
Aku adalah seorang mahasiswa biasa yang suka bermain game online. Suatu hari, ketika aku sedang asyik bermain game favoritku, tiba-tiba layar komputerku berubah menjadi hitam dan sebuah suara mengatakan: "Selamat datang di dunia fantasi, pahlawan terpilih!"
Aku kaget dan tidak percaya dengan apa yang terjadi. Aku mencoba menekan tombol-tombol di keyboard, tapi tidak ada yang berfungsi. Aku merasa seperti terjebak di dalam komputer.
Tak lama kemudian, layar komputerku berubah lagi dan menampilkan sebuah pemandangan indah. Aku melihat sebuah kota megah dengan gedung-gedung tinggi dan menara-menara bersinar. Aku juga melihat banyak orang-orang berpakaian aneh dan makhluk-makhluk ajaib seperti peri, naga, dan unicorn.
Aku merasa seperti sedang bermimpi. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa masuk ke dunia ini. Apakah ini adalah game online baru yang belum pernah aku mainkan sebelumnya?
Tiba-tiba, aku mendengar suara yang sama lagi: "Pahlawan terpilih, kamu telah dipanggil oleh Dewi Cahaya untuk menyelamatkan dunia ini dari kegelapan. Kamu adalah satu-satunya harapan kami. Silakan datang ke istana segera dan temui Dewi Cahaya."
Aku bingung dan takut. Siapa Dewi Cahaya itu? Mengapa dia memanggilku? Apa yang harus aku lakukan?
Aku mencoba mencari cara untuk keluar dari dunia ini, tapi tidak ada yang berhasil. Aku merasa tidak punya pilihan selain mengikuti perintah suara itu.
Aku berjalan menuju istana yang terlihat megah dan mewah. Di depan pintu gerbang, aku disambut oleh dua penjaga bersenjata yang mengenakan baju zirah. Mereka membungkuk hormat padaku dan berkata: "Selamat datang, pahlawan terpilih. Kami telah menunggu kedatanganmu."
Aku merasa aneh dan malu. Aku bukan pahlawan apa-apa. Aku hanya seorang mahasiswa biasa yang suka bermain game online.
Aku dibawa masuk ke dalam istana dan menuju ruang takhta. Di sana, aku melihat seorang wanita cantik yang mengenakan gaun putih dan mahkota emas. Dia memiliki rambut pirang panjang dan mata biru yang bersinar. Dia adalah Dewi Cahaya.
Dia tersenyum padaku dan berkata: "Akhirnya kamu datang, pahlawan terpilih. Aku sangat senang melihatmu."
Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku hanya bisa menatapnya dengan kagum.
Dia melanjutkan: "Kamu pasti bingung dengan apa yang terjadi padamu. Biar aku jelaskan. Kamu adalah salah satu dari sepuluh pahlawan terpilih yang dipanggil dari dunia lain untuk menyelamatkan dunia ini dari ancaman Dewi Kegelapan."
Aku terkejut mendengar penjelasannya. Apa maksudnya dipanggil dari dunia lain? Apa aku tidak di dunia nyata?
Dia menjawab pertanyaanku: "Kamu sekarang berada di dunia fantasi bernama Althea, tempat di mana sihir dan makhluk-makhluk ajaib ada. Dunia ini sedang dalam bahaya karena Dewi Kegelapan ingin menghancurkannya dengan kekuatan gelapnya."
Aku bertanya lagi: "Lalu, mengapa kamu memanggilku? Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu?"
Dia menjelaskan lagi: "Kamu adalah pahlawan terpilih yang memiliki kekuatan cahaya, salah satu dari lima elemen dasar di dunia ini. Kekuatan cahaya adalah satu-satunya kekuatan yang bisa melawan kegelapan. Kamu juga memiliki bakat alami dalam menggunakan sihir dan senjata."
Aku tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Aku tidak pernah merasakan adanya kekuatan cahaya dalam diriku. Aku juga tidak pernah belajar sihir atau senjata.
Dia melihat keraguan di wajahku dan berkata: "Jangan khawatir, aku akan membimbingmu dan mengajarimu cara menggunakan kekuatanmu. Kamu tidak sendirian. Ada sembilan pahlawan terpilih lainnya yang juga dipanggil dari dunia lain. Mereka memiliki kekuatan elemen lainnya seperti api, air, angin, dan tanah. Kamu akan bertemu dengan mereka nanti."
Aku masih bingung dan takut. Aku tidak tahu apakah aku bisa percaya padanya atau tidak. Aku tidak tahu apakah aku bisa menyelesaikan tugas ini atau tidak.
Dia mengulurkan tangannya padaku dan berkata: "Percayalah padaku, pahlawan terpilih. Aku membutuhkan bantuanmu. Dunia ini membutuhkan bantuanmu. Kamu adalah satu-satunya harapan kami."
__ADS_1
Aku melihat matanya yang penuh dengan harapan dan kepercayaan. Aku merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatiku.
Aku ragu-ragu, tapi akhirnya aku memegang tangannya dan berkata: "Baiklah, aku akan mencoba. Aku akan membantumu menyelamatkan dunia ini."
Dia tersenyum lebar dan berkata: "Terima kasih, pahlawan terpilih. Kamu telah membuat keputusan yang tepat. Ayo, mari kita mulai petualangan kita."
Aku mengangguk dan mengikuti langkahnya.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja.
Aku mengikuti Dewi Cahaya ke ruang lain di dalam istana. Di sana, aku melihat sebuah altar dengan sebuah batu berkilau di atasnya. Dewi Cahaya berkata: "Ini adalah Batu Cahaya, sumber dari semua kekuatan cahaya di dunia ini. Aku akan memberimu berkat dari Batu Cahaya agar kamu bisa menggunakan kekuatanmu dengan lebih baik."
Aku bertanya: "Berkat? Apa itu?"
Dewi Cahaya menjelaskan: "Berkat adalah sebuah pemberian yang bisa meningkatkan kemampuan atau kualitas seseorang. Ada berbagai macam berkat yang bisa diberikan oleh Batu Cahaya, seperti kekuatan, kecepatan, ketahanan, kecerdasan, atau keberuntungan. Kamu bisa memilih satu berkat yang kamu inginkan."
Aku merasa bingung. Aku tidak tahu berkat apa yang harus aku pilih. Aku tidak tahu apa yang akan berguna untuk petualangan ini.
Aku bertanya lagi: "Bagaimana cara memilih berkat?"
Dewi Cahaya menjawab: "Kamu hanya perlu menyentuh Batu Cahaya dan berpikir tentang berkat yang kamu inginkan. Batu Cahaya akan membaca pikiranmu dan memberimu berkat sesuai dengan keinginanmu."
Aku bertanya lagi: "Apakah ada efek samping atau batasan dari berkat ini?"
Dewi Cahaya menggeleng: "Tidak ada. Berkat ini tidak akan membahayakanmu atau mengurangi kekuatanmu. Kamu bisa menggunakan berkat ini kapan saja dan sebanyak yang kamu mau. Tapi ingat, berkat ini hanya bisa diberikan sekali dalam seumur hidup. Jadi, pilihlah dengan bijak."
Aku mengangguk dan mendekati Batu Cahaya. Aku merasa ada aura hangat yang menyelimuti tubuhku. Aku menyentuh Batu Cahaya dengan tangan kananku dan berpikir tentang berkat yang aku inginkan.
Aku memilih ...
Aku memilih kecerdasan.
Aku ingin menjadi lebih pintar dan lebih mudah mempelajari hal-hal baru. Aku pikir itu akan berguna untuk menghadapi tantangan dan teka-teki yang mungkin aku temui di dunia ini.
Saat aku menyentuh Batu Cahaya, aku merasakan sesuatu yang aneh di dalam kepala ku. Aku merasakan seolah-olah ada banyak informasi dan pengetahuan yang masuk ke otak ku. Aku merasakan seolah-olah aku bisa mengerti segala sesuatu dengan lebih cepat dan lebih mudah.
Aku melepaskan tangan ku dari Batu Cahaya dan membuka mata ku. Aku melihat Dewi Cahaya tersenyum padaku dan berkata: “Selamat, kamu telah mendapatkan berkat kecerdasan dari Batu Cahaya. Sekarang, kamu menjadi lebih cerdas dari sebelumnya. Kamu juga bisa belajar sihir dan bahasa Althea dengan lebih mudah.”
Aku terkejut mendengar kata-kata nya. Apa benar aku menjadi lebih cerdas? Apa benar aku bisa belajar sihir dan bahasa Althea?
__ADS_1
Aku mencoba mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Althea yang baru saja aku dengar dari Dewi Cahaya: “Terima kasih, Dewi Cahaya.”
Dewi Cahaya terkejut dan senang mendengar ucapan ku. Dia berkata: “Wah, kamu sudah bisa berbicara bahasa Althea? Luar biasa! Kamu memang pahlawan terpilih yang hebat.”
Aku tersipu malu dan berkata: “Tidak, tidak. Saya masih belajar. Saya masih banyak yang tidak tahu.”
Dewi Cahaya tertawa dan berkata: “Jangan rendah diri, pahlawan terpilih. Kamu memiliki potensi yang besar. Aku yakin kamu bisa menjadi pahlawan yang luar biasa.”
Aku merasa senang dan bersemangat. Aku ingin segera memulai petualangan ku.
Aku bertanya: “Dewi Cahaya, apa nama mu? Aku ingin tahu lebih banyak tentang mu.”
Dewi Cahaya tersenyum dan berkata: “Nama ku adalah … hmm, sebenarnya aku tidak bisa memberitahu mu nama ku sekarang. Kamu akan mengetahui nya nanti, di tempat yang spesial. Tempat itu adalah kuil ku, tempat di mana aku tinggal dan berdoa. Jika kamu memiliki waktu yang banyak, kamu boleh mampir sebentar ke situ. Kuil ku ada di pegunungan yang tinggi, di sebelah utara kota ini. Kamu bisa melihat nya dari jauh, karena kuil ku bersinar dengan cahaya putih.”
Aku penasaran dengan nama dan kuil nya. Aku ingin mengunjungi nya suatu hari.
Aku berkata: “Baiklah, aku akan mencoba mengunjungi kuil mu jika aku punya kesempatan. Terima kasih atas berkat dan bimbingan mu, Dewi Cahaya.”
Dewi Cahaya mengangguk dan berkata: “Sama-sama, pahlawan terpilih. Aku harap kamu bisa menikmati petualangan mu di dunia ini. Aku akan selalu mendukung mu dari jauh.”
Dia kemudian mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya dan memberikan nya padaku. Dia berkata: “Ini adalah cincin komunikasi, alat yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki cincin yang sama. Aku akan memberikan cincin ini juga kepada sembilan pahlawan terpilih lainnya. Dengan cincin ini, kamu bisa berbicara dengan mereka kapan saja dan di mana saja. Kamu juga bisa melihat lokasi mereka di peta yang ada di dalam cincin ini. Gunakanlah cincin ini dengan baik, karena ini akan sangat berguna untuk kerjasama dan koordinasi antara kalian.”
Aku menerima cincin itu dan memasang nya di jari manis kanan ku. Aku melihat ada sebuah tombol kecil di sisi cincin itu. Aku menekan tombol itu dan melihat sebuah layar kecil muncul di depan mata ku. Di layar itu, aku melihat sebuah peta dunia Althea dengan beberapa titik berwarna yang menunjukkan lokasi pahlawan terpilih lainnya.
Aku kagum dengan teknologi cincin ini. Aku bertanya: “Ini sangat keren. Bagaimana cara kerja nya?”
Dewi Cahaya menjelaskan: “Cincin ini menggunakan sihir cahaya untuk mengirim dan menerima suara dan gambar. Cincin ini juga menggunakan sihir angin untuk menghubungkan antara cincin-cincin yang lain. Cincin ini juga menggunakan sihir tanah untuk mendeteksi lokasi dan jarak antara cincin-cincin yang lain. Cincin ini adalah hasil dari penelitian dan pengembangan yang aku lakukan selama bertahun-tahun.”
Aku terkesima dengan penjelasan nya. Dia benar-benar seorang dewi yang hebat.
Aku berkata: “Kamu benar-benar luar biasa, Dewi Cahaya. Kamu membuat semua ini sendiri?”
Dewi Cahaya tersenyum malu-malu dan berkata: “Ah, tidak usah memuji ku begitu. Aku hanya melakukan apa yang aku bisa untuk membantu kalian, pahlawan terpilih.”
Aku merasa kagum dan hormat padanya.
Dia kemudian berkata: “Baiklah, sekarang saat nya untuk kamu pergi dan bertemu dengan pahlawan terpilih lainnya. Mereka sudah menunggu mu di tempat pertemuan yang sudah aku tentukan sebelumnya. Tempat itu adalah padang rumput yang luas di sebelah selatan kota ini. Kamu bisa melihat nya dari jendela istana ini.”
Aku mengikuti arah pandang nya dan melihat sebuah padang rumput hijau yang tampak indah di bawah sinar matahari.
Aku berkata: “Oke, aku akan pergi ke sana sekarang.”
__ADS_1
Dewi Cahaya mengangguk dan berkata: "Baiklah