Pahami Diriku

Pahami Diriku
EPISODE 6


__ADS_3

"Put, nanti sepulang dari kantor ini. Gue mau ajakin Lo jalan, mau gak?" ucap David.


"Emmmm,,, gimana ya?" ucap Putri menggantung.


"Ayolah Put, jarang-jarang loh kita bisa bertemu hari ini" ucap David memelas.


"Iya-iya, udah dong muka Lo jangan kayak gitu dong. Bikin Gue gemes tau" ucap Putri sambil mencubit hidung David.


"Awww, Lo itu ya Put. Dari dulu sampe sekarang selalu suka nyubitin hidung Gue yang mancung ini, nanti copot gimana. Mau tanggung jawab?" ucap David.


"Heleh, hidung pesek kayak gitu dibilang mancung kepedean Lo. Kalo copot nanti Gue ganti sama hidung monyet, mau?" ucap Putri.


"Ya elah, Lo Put. Masa hidung gue yang bagus ini mau diganti sama hidung monyet sih" ucap David sambil mencubit pipi Putri karena gemas.


"Sakit tau, Dav. Nih pipi Gue jadi merah kayak gini, semua gara-gara Lo tau" ucap Putri kesal sambil melihat ke cermin bedak yang selalu dia bawa.


"Pipi Lo merah kayak gitu, malah bikin wajah Lo tambah cantik tau" ucap David menggoda.


"Serah Lo deh, Dav" ucap Putri ngambek.


"Gitu aja ngambek, nanti cantiknya hilang loh" ucap David menggoda.


"Biarin" ucap Putri sambil menjulurkan lidahnya๐Ÿ˜.


"Siapa sih cecunguk ini, kok dia bisa keliatan akrab banget sama Putri. Gak bisa dibiarin nih, kalo kayak gini mulu. Bisa-bisa Gue kalah saing sama ini cowo yang datang entah darimana" ucap seorang Pria yang sejak tadi menggepalkan tangannya yang tidak lain adalah Putra.


Sepulang dari kantor, Putri pun segera pulang kerumahnya. Setibanya dirumah Putri langsung bergegas pergi ke kamarnya dan segera memasuki kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


Seusai mandi, Putri langsung membuka lemari pakaian untuk mencari pakaian apa yang cocok untuk jalan-jalan bersama David. Putri langsung menggeledah lemari pakaiannya sampe terobrak-abrik.


"Yang ini gak cocok kayaknya" ucap Putri sambil sambil melemparkan pakaiannya ke atas kasur.


"Ini juga gak cocok" ucap Putri.


Dan saat ingin melemparkan pakaian yang baru saja dipegangnya, Bibi pun tiba-tiba masuk kesana. Al-hasil muka Bi Sari pun terkena lemparan Putri.


"Astaga, Non. Non Putri kena sih, kok ngamburin-ngamburin baju kayak gini sampe kena muka Bibi nih" ucap Bi Sri terkejut plus bertanya.

__ADS_1


"Sorry, Bi. Putri gak sengaja, abisnya Bibi sih masuk gak bilang-bilang" ucap Putri cengengesan.


"Non Putri kenapa, kok ngamburin-ngamburin baju kayak gini?" tanya Bi Sri.


"Itu Bi, tadi kan pas Putri gak sengaja ketemu teman SMA Putri dulu. Terus kami saling melepas rindu karna udah lama gak pernah ketemu. Lalu dia mau ngajakin Putri jalan malam ini, makanya Putri binggung mau pake baju apa" ucap Putri bercerita.


"Haduh Non, Non itu kalo pake baju apapun pasti cantik. Teman Non itu pasti cowo kan" ucap Bibi menerka-nerka.


"Kok,,,, kok Bibi tau sih" ucap Putri malu.


"Bibi ini juga kan pernah muda kayak Non Putri juga. Pasti taulah" ucap Bi Sri.


"Bibi punya saran gak buat Putri, Putri malam ini harus pake baju warna apa?" ucap Putri.


"Kalo menurut saran Bibi sih, mending Non pake baju dress selutut warna biru yang kemarin Non beli di butik" ucap Bi Sri memberi saran.


"Wah, saran yang bagus Bi. Kok Putri gak kepikiran ya, buat pake itu baju" ucap Putri heran.


Di Tempat Lain


______________


Putra pun tiba di kediaman tempatnya menginap. Dengan langkah kaki yang cepat Putra langsung memasuki lift menuju kamarnya.


Sesampainya dikamar, Putra langsung memasukan kartu VIP untuk masuk kedalam kamar tersebut. Disana terlihatlah seorang Nenek tua yang tak lain adalah Neneknya Putra.


"Nenekkkk" ucap Putra langsung memeluk Sang Nenek.


"Nenek gak apa-apa kan, apa ada yang luka" ucap Putra khawatir sambil membolak-balikan tubuh neneknya.


"Kamu bisa liat sendiri keadaan nenek, nenek sehat-sehat aja kan. Kamu gak usah khawatir kayak gitu" ucap Nenek sedikit bergurau.


"Nenekkkkk, Putra kan sayang sama nenek masa gak boleh khawatir sih" ucap Putra sedikit kesal.


"Iya, Nenek gak apa-apa kok. Untung tadi ada seorang gadis cantik yang menolong Nenek" ucap Neneknya sambil membayangkan wajah gadis itu.


"Gadis?" gumam Putra.

__ADS_1


"Nenek tau gak siapa namanya, biar Putra bisa nayari dia dan berterima kasih sama Dia karna udah nolongin Nenek" ucap Putra bertanya.


"Aduhh!, Nenek lupa bertanya siapa namanya. Karena dia tadi buru-buru pergi, padahal tangannya sedikit lecet gara-gara meneolong Nenek tadi" ucap Nenek kasihan.


"Yah, kalo kayak gitu susah dong Putra nyari gadis itu. Oh iya, Nenek juga kenapa gak ngasih kabar sama aku, kalo mau kesini?" ucap Putra.


"Nenek kan rencananya mau kasih kejutan sama kamu" ucap Neneknya.


"Tapi lain kali Nenek harus kasih tau Putra kalo mau nyamperin Putra. Biar Putra bisa jemput Nenek" ucap Putra menasehati.


"Iya-iya, Nenek janji sama Kamu nanti kalo mau pergi-pergi lagi Nenel bakal kasih tau kamu" ucap Neneknya.


"Besok Nenek mau ikut ke kantor baru Kamu itu, boleh kan?" ucap Neneknya bertanya.


"Nenek mau ngapain kesana?" selidik Putra.


"Nenek kan mau liat-liat keadaan kantor sekarang, jarang-jarang loh Nenek bisa kesini. Kalo sampai Ayahmu tau Nenek kesini dia pasti ngomel-ngomel kayak ibu-ibu komplek" ucap Neneknya sambil menirukan Ayah putra ketika lagi ngomel-ngomel.


"Ahahahha, Nenek ada-ada aja. Tapi kalo Ayah ngomel-ngomel kayak gitu tandanya Ayah Sayang sama Nenek, dia gak mau Nenek nanti sakit gara-gara kecapean" ucap Putra.


"Iya, Nenek tau kok. Besok bolehkan Nenek ikut kamu ke kantor?" ucap Nenek lagi.


"Iya, Boleh kok Nenekku Sayang๐Ÿ˜—" ucap Putra Lebay.


________________


_______________________________


Dari sekian lama bulan pun berlalu, akhirnya Aku bisa jg UP Novel ini๐Ÿ˜ถ. Pertama-tama Aku berterima kasih untuk kalian yang selaku mendukungku lewat Vote, Like, Coment dan Bintangnya๐Ÿ™๐Ÿ™.


I MISS YOU READERS๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


____________


_______________________________

__ADS_1


NEXT,,,,,


__ADS_2