Pahami Diriku

Pahami Diriku
EPISODE 2


__ADS_3

Ting,,, Tong,,, (Suara Bel Rumah)


"Iya, tunggu sebentar" terdengar suara sahutan dari dalam rumah.


"Eh, Den Putra. Maaf Bibi buka pintunya lama" ucap seorang pembantu di rumah itu, namanya adalah Surti biasa dipanggil degan Bi Surti.


"Nenek dimana, Bi" ucapku.


"Nenek Aden ada di halaman belakang" ucap Bi Surti.


"Aden, mau Bibi buatin minuman" ucap Bi Surti.


"Baiklah, Bi. Tapi anterin ke halaman belakang aja, ya" ucapku.


"Baik, Den" ucap Bi Surti.


Aku pun memutuskan untuk menemui Nenek ke halaman belakang. Disana terlihat seorang Nenek yang sedang duduk sendirian, ya Dia adalah Nenekku satu2nya yg Aku punya dan yg paling kusayangi.


"KEJUTAN"ucapku mengagetkan Nenekku.


"Eh,, copot,,, copot" ucap Nenekku Latah karena Terkejut.


"PUTRA, kebiasan deh kalo kesini pasti ngagetin Nenek. Kalo Nenek jantungan gimana" ucap Nenekku marah sambil menjewer telingaku.


"Ampun, Nek. Tolong lepasin telingaku nanti copot loh" ucapku sambil menahan sakit akibat jeweran Nenekku.


"Biarin aja copot. Abis Kamu ngeselin sih" ucap Nenek Sewot yang masih tetap menjewer telingaku.


"Oke, Aku minta maaf. Lepasin ya, Nenekku Sayang" ucapku lembut.


"Oke, Nenek maafin. Tapi jangan kaya gitu lagi, ya" ucap Nenek sambil melepaskan jewerannya.


"Oke, Nek. Putra janji gak bakal ngagetin Nenek lagi" ucapku.


"Kok gak bilang2 mau kesini sih" ucap Nenekku.


"Kan Aku mau bikin kejutan buat Nenek" ucapku.


"Oh, kapan Kamu bakal bawa Calon Istrimu kesini" ucap Nenekku.


"Tadi aku beliin kue kesukaan Nenek, loh" ucapku mengalihkan pembicaraan.


"Kamu itu ya, selau ngalihin pembicaraan Nenek mulu" ucap Nenekku.


"Abis Nenek juga sih, kalo Aku kesini pasti Calon Istri mulu yg dibahas" ucapku.


"Putra kamu itu udah dewasa, udah saatnya punya pendamping hidup. Nenek cuma mau gendong Cicit dari Kamu, sebelum Nenek meninggal" ucap Nenekku sedih sambil menitikkan air mata.


"Nenek jangan ngomong gitu dong. Putra janji nanti bakal bawa Calon Istri Putra kesini, Oke. Jangan sedih lagi ya, Nek" ucapku sambil menghapus air mata Nenekku.


"Janji ya, Putra" ucap Nenekku.


"Iya, Putra janji kok" ucapku.


"Nenek bakal kasih Kamu waktu sebulan buat cari Calon Istri, kalo Kamu gak nemuin Calon Istri dalam waktu sebulan itu. Nenek yang bakal turun tangan" ucap Nenekku sambil memperingatiku.


"Kok gitu sih, Nek" ucapku memelas.


"Keputusan Nenek sudah bulat gak bisa dibantah" ucap Nenekku mempertegaskan.

__ADS_1


"Baik, Nek" ucapku mengalah.


Sekitar 30 menit berbincang2 dengan Nenek, Aku pun memutuskan untuk kembali Ke kantor.


"Nek, Putra mau kembali Ke Kantor dulu, ya. Soalnya nanti bakal ada meeting" ucapku.


"Baik. Hati2 dijalan, Putra" ucap Nenekku.


"Iya, Nek. Assalammualaikum" ucapku sambik mencium telapak tangan Nenekku.


"Waalaikum Salam" ucap Nenekku.


Setelah berpamitan dgn Nenek, Aku langsung menuju mobilku. Aku langsung melajukan mobilku menuju Kantor.


Sesampainya di Kantor, Aku langsung menuju ruang rapat disana sudah ada para Karyawan dan Client ku.


"Selamat Sore, Semuanya" ucapku Dingin.


"Sore, Tuan Muda Putra" ucap mereka serempak.


Acara Meeting pun berlangsung sekitar 1 jam lebih, Aku menjelaskan tentang perkembangan Pembangunan Hotel dan Pusat Perbelanjaan di Singapore yg akan dibangun dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Setelah selesai memprentasikan hasil pembangunan Hotel dan Pusat Perbelanjaan itu. Semua orang pun bertepuk tangan.


"Prokk,,, Prokk" suara tepuk tangan semua orang yg hadir di ruang meeting.


" Anda sangat hebat dalam bisnis Tuan Muda Putra. Tidak salah Kami memilih Anda sebagai Rekan Kerja Kami" ucap salah satu Client ku di Singapore.


Setelah selesai rapat, Aku memutuskan untuk pulang ke Apartemenku. Aku segera menuju lift khusus CEO, dan langsung memencet tombol menuju parkiran khusus.


Setelah sampai diparkiran, Aku langsung berjalan menuju mobilku. Setelah tiba di depan mobil, Aku pun langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut.


Sekitar 30 menit melakukan perjalanan, Aku pun tiba di sebuah Apartement Mewah yg terletak di jalan xxx.


Setelah masuk aku langsung melepas dasi dan jas ku, dan langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan badanku yang sudah gerah.


Selesai mandi, aku langsung memakai pakaian santai dan langsung merebahakan tubuhku di atas kasur. Perkataan Nenek selalu terbayang2 dipikikiranku.


"Bagaimana gue cari istri dalam satu bulan coba" gumamku.


"Hah,, Kepala gue hampir pecah gara2 mikirin perkataan Nenek tadi" gumamku sambil mengacak2 rambutku.


"Malah Gue gk bisa nolak apa yg Nenek bilang tadi" gumamku.


"Aha gue ada ide,, lebih baik gue hubungin Dimas, pasti dia tau solusinya" gumamku senang.


Tuutt,,, Tuutt (Suara Sambungan Telpon)


"Iya Bos, ada yg bisa Saya bantu" ucap Dimas di seberang sana.


"Dim, gue minta Lo cariin Calon Istri buat gue deh" ucapku.


"Haa,,, haa,,, Calon Istri Bos. Emang buat apa sih" ucap Dimas.


"Buat gue jadiin pajangan dirumah" ucapku sewot.


"APA, Bos" ucap Dimas kaget plus teriak.


"Gk usah teriak2 jg kali, gue cuma bercanda" ucapku.


"Terus buat apa sih, Bos" ucap Dimas polos.

__ADS_1


"Buat dijadiin istri lah, masa buat pajangan beneran" ucapku sambil terkekeh.


"Kirain buat pajangan beneran, Bos" ucap Dimas.


"Bos, tipe wanitanya suka yang kaya gimana sih?" ucap Dimas.


"Yang pasti harus cantik, bisa ngurus rumah, masak, dan harus nurut semua perkataan suami. Kata Nenek gue sih gitu" ucapku.


"Kalo yang kaya gitu susah nyarinya, Bos" ucap Dimas.


"Masa sih, emang beneran susah ya. Nyari Calon Istri yang kaya gitu" ucapku Bingung.


"Iya, Bos. Cewe yang kaya gitu jarang ditemuin" ucap Dimas.


"Lo bisa bantuin gue nyari cewe yang kaya gitu kan" ucapku.


"Pasti nanti gue bakal bantuin Bos, Asal...." ucap Dimas terpotong.


"Asal apa, kalo ngomong itu yang jelas" ucapku marah.


"Gitu aja marah sih, gue gak jadi bantuin deh kalo gitu" ucap Dimas ngambek.


"Oke-oke Fine, Asal apa. Sebutin aja mau Lo nanti bakal gue kabulin" ucapku.


"Beneran, Bos" ucap Dimas berbinar2.


"Ya" ucapku.


"Asal Bos, naikin gaji 30% dari sekarang" ucap Dimas antusias.


"Dikasih hati malah minta jantung, untung Lo temen gue. Kalo gk habis Lo" gumamku marah yang sudah ke ubun-ubun.


"Gimana Bos, setuju gak" ucap Dimas.


"Oke, gue setuju. Tapi jangka waktu Lo nyarinya cuma sebulan ya" ucapku.


"Kok cepet banget waktunya, Bos. Waktunnya bisa ditambah gak, Bos" ucap Dimas.


"Gak bisa ditambah-tambah lagi itu udah jadi keputusan gue, kalo Lo setuju sih. Kalo gk gue bisa cari orang lain kok" ucapku.


"Oke, gue setuju. Deal ya, Bos" ucap Dimas.


"Deal" ucapku.


Akhirnya panggilan pun terputus, tak terasa ternyata malam pun tiba. Putra memutuskan untuk beristrirahat. Agar besok tubuhnya kembali fresh. Karena besok Putra bakal kembali bekerja di Perusahaannya.


_______________


________________________________


Jangan Lupa Kasih Like, Coment dan klik Favorite ya. Biar Author tambah semangat dan Terima Kasih banyak untuk kalian yg sudah vote Novel Author๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Love You Reader๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


________


_____________________________


NEXT,,,,,

__ADS_1


__ADS_2