
Di dalam Ruangan,,,
Putra sedang memikirkan cara untuk mendekati Putri, semua data-data Putri sudah diberikan oleh Asistennya, sebab Putri bekerja di Perusahaannya sendiri jadi tidak butuh waktu lama untuk mencari tau semua tentang Putri.
Ketika sedang asik melamun tiba-tiba Ruangan Putra diketuk seseorang.
Tokk,,, tok,,, tok (suara pintu diketuk)
"Silahkan masuk" ucap Putra.
Pintu pun terbuka menampilkan sesosok wanita cantik yang tak lain adalah Putri.
"Putri" gumam Putra terpana.
"Tuan Putra, maaf menggangu waktu Anda sebentar" ucap Putri sambil menutupi kegugupannya.
"Iya, apakah ada yang bisa Saya bantu" ucap Putra.
"Tidak ada Tuan Putra, kedatangan saya kesini hanya untuk menyerahkan MAP ini saja" ucap Putri sambil menyerahkan MAP yang berisi berkas2 penting.
"Kalo begitu Saya permisi dulu, Tuan Putra" ucap Putri hendak pergi keluar dari Ruangan itu.
Tetapi ketika hendak melangkahkan kaki keluar dari Ruangan itu, langkah Putri terhenti karena tangannya di ditarik
oleh Putra.
"Tunggu" ucap Putra sambik menarik tangan Putri.
Karena tarikan Putra cukup kuat pada tangan Putri, akhirnya Putri kehilangan keseimbang. Tetapi Putra dengan sigap menangkap tubuh Putri yang hampir jatuh ke lantai.
"Deg,,, deg,,, deg,,, perasaan apa ini kok jantungku berdetak begitu hebat" guman Putri.
"Deg,,, deg,,, deg,,, kalo dekat kyak gini, gue lebih bisa liat dengan jelas wajah cantikmu. Putri" gumam Putra.
Mereka berdua saling pandang-memandang cukup lama, tanpa sadar tiba-tiba Putra mengecup bibir Putri dengan lembut.
PLAKK
Sebuah tamparan mendarat diwajah Putra, Dia tak menyangka akan kelakuannya yang sudah kelewatan terhadap Putri.
Seumur hidup Putra tak pernah ditampar oleh seorang wanita, tamparan yg diberikan oleh Putri adalah tamparan pertama yg pernah Putra terima.
"Tuan, jaga sikap Anda. Tamparan itu agar Tuan sadar akan kelakuan Tuan yg sudah kelewat batas" ucap Putri.
"Maafkan Saya, Saya tak sengaja" ucap Putra merasa bersalah.
"Baiklah akan Saya maafkan, tapi jangan pernah Tuan ulangi lagi" ucap Putri.
"Saya juga minta maaf karna tadi Saya replek menampar wajah, Tuan" ucap Putri.
"Iya, tidak apa-apa. Saya pantas ditampar karna kelakuan Saya udah kelewat batas" ucap Putra.
"Apakah tamparan Saya itu sakit, Tuan" ucap Putri.
"Sedikit" ucap Putra sambil menahan nyeri di mukanya.
"Biar Saya yg obati, dimana kotak P3K nya" ucap Putri.
"Itu didalam lemari dekat sofa" ucap Putra sambil menunjuk lemari kecil yg berisi obat P3K.
Putri pun segera pergi mengambil kotak obat, setelah mengambil kotak obat itu. Putri pun dengan telaten mengobati muka Putra akibat tamparan Putri tadi.
Ada rasa bersalah di hati Putri karena Dia tidak sengaja menampar muka Putra. Dikarenakan tak pernah ada orang yang mengambil ciuman nya. Itu adalah ciuman pertama bagi Putri.
"Ngomong2 siapa namamu" ucap Putra.
"Nama Saya Putri, Tuan" ucap Putri.
"Nama yang cantik secanti orangnya"ucap Putra.
Blussshh, seketika wajah Putri merona karna mendapat pujian dari Putra.
"Tuan bisa saja, semua wanita itu cantik Tuan kalo ganteng berarti dia laki-laki" ucap Putri sambil tertawa.
"Kamu bisa saja, tapi kamu beneran cantik" ucap Putra disela-sela tertawanya.
Tiba-tiba Dimas masuk ke dalam Ruangan itu, roman antara Putra & Putri pun berakhir.
"Bo,,, Boss" ucap Dimas terbata2 karna melihat aura membunuh yg dipancarkan Putra kepadanya.
"Roman-romannya gaji bakal kepotong nih" gumam Dimas sedih.
"Sial, baru aja gue mau PDKT. Gangguan pun muncul" gumam Putra sambil menghela napas.
__ADS_1
Keesokan harinya, di Kota Jakarta tepatnya di Kediaman Neneknya Putra. Neneknya Putra ingin menanyakan kabar Putra, Neneknya Putra pun akhirnya menelpon ke Kantornya Putra.
Tuttt,,, tuttt,,, tutttt (suara telpon)
"Halo, ada yang bisa Saya bantu" ucap seorang wanita.
"Bisa bicara dengan Putra, katakan kepadanya Neneknya mau bicara" ucap Nenek tanpa basa basi.
"Maaf Nyonya Besar, Tuan Muda tidak ada di kantor. Tuan sedang melakukan perjalanan bisnis di Kota Bandung" ucap Wanita itu sopan.
"Baiklah kalo begitu, Saya tutup dulu telponya. Terima Kasih untuk informasinya" ucap Neneknya Putra.
"Sama-sama, Nyonya Besar" ucap wanita itu.
"Pak, tolong Antarkan Saya menemui Cucu Saya di Kota Bandung" ucap Neneknya Putra.
"Baik, Nyonya Besar" ucap seorang sopir.
Neneknya Putra pun pergi menyusul Putra ke Kota Bandung. Waktu terus berjalan, tak terasa akhirnya Neneknya Putra hampir tiba di Kediaman Cucunya itu.
Tapi sebelum, tiba di kediaman cucunya itu. Neneknya Putra menyuruh sopir untuk berhenti sebentar di sebuah toko kue, Sopir pun berhenti sesuai arahan Neneknya Putra.
"Pak, kamu tunggu disini sebentar. Saya ingin menyebrang kesana dulu untuk membeli kue kesukaan Cucuku" ucap Nenek.
"Tapi Nyonya Besar, lebih baik Saya saja yang belikan kuenya" ucap Sopir.
"Tidak usah, Pak. Biar Saya saja, Bapak cukup tunggu Saya disini saja, Oke" ucap Nenek.
"Baiklah, Nyonya Besar" ucap Sopir.
Saat ingin menyebrang jalan, tiba2 ada sebuah motor yang melaju dengan cepat ke arah Neneknya Putra. Tapi untung saja ada Seorang Wanita yang menyelamatkan Neneknya Putra, meskipun wanita itu sedikit cedera.
"Nenek, tidak apa-apa kan" ucap Wanita itu khawatir.
"Saya tidak apa-apa, kamu sendiri bagaimana" ucap Nenek.
"Syukurlah Nenek gak kenapa2. Saya tidak apa-apa, Nek. Cuma cedera sedikit saja" ucap wanita itu sedikit lega.
"Coba Nenek liat" ucap Nenek sambil menarik tangannya Wanita itu.
"Aaa...aaawww" ucap Wanita itu sambil meringis karena tidak sengaja Neneknya Putra memegang lukanya Wanita itu.
"Sorry, Nenek gak sengaja" ucap Nenek merasa bersalah.
"Mari Nenek antarkan Kamu ke Rumah Sakit" ucap Nenek.
"Tidak Usah, Nek. Saya permisi dulu ya, Nek. Takut nanti Saya kena omel atasan karna telat masuk kantor" ucap Wanita itu pergi dengan tergesa-gesa.
"Tu,,, tunggu" ucap Nenek terbata2, akan tetapi ucapan Nenek tak terdengar oleh Wanita itu sudah menghilang di kerumunan banyak orang.
"Wanita yang sangat baik, semoga nanti kita bisa bertemu lagi" gumam Neneknya Putra.
"Nyonya, tidak apa-apa?" ucap Sopir karna baru mengetahui kalau Sang Majikan hampir saja mengalami kecelakaan.
"Saya tidak apa2, Pak" ucap Nenek.
"Syukurlah, Nyonya" ucap sang Sopir lega.
"Pak, tolong belikan kue yang biasa Saya beli untuk Cucu Saya di sebrang sana" ucap Nenek.
"Baik, Nyonya" ucap sang Sopir.
Setelah membeli kue, Neneknya Putra pun melanjutkan perjalanan menuju kediaman Putra. Tak berapa lama, akhirnya Nenek pun tiba di kediaman Putra yaitu di sebuah Hotel Mewah di jalan xxx di Kota Bandung.
"Selamat Datang, Nyonya Besar" ucap seorang resipionis wanita ramah di Hotel itu.
Hotel itu adalah salah satu milik Putra di Kota Bandung, dan tak mengherankan kenapa semua orang ramah kepada Sang Nenek.
"Antarkan Saya ke kamar, Putra" ucap Nenek.
"Baik, Nyonya Besar" ucap Wanita itu
~Di Kantornya Putra~
"Selamat Pagi, Tuan Muda" ucap semua Karyawan Ramah.
"Pagi" ucap Putra Dingin.
"Maa,,, Maaf saya telat" ucap Putri sambil membungkukan badannya.
"Kamu ikut ke ruangan Saya" ucap Putra Dingin.
"Baik, Tuan Muda" ucap Putri takut.
__ADS_1
~Di Ruangan Putra~
"Kenapa kamu bisa telambat datang ke kantor, kamu itu tak disiplin dengan waktu" ucap Putra Dingin.
"Tapi,,, tapi Tuan, tadi Saya.... Saya" ucap Putri belum selesai menjelaskan perkataannya langsung dipotong Putra.
"Saya tak butuh alasan apapun, sebagai hukumannya Kamu harus bersihin semua toilet wanita yang ada di kantor ini" ucap Putra.
"Tapi,,, Tuan" ucap Putri.
"Saya tak mau perkataan Saya dibantah, Kamu mau Saya pecat" ucap Putra Dingin.
"Jangan pecat Saya, Tuan. Nanti saya akan bersihkan semua toilet wanita yang ada dikantor ini" ucap Putri takut.
"Bagus, kerjakan sekarang juga" ucap Putra.
"Baik, Tuan" ucap Putri.
"Dasar Gunung Es, gk mau dengerin penjelasan gue dulu. Kasian yang bakal jadi istrinya nantiπ" gumam Putri.
"Kok bengong disitu, Saya kan udah suruh kamu kerjain hukumannya sekarang juga. Bukan nyuruh bengong disitu" ucap Putra.
"Iya,,,, iya,, Tuan. Akan Saya kerjakan sekarang juga" ucap Putri sambil bergegas pergi karna takut.
Setelah selesai menjalani hukuman, Putri pun langsung menuju kantin karena haus. Saat di kantin, Putri tidak sengaja bertabrakan dengan salah satu client Putra dari Kota Jakarta.
"Sorry, Saya tadi gk liat, Mbak" ucap Pria yang menabrak itu.
"Iya, tidak apa-apa, Mas" ucap Putri sambil menengok ke arah pemuda itu.
"DAVID" ucap Putri tak percaya sekaligus terkejut.
"PUTRI" ucap Pria yg sama halnya juga terkejut seperti Putri.
βON FLASHBACKβ
Saat Putri masih SMA, Putri selalu jadi Primadona di Sekolahnya itu. Dia terkenal dengan Kecantikan sekaligus dengan Kepintarannya.
Setiap ada Olimpiade di Sekolahnya, Putri selalu ikut Olimpiade itu dan selalu mendapatkan nilai yang memuaskan.
Salah satu temannya Putri di SMA adalah David. David dulunya adalah seorang Siswa yg nakal di Sekolahnya. Tapi sejak bertemu dengan Putri, lama kelamaan David pun berubah. David sering bersama Putri, karena sering bersama munculah perasaan David kepada Putri.
Tapi David tak mau mengungkapkan perasaannya itu, karna takut akan merusak hubungan persahabatan mereka yang telah terjalin sejak lama.
βOFF FLASHBACKβ
~DI KANTIN~
"Gak nyangka loh Gue, bisa ketemu sama Lo lagi" ucap Putri senang.
"Gue jg gk nyangka" ucap David.
"Ngomong2 Lo sekarang tinggal dimana, Putri" ucap David.
"Gue tinggal di jalan xxx" ucap Putri.
"Wah, berarti nanti kita bakal tetanggaan, dong" ucap David senang.
"Beneran, kamu gak bohong kan?" ucap Putri dengan wajah yang berbinar-binar.
"Iya, beneran. Kapan Gue pernah bohong sama Lo, sih" ucap David menyakinkan.
"Yey, akhirnya Gue punya teman juga yg dekat Rumahnya sama Gue" ucap Putri senang.
Tapi dilain sisi, ada seseorang yang sedang menggepalkan tangannya karena merasa kesal karena melihat kebersamaan antara Putri dan
David.
_______________
________________________________
Jangan Lupa Like, Coment dan Klik Lima Bintang (πππππ) dipojok kanan atas. Terima Kasih Banyak untuk kalian yang sudah Vote novel Author dan menjadi pembaca setiaπππ
ββββββββββββββββ
βββββββββββββββββββ
Love You Readerπππ
β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘
NEXT,,,,,
__ADS_1