
~Selamat Membaca dan Semoga Kalian suka dgn cerita yg Author buatπππ~
β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘
Author Prov,,,
_____________
_______________________________
Di sebuah kamar, terlihat seorang gadis cantik yang sedang tertidur degan lelapnya. Namanya adalah Putri Azzahra Affendi, Dia seorang sekretaris di Kota Bandung.
Ketika umur 18 tahun orang tuanya meninggal dunia, Dia terpaksa harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Waktu terus berjalan, tak terasa sekarang Putri sudah menginjak usia 22 tahun. Putri sudah bekerja di Perusahaan ternama di Kota Bandung sebagai seorang sekretaris.
Banyak orang yg kagum akan kerja kerasnya, Dia selalu ramah terhadap para tetangga di rumahnya. Dia selalu membantu setiap ada tetangga yg membutuhkan pertolongannya.
Tidak heran banyak para tetangga yang menyukai akan kepribadian seorang Putri. Putri mempunyai seorang pembantu yang setia menemaninya, pembantu itu bernama Bi Sari.
Walaupun di usia Bi Sari yang tidak muda lagi, Bi Sari bekerja sebagai pembantu di Rumah Putri untuk biaya anaknya di kampung. Bi Sari selalu melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Tidak jarang, Putri selalu memberi bonus tambahan buat Bi Sari.
End Author Prov.....
__________________
________________________________
Putri Prov,,,
___________
______________________________
"Hoam,,, Hoam" suara bangun tidurku.
Aku pun langsung bangkit dari tidurku, dan segera pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandiku.
Sekitar 30 menit, ritual mandiku pun selesai. Aku bergegas menuju lemari bajuku, aku memilih baju berwarna biru muda dan rok hitam.
Aku segera tempat riasku, dan merias wajahku secara natural. Selesai berhias aku pun segera ke luar dari kamarku untuk menuju ruang makan.
Saat menuruni anak tangga, Bi Sari menyapaku.
"Non Putri, makanannya udah Bibi siapin di meja makan" kata Bi Sari ramah.
"Bi Sari, udah makan" ucapku ramah.
"Belum, Non Putri" kata Bi Sari.
"Bi, ayo kita makan bersama" ucapku.
"Gk usah, Non Putri. Bibi, nanti makan di dapur saja" kata Bi Sari menolak.
"Bibi tidak usah sungkan gitu, kayak sama siapa aja. Aku udah anggap Bibi sebagai Ibuku sendiri" ucapku.
"Baiklah, Non Putri" ucap Bi Sari.
Setelah sarapan, aku segera pergi ke kantor.
"Bi, aku pamit berangkat kerja dulu ya" kataku sambil mencium tangan Bi Sari.
"Iya, hati-hati dijalan. Non Putri" ucap Bi Sari.
"Iya, Bi" ucapku.
__ADS_1
Akupun berangkat ke kantor dengan mobilku, aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang. Sekitar 30 menit, Aku pun tiba di kantor.
"PUTRI, tunggu" kata seseorang berteriak memanggil namaku. Dia adalah temanku di kantor, namanya Dona.
"Iya Dona, ada apa" ucapku.
"Lo tau gk, 3 hari lagi kita bakal kedatangan CEO dari Kota Jakarta. Yang bakal gantiin Pak Surya (CEO) dikantor kita, untuk sementara disini" ucap Dona heboh.
"Terus" ucapku malas.
"Terus, terus. Lo tadi dengerin kata gue gak sih" ucap Dona kesal.
"Iya, Gue dengerin kok omongan tadi" ucapku.
"Kok Lo biasa aja sih" ucap Dona penasaran.
"Terus gue harus heboh kaya Lo juga gitu" ucapku.
"Gak gitu juga sih" ucap Dona sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Udah deh, lebih baik Lo segera ke ruangan Lo. Lo gk mau kan kena omel Bu Soffy yg cerewet itu" ucapku.
"Idih, gak mau lah gue kena omel Bu Soffy. Bisa-bisa telinga gue budeg denget ceramahnya yg panjang kali lebar" ucap Dona sambil mengidikkan kedua bahunya.
"Kalo gitu, lebih baik Lo segera ke ruangan Lo. Gk usah gosipin CEO itu lagi. Okeπ" ucapku.
"Oke, Putri" ucap Dona.
Kami berdua pun segera berpisah untuk menuju ruangan masing2.
End Putri Prov.....
β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘
__________________
______________________________
Terlihat Seorang Pria Muda, Gagah dan Tampan memasuki kantor. Dia adalah Seorang CEO di kantor tersebut. Semua karayawan menunduk hormat kepadanya.
"Selamat Pagi, Tuan Muda" ucap Karyawan bersamaan dan menundukkan kepala memberi hormat.
"Selamat Pagi, Bos" ucap seorang Pria yg tak lain adalah sahabatnya sendiri sekaligus teman kuliahnya dulu.
"Pagi" ucap Putra Dingin, ya nama CEO tersebut adalah Putra Wijaya.
Sikap Putra selalu dingin ketika ada orang yang menyapanya tetapi itu hanya berlaku di depan umum. Dibalik sikap dinginya, Dia memiliki hati yang lembut, tetapi itu hanya kepada kedua orang tuanya dan teman dekatnya saja. Dimas memahami kenapa Putra selalu bersikap dingin kepadanya, itu karena Putra tidak mau dipandang rendah oleh orang lain. Jadi Dia harus bersikap tegas dan dingin kepada orang lain.
Di RUANG KERJA PUTRA
βββββββββββ
"Dimas, tiga hari lagi kita akan pergi ke Perusahaan yg ada di kota Bandung. Kamu harus menyiapkan keperluan yang akan dibutuhkan disana" ucap Putra.
"Baik, Bos. Lalu Perusahaan ini siapa yang urus, Bos" ucap Dimas penasaran.
"Nanti Perusahaan ini akan diurus oleh Ayahku dulu, selama aku menjabat jadi CEO di Kota Bandung nanti" ucap Putra.
Tiba2 ponsel Putra berdering, Drrrt,,drrrt,,,drrtttt
"Ya, Hallo" ucap Putra.
"Putra kapan kamu bakal nengokin nenek, nenek udah kangen banget sama kamu" omel seorang Nenek, ya dia adalah neneknya Putra satu2nya yg masih hidup. Nenek (Ibu dari Sang Ayah), Putra sangat menyayangi neneknya seperti menyayangi kedua orang tuanya.
"Iya, Nek. Nanti Putra bakal kesana kok" ucap Putra Lembut.
__ADS_1
"Nanti,,, Nanti,, nanti keburu nenek udah meninggal baru kamu tengokin" omel neneknya.
"Ih, nenek kok ngomong gitu sih, gak baik tau" ucap Putra.
"Abis nenek sebel sama Kamu, karna Kamu jarang nengokin nenek sih" ucap neneknya.
"Iya Nek, nanti bakal aku usahain kesana kok" ucap Putra.
"Janji ya, awas bohong loh. Kalo bohong nanti nenek jewer tuh kupingnya" ucap neneknya.
"Punya nenek yg satu ini gini2 amat ya, main jewer-jewer kuping segala. Tapi meski gini aku sangat menyayanginya" gumam Putra sambil tersenyum.
"Tumben Bos, Senyum" gumam Dimas.
"Janji Nek, nanti aku bawain kue kesukaan nenek. OKE" ucap Putra.
"Oke" ucap neneknya senang.
Akhirnya panggilan telpon tersebut pun terputus, neneknya Putra sangat senang karena cucunya bakal nengokin Dia.
"Hari ini apa saja jadwalku" ucap Putra.
"Hari ini jadwal Bos bertemu Client dari Singapore untuk mengadakan rapat" ucap Dimas.
"Kapan rapatnya dilaksanakan" ucap Putra.
"Sekitar 4 jam lagi, Bos" ucap Dimas.
"Baiklah saya mau keluar dulu, kalo ada masalah kamu urus ya" ucap Putra.
"Baik, Bos" ucap Dimas.
Putra pun langsung keluar dari ruang kerjanya, dia berjalan menuju lift khusus CEO. Sekitar 20 menit, Putra sudah tiba di tempat parkiran khusus seorang CEO.
Putra langsung melajukan mobilnya menuju kediaman sang Nenek, tidak lupa juga Dia mampir ke sebuah toko kue untuk membeli kue kesukaan sang Nenek.
Sekitar 30 menit, melakukan perjalanan ke kediaman sang Nenek. Akhirnya Putra pun tiba di kediaman Neneknya.
Satpam langsung membukakan pintu pagar karena sang Satpam tahu betul bahwa yg datang adalah cucu dari pemilik rumah tersebut.
"Selamat Siang, Den" ucap Satpam.
"Siang Pak, apa Nenek ada dirumah" ucap Putra.
"Ada, Den" ucap Satpam.
"Baiklah, Saya masuk kedalam dulu ya" ucap Putra.
"Iya, Den" ucap Satpam.
______________________
________________________________
Berikan Saran dan Kritik kalian yg bisa membangun semangat Author dalam melanjutkan cerita ini.
Jangan lupa vote, like dan klik favorite yaπππ
Love You Readerπππ
_____________________
________________________________
NEXT,,,,,
__ADS_1