 cucu"ucap Aldy sambil tersenyum
"gila aja lo bang,mau punya anak 12 udah kaya keluarga Gen Halilintar aja lo haha"ucap Elena sambil tertawa
Semua yang mendengar ucapan Elena pun ikut tertawa.
"biarin,nanti kita buat 12 ya sayang"ucap Aldy
"kamu mau urus nya?"tanya Elisa
"suruh aja Aldy yang hamil,Sa"ucap Kinan
"mama ini,kan Aldy cuma bantu doang"ucap Aldy
"sayang kamu mau kan punya anak 12 nanti?"tanya Aldy
__ADS_1
"enggak deh,cape. Kalau kamu yang hamil gak apa-apa"ucap Elisa
"sudah,seberapa dikasih nya saja sama Allah"ucap Fandy
"hehe,iya papa."ucap Aldy terkekeh
"sekarang kembali ke kamar masing-masing, sudah malam ini sebaiknya kalian tidur"ucap Fandy beranjak dari duduknya
****
Paginya Elena sudah bangun dan langsung ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.
Beberapa menit kemudian,ia sudah keluar dengan kaos oblong warna putih dan celana jeans hitam.
Elena berjalan ke meja rias nya dan memoles sedikit makeup ke wajah cantiknya.
Selesai makeup Elena mangambil ponsel yang ada di atas nakas.
Setelah mengambil ponsel Elena keluar dari kamar dan menuju meja makan,saat sedang berada di tangga ponsel Elena berdering,di lihatnya ID ponsel dan tertera nama Adit
Adit laknat
"hallo"
"El,udah bangun?"
"udah,kenapa emang?"
"cepet keluar,gue ada didepan mansion lo tau"
"lah,dasar ******. Kenapa lo gak masuk aja"
"udah buruan keluar aja"
"sarapan sama gue aja,gue juga belum sarapan"
tut tut tut...
Adit memutuskan sambungan telepon nya sepihak,dan membuat Elena kesal.
"dasar aneh,pengen gue lemparin ke sungai amazon rasanya biar dimakan anak conda sekalian"umpat Elena
Elena turun kebawah dan berpamitan kepada Kinan bahwa ia akan pergi bersama Adit.
***
Adit membawa Elena ke mansion nya,entah apa yang mau dilakukan Adit tapi Elena tetap bodoamat dan gak banyak tanya.
Sampainya dimansion Adit,ia disambut dengan kedua orang tuanya dengan ramah.
"Elena sayang,kenapa baru kesini sih,tante kangen tau sama kamu"ucap Lestari mama nya Adit
"hehe,maaf ya tante aku baru main kesini"ucap Elena terkekeh
"oh,iya tante baru pulang ya?"lanjutnya
"iya,tante baru saja sampai tadi malam dan tante menyuruh Adit untuk jemput kamu biar bisa sarapan bersama calon menantu"jelas Lestari sambil menggoda Elena
"buset,calon mantu kata nya. Haduh gue pengen terbang tolong hayati woi" batin Elena
Wajah Elena seketika seperti kepiting rebut karena digoda oleh Lestari.
"mama,jangan goda Elena. Liat tuh pipi nya udah merah gitu haha"ucap Adit sambil tertawa melihat wajah Elena yang sudah merah
__ADS_1
Elena langsung menundukkan kepala nya karena malu,Adit yang melihat Elena seperti itu rasa nya ingin sekali mencubit pipi Elena. Sedangkan Lestari tersenyum manis melihatnya.
"yaudah,ayo kita sarapan papa nya Adit udah nunggu loh"ucap Lestari
"em,i...iya tan"ucap Elena kikuk
***
Dimeja makan sudah ada orang tua Aldy,Elena dan Aldy.
"kakak kamu mana,Dit?"tanya Sanjaya papa nya Adit
"masih dikamar kali pa"ucap Adit
"Morning semua"ucap Almira menuruni anak tangga
"morning"ucap mereka serempak
Setelah Almira duduk mereka makan sarapan tanpa adanya suara satu pun,hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu.
****
Setelah sarapan Elena duduk ditaman ditemani dengan Almira.
Mereka duduk di ayunan taman sambil mengobrol ringan dan sesekali becanda dan tertawa.
"kakak tumben ada dirumah,biasa nya sibuk untuk pemotretan"tanya Elena
"iya,aku lagi free makanya pulang aja,di apartemen mulu aku kesepian tau"ucap Almira
"kak Mira,udah punya calon?"ucap Elena
"calon sih udah ada,tapi aku belum mau serius"ucap Almira
"kenapa kak? bang Aldy aja udah mau tunangan loh. Masa kakak belum juga"ucap Elena
"si Aldy mah emang gak bisa nahan hahaha"ucap Almira tertawa
"iya,kata nya dia setelah menikah mau punya anak 12 biar kaya keluarga Gen Halilintar haha"ucap Elena tertawa terbahak-bahak
"oh,ya emang rada-rada itu otak nya. Dia kira hamil itu gampang"ucap Almira
"iya emang suka gitu dia,gak malu sama umur"ucap Elena
"dan kamu sama Adit?"tanya Almira
"aku sama Adit ya biasa aja masih sahabatan"jelas Elena
"kamu gak ada rasa gitu sama Adit? Sedangkan teman-teman kamu saja udah pada nikah dan Elisa sebentar lagi akan tunangan sama Aldy"ucap Almira
"hm,iya sih. Tapi Allah belum kasih tau jodoh aku yang mana"ucap Elena
"jodoh kamu ada di dekat kamu mungkin hehe"ucap Almira terkekeh
Mereka tertawa bersama dan sesekali membicarakan masa kecil mereka yang memang sudah dari bayi mereka dekat.
Skip~
*Holla gaes!makasih yang udah mampir jangan lupa di like,komen,vote,dan favorit ya gaes!💙
dan jangan lupa baca juga chat story aku judul nya "She Is My Wife" "Enemy Is My Love" dan "BAD GIRL". See you gaes!!👋🏻💙
Jangan lupa tinggalin jejak ya!🙂*
__ADS_1