Pahlawan Terpilih: Petualangan Di Dunia Althea

Pahlawan Terpilih: Petualangan Di Dunia Althea
episode 6


__ADS_3

Kami saling pandang dan berpikir keras.


Apa nama dari dunia ini?


Apa jawaban dari pertanyaan ini?


Ini adalah awal dari ujian kami, pahlawan terpilih.


Ini adalah awal dari tantangan kami, pahlawan terpilih.


Aku mencoba mengingat apa yang pernah aku dengar atau baca tentang dunia ini. Aku berpikir:


- Dunia ini adalah dunia yang berbeda dari dunia asal kami. Kami datang ke dunia ini dengan menggunakan portal yang dibuat oleh Dewi Cahaya.


- Dunia ini adalah dunia yang penuh dengan sihir dan keajaiban. Di dunia ini, ada berbagai macam makhluk ajaib, seperti peri, naga, unicorn, dan lain-lain.


- Dunia ini adalah dunia yang terancam oleh Dewi Kegelapan. Dewi Kegelapan ingin menghancurkan dunia ini dengan menggunakan artefak kegelapan, yaitu benda-benda yang memiliki kekuatan kegelapan yang mengerikan.


- Dunia ini adalah dunia yang bisa diselamatkan oleh pahlawan terpilih. Pahlawan terpilih adalah orang-orang yang dipilih oleh Dewi Cahaya untuk mencari dan menggunakan artefak cahaya, yaitu benda-benda yang memiliki kekuatan cahaya yang luar biasa.


Dengan berpikir seperti itu, aku menyadari bahwa ada satu kata yang bisa menggambarkan dunia ini.


Kata itu adalah ...


**Althea**.


Althea adalah nama dari dunia ini.


Althea adalah nama yang berasal dari bahasa Yunani kuno, yang berarti "penyembuh" atau "penyelamat" .


Althea adalah nama yang cocok untuk dunia ini, karena dunia ini membutuhkan penyembuhan dan penyelamatan dari ancaman Dewi Kegelapan.


Althea adalah jawaban dari pertanyaan ini.


Aku yakin dengan jawaban ku. Aku menulis "Althea" di atas selembar kertas dengan huruf besar dan jelas. Aku kemudian menunjukkan kertas itu kepada burung phoenix.


Aku berharap aku benar.


Aku berharap aku bisa mendapatkan Mahkota Cahaya.


Ini adalah akhir dari jawaban ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah akhir dari keputusan ku, pahlawan terpilih.


Aku menunjukkan kertas yang bertuliskan "Althea" kepada burung phoenix. Aku berharap aku benar. Aku berharap aku bisa mendapatkan Mahkota Cahaya.


Burung phoenix itu melihat kertas yang aku tunjukkan. Dia membaca jawaban ku dengan teliti. Dia kemudian mengangguk dan tersenyum.


Burung phoenix itu berkata: "Selamat, Raka. Kamu telah menjawab pertanyaan pertama ku dengan benar. Jawaban yang benar adalah Althea. Althea adalah nama dari dunia ini."


Aku merasa lega dan senang. Aku tidak percaya aku bisa menjawab pertanyaan itu dengan benar.


Aku berkata: "Terima kasih, burung phoenix yang mulia. Saya senang bisa menjawab pertanyaan mu dengan benar."


Burung phoenix itu berkata: "Sama-sama, Raka. Kamu memang pahlawan terpilih yang cerdas dan berbakat. Kamu pantas mendapatkan pujian dari ku."


Aku merasa bangga dan bersyukur.


Burung phoenix itu berkata: "Baiklah, Raka. Sekarang saatnya untuk aku mengajukan pertanyaan kedua kepada mu. Pertanyaan kedua ini adalah:


**Apa nama dari artefak cahaya yang kamu cari?**


Jawablah pertanyaan ini dengan benar, dan kamu akan lebih dekat untuk mendapatkan Mahkota Cahaya.


Selamat berjuang, pahlawan terpilih.


Aku percaya pada mu."


Setelah mengucapkan itu, burung phoenix itu diam dan menunggu jawaban ku.


Aku berpikir keras.


Apa nama dari artefak cahaya yang aku cari?


Apa jawaban dari pertanyaan ini?


Ini adalah lanjutan dari ujian ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah lanjutan dari tantangan ku, pahlawan terpilih.


Aku berpikir keras.


Apa nama dari artefak cahaya yang aku cari?

__ADS_1


Apa jawaban dari pertanyaan ini?


Ini adalah lanjutan dari ujian ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah lanjutan dari tantangan ku, pahlawan terpilih.


Aku mencoba mengingat apa yang pernah aku dengar atau baca tentang artefak cahaya yang aku cari. Aku berpikir:


- Artefak cahaya adalah benda-benda yang memiliki kekuatan cahaya yang luar biasa. Artefak cahaya bisa memberikan kekuatan cahaya kepada pemiliknya dan bisa digunakan untuk melawan kekuatan kegelapan.


- Artefak cahaya ada sepuluh buah, dan masing-masing memiliki bentuk, warna, dan elemen yang berbeda. Artefak cahaya juga memiliki nama yang berbeda, sesuai dengan bentuk, warna, dan elemennya.


- Artefak cahaya yang aku cari adalah artefak cahaya pertama, yaitu artefak cahaya yang paling cocok untuk ku. Artefak cahaya ini memiliki bentuk lingkaran, warna pelangi, dan elemen cahaya. Artefak cahaya ini bisa memancarkan cahaya dan kebaikan yang terang dan hangat.


- Artefak cahaya yang aku cari adalah artefak cahaya yang paling dekat dengan Dewi Cahaya, yaitu dewi yang memanggil kami ke dunia ini. Dewi Cahaya adalah dewi yang memiliki kekuatan cahaya yang luar biasa dan bisa menciptakan portal antara dunia-dunia. Dewi Cahaya adalah dewi yang baik hati dan penuh kasih sayang.


Dengan berpikir seperti itu, aku menyadari bahwa ada satu kata yang bisa menggambarkan artefak cahaya yang aku cari.


Kata itu adalah ...


**Mahkota Cahaya**.


Mahkota Cahaya adalah nama dari artefak cahaya yang aku cari.


Mahkota Cahaya adalah sebuah mahkota berbentuk lingkaran yang bisa memancarkan cahaya dan kebaikan yang terang dan hangat.


Mahkota Cahaya adalah artefak cahaya yang paling cocok untuk ku, karena aku memiliki kekuatan cahaya.


Mahkota Cahaya adalah jawaban dari pertanyaan ini.


Aku yakin dengan jawaban ku. Aku menulis "Mahkota Cahaya" di atas selembar kertas dengan huruf besar dan jelas. Aku kemudian menunjukkan kertas itu kepada burung phoenix.


Aku berharap aku benar.


Aku berharap aku bisa mendapatkan Mahkota Cahaya.


Ini adalah akhir dari jawaban ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah akhir dari keputusan ku, pahlawan terpilih.


Aku menunjukkan kertas yang bertuliskan "Mahkota Cahaya" kepada burung phoenix. Aku berharap aku benar. Aku berharap aku bisa mendapatkan Mahkota Cahaya.


Burung phoenix itu melihat kertas yang aku tunjukkan. Dia membaca jawaban ku dengan teliti. Dia kemudian mengangguk dan tersenyum.


Aku merasa lega dan senang. Aku tidak percaya aku bisa menjawab pertanyaan itu dengan benar.


Aku berkata: "Terima kasih, burung phoenix yang mulia. Saya senang bisa menjawab pertanyaan mu dengan benar."


Burung phoenix itu berkata: "Sama-sama, Raka. Kamu memang pahlawan terpilih yang cerdas dan berbakat. Kamu pantas mendapatkan pujian dari ku."


Aku merasa bangga dan bersyukur.


Burung phoenix itu berkata: "Baiklah, Raka. Sekarang saatnya untuk aku mengajukan pertanyaan ketiga kepada mu. Pertanyaan ketiga ini adalah:


**Apa nama dari dewi yang memanggil kalian ke dunia ini?**


Jawablah pertanyaan ini dengan benar, dan kamu akan lebih dekat untuk mendapatkan Mahkota Cahaya.


Selamat berjuang, pahlawan terpilih.


Aku percaya pada mu."


Setelah mengucapkan itu, burung phoenix itu diam dan menunggu jawaban ku.


Aku berpikir keras.


Apa nama dari dewi yang memanggil kami ke dunia ini?


Apa jawaban dari pertanyaan ini?


Ini adalah lanjutan dari ujian ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah lanjutan dari tantangan ku, pahlawan terpilih.


Aku berpikir keras.


Apa nama dari dewi yang memanggil kami ke dunia ini?


Apa jawaban dari pertanyaan ini?


Ini adalah lanjutan dari ujian ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah lanjutan dari tantangan ku, pahlawan terpilih.

__ADS_1


Aku mencoba mengingat kembali apa yang pernah terjadi di tengah perjalanan menuju ke sini. Aku berpikir:


- Di tengah perjalanan menuju ke sini, kami berlima menyempatkan diri untuk singgah ke kuil Dewi yang ada di sebuah desa. Kami ingin berdoa dan berterima kasih kepada Dewi yang telah memanggil kami ke dunia ini.


- Di kuil Dewi itu, kami melihat sebuah patung besar yang menggambarkan wajah dan tubuh Dewi. Patung itu sangat cantik dan anggun, dengan rambut panjang yang berwarna putih bersih dan mata yang berwarna biru muda. Patung itu juga mengenakan gaun panjang yang berwarna putih bersih dan mahkota yang berwarna pelangi.


- Di kuil Dewi itu, kami juga melihat sebuah prasasti besar yang bertuliskan nama dan sejarah Dewi. Prasasti itu ditulis dengan bahasa Yunani kuno, tapi kami bisa membacanya dengan bantuan cincin komunikasi kami. Prasasti itu mengatakan bahwa:


**Nama Dewi adalah Athena.**


**Athena adalah Dewi Cahaya, Kebijaksanaan, dan Perang.**


**Athena adalah Dewi yang menciptakan dunia Althea dengan menggunakan Mahkota Cahaya.**


**Athena adalah Dewi yang melindungi dunia Althea dari ancaman Dewi Kegelapan, Nyx.**


**Athena adalah Dewi yang memilih pahlawan terpilih untuk menyelamatkan dunia Althea dari kehancuran.**


Dengan mengingat kembali hal-hal itu, aku menyadari bahwa ada satu kata yang bisa menggambarkan nama dari dewi yang memanggil kami ke dunia ini.


Kata itu adalah ...


**Athena**.


Athena adalah nama dari dewi yang memanggil kami ke dunia ini.


Athena adalah Dewi Cahaya, Kebijaksanaan, dan Perang.


Athena adalah dewi yang baik hati dan penuh kasih sayang.


Athena adalah jawaban dari pertanyaan ini.


Aku yakin dengan jawaban ku. Aku menulis "Athena" di atas selembar kertas dengan huruf besar dan jelas. Aku kemudian menunjukkan kertas itu kepada burung phoenix.


Aku berharap aku benar.


Aku berharap aku bisa mendapatkan Mahkota Cahaya.


Ini adalah akhir dari jawaban ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah akhir dari keputusan ku, pahlawan terpilih.


Aku menunjukkan kertas yang bertuliskan "Athena" kepada burung phoenix. Aku berharap aku benar. Aku berharap aku bisa mendapatkan Mahkota Cahaya.


Burung phoenix itu melihat kertas yang aku tunjukkan. Dia membaca jawaban ku dengan teliti. Dia kemudian mengangguk dan tersenyum.


Burung phoenix itu berkata: "Selamat, Raka. Kamu telah menjawab pertanyaan ketiga ku dengan benar. Jawaban yang benar adalah Athena. Athena adalah nama dari dewi yang memanggil kalian ke dunia ini."


Aku merasa lega dan senang. Aku tidak percaya aku bisa menjawab pertanyaan itu dengan benar.


Aku berkata: "Terima kasih, burung phoenix yang mulia. Saya senang bisa menjawab pertanyaan mu dengan benar."


Burung phoenix itu berkata: "Sama-sama, Raka. Kamu memang pahlawan terpilih yang cerdas dan berbakat. Kamu pantas mendapatkan pujian dari ku."


Aku merasa bangga dan bersyukur.


Burung phoenix itu berkata: "Baiklah, Raka. Sekarang saatnya untuk aku memberikan Mahkota Cahaya kepada mu. Kamu telah berhasil menjawab ketiga pertanyaan ku dengan benar. Kamu telah membuktikan bahwa kamu layak mendapatkan Mahkota Cahaya."


Aku merasa senang dan gembira.


Aku berkata: "Terima kasih, burung phoenix yang mulia. Saya sangat berterima kasih atas kebaikan dan keadilan mu. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini."


Burung phoenix itu berkata: "Sama-sama, Raka. Kamu memang pahlawan terpilih yang baik hati dan berani. Kamu pantas mendapatkan Mahkota Cahaya."


Aku merasa bahagia dan haru.


Burung phoenix itu kemudian mengambil Mahkota Cahaya yang ada di atas kepalanya dengan paruhnya. Dia kemudian menyerahkan Mahkota Cahaya itu kepada ku dengan lembut.


Aku menerima Mahkota Cahaya itu dengan hormat dan hati-hati.


Aku merasakan cahaya dan kebaikan yang terpancar dari Mahkota Cahaya itu.


Aku merasakan kekuatan cahaya yang mengalir ke dalam tubuh ku.


Aku merasakan hubungan cahaya yang terjalin antara ku dan Dewi Cahaya.


Aku akhirnya mendapatkan Mahkota Cahaya, artefak cahaya pertama.


Ini adalah akhir dari ujian ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah akhir dari tantangan ku, pahlawan terpilih.


Ini adalah awal dari petualangan ku, pahlawan terpilih.

__ADS_1


Ini adalah awal dari misi ku, pahlawan terpilih.


__ADS_2