
Sebelum aku berpamitan, Dewi Cahaya menanyakan nama ku untuk mengingatkan ku. Aku memberikan nama ku. Nama ku adalah **Raka**, yang berarti **cahaya** dalam bahasa Indonesia. Aku pikir nama itu cocok dengan kekuatan cahaya yang aku miliki.
Dewi Cahaya tersenyum dan berkata: "Nama yang bagus, Raka. Aku akan mengingat nama mu. Semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari."
Aku juga tersenyum dan berkata: "Terima kasih, Dewi Cahaya. Aku juga berharap begitu."
Dia kemudian mengangkat tangannya dan mengucapkan sesuatu dalam bahasa Althea yang tidak aku mengerti. Aku merasakan sebuah angin kencang menerpa tubuh ku. Aku merasakan seolah-olah aku terbang di udara.
Aku menutup mata ku dan berpegangan erat pada cincin komunikasi yang ada di jariku.
Saat aku membuka mata ku lagi, aku melihat bahwa aku sudah berada di padang rumput yang luas di sebelah selatan kota. Aku melihat ada sembilan orang lain yang berdiri di sana dengan bingung dan kaget.
Mereka adalah pahlawan terpilih lainnya yang dipanggil dari dunia lain.
Aku berjalan mendekati mereka dan menyapa mereka: "Halo, nama ku Raka. Aku adalah pahlawan terpilih yang memiliki kekuatan cahaya. Senang bertemu dengan kalian."
Mereka membalas sapaan ku dengan ragu-ragu dan penasaran. Mereka juga memperkenalkan diri mereka satu per satu.
Mereka adalah:
- **Luna**, seorang gadis cantik yang memiliki kekuatan air. Dia berasal dari dunia yang bernama Terra, tempat di mana manusia hidup bersama dengan hewan-hewan peliharaan yang bisa berbicara.
- **Leo**, seorang pemuda tampan yang memiliki kekuatan api. Dia berasal dari dunia yang bernama Ignis, tempat di mana manusia hidup dalam konflik antara kerajaan api dan kerajaan es.
- **Zara**, seorang gadis cerdas yang memiliki kekuatan angin. Dia berasal dari dunia yang bernama Ventus, tempat di mana manusia hidup dalam harmoni dengan alam dan menggunakan teknologi ramah lingkungan.
- **Kai**, seorang pemuda gagah yang memiliki kekuatan tanah. Dia berasal dari dunia yang bernama Terra, tempat di mana manusia hidup dalam persaingan antara klan-klan yang menguasai sumber daya alam.
- **Nina**, seorang gadis manis yang memiliki kekuatan cinta. Dia berasal dari dunia yang bernama Amor, tempat di mana manusia hidup dalam damai dan saling mencintai tanpa membedakan ras, agama, atau gender.
- **Noah**, seorang pemuda baik hati yang memiliki kekuatan kehidupan. Dia berasal dari dunia yang bernama Vita, tempat di mana manusia hidup dalam kesejahteraan dan saling membantu tanpa memandang status, jabatan, atau kekayaan.
- **Lila**, seorang gadis berani yang memiliki kekuatan mimpi. Dia berasal dari dunia yang bernama Somnus, tempat di mana manusia hidup dalam petualangan dan bisa masuk ke dalam mimpi orang lain.
__ADS_1
- **Liam**, seorang pemuda humoris yang memiliki kekuatan seni. Dia berasal dari dunia yang bernama Ars, tempat di mana manusia hidup dalam kreativitas dan bisa menciptakan karya seni yang luar biasa.
- **Lana**, seorang gadis misterius yang memiliki kekuatan waktu. Dia berasal dari dunia yang bernama Tempus, tempat di mana manusia hidup dalam ketidakpastian dan bisa melihat masa lalu atau masa depan.
Aku merasa senang dan terkesan dengan pahlawan terpilih lainnya. Mereka semua tampak menarik dan unik.
Aku berharap kita bisa menjadi teman dan bekerja sama untuk menyelamatkan dunia ini.
Ini adalah awal dari pertemuan kami, pahlawan terpilih.
Ini adalah awal dari petualangan kami, pahlawan terpilih.
Setelah kami saling memperkenalkan diri, kami mendengar suara Dewi Cahaya yang masuk ke dalam cincin komunikasi kami. Dia berkata: "Halo, pahlawan terpilih. Apa kabar kalian? Apakah kalian sudah bertemu satu sama lain?"
Kami menjawab: "Ya, Dewi Cahaya. Kami sudah bertemu dan berkenalan. Kami senang bisa bertemu dengan pahlawan terpilih lainnya."
Dewi Cahaya berkata: "Saya juga senang mendengar itu. Saya harap kalian bisa bekerja sama dan bersahabat. Kalian adalah tim yang hebat."
Kami berkata: "Terima kasih, Dewi Cahaya. Kami akan berusaha sebaik mungkin."
Kami bertanya: "Apa itu artefak cahaya? Bagaimana bentuk dan nama nya?"
Dewi Cahaya menjelaskan: "Artefak cahaya adalah:
- **Kalung Bulan**, sebuah kalung berbentuk bulan sabit yang bisa mengendalikan pasang surut air dan memberikan kekuatan air kepada pemiliknya.
- **Cincin Matahari**, sebuah cincin berbentuk matahari yang bisa mengeluarkan panas dan api yang dahsyat dan memberikan kekuatan api kepada pemiliknya.
- **Gelang Angin**, sebuah gelang berbentuk sayap yang bisa menciptakan angin dan badai yang kencang dan memberikan kekuatan angin kepada pemiliknya.
- **Liontin Bumi**, sebuah liontin berbentuk bintang lima sudut yang bisa menggerakkan tanah dan batu yang besar dan memberikan kekuatan tanah kepada pemiliknya.
- **Mahkota Cahaya**, sebuah mahkota berbentuk lingkaran yang bisa memancarkan cahaya dan kebaikan yang terang dan memberikan kekuatan cahaya kepada pemiliknya.
__ADS_1
Artefak cahaya ini memiliki bentuk dan warna yang sesuai dengan elemen-elemen dasar di dunia ini. Artefak cahaya ini juga memiliki hubungan dengan pahlawan terpilih yang memiliki kekuatan elemen yang sama. Jadi, pahlawan terpilih yang memiliki kekuatan air akan lebih mudah menemukan Kalung Bulan, pahlawan terpilih yang memiliki kekuatan api akan lebih mudah menemukan Cincin Matahari, dan seterusnya."
Kami mengerti penjelasan nya. Kami merasa tertarik dengan artefak cahaya.
Kami bertanya lagi: "Di mana kita bisa menemukan artefak cahaya? Apakah ada petunjuk atau peta nya?"
Dewi Cahaya menjawab: "Sayangnya, saya tidak tahu pasti di mana letak artefak cahaya. Artefak cahaya ini sudah hilang sejak lama dan disembunyikan di tempat-tempat rahasia oleh para penjaga nya. Para penjaga ini adalah makhluk-makhluk ajaib yang setia kepada saya dan bertugas untuk melindungi artefak cahaya dari tangan jahat. Mereka juga akan menguji kalian sebelum memberikan artefak cahaya kepada kalian."
Kami merasa bingung dan khawatir. Kami tidak tahu bagaimana cara mencari artefak cahaya.
Dewi Cahaya berkata: "Jangan khawatir, pahlawan terpilih. Saya akan membantu kalian sebisa saya. Saya akan memberikan kalian beberapa petunjuk atau teka-teki yang bisa membimbing kalian menuju artefak cahaya. Kalian harus memecahkan teka-teki ini dengan menggunakan kecerdasan, pengetahuan, dan kekuatan kalian. Kalian juga bisa menggunakan cincin komunikasi untuk berdiskusi atau berbagi informasi dengan pahlawan terpilih lainnya. Kalian harus bekerja sama dan saling membantu untuk menyelesaikan misi ini."
Kami mengangguk dan bersiap-siap. Kami merasa optimis dan bersemangat.
Dewi Cahaya berkata: "Baiklah, sekarang saya akan memberikan kalian teka-teki pertama yang bisa membawa kalian ke artefak cahaya pertama. Teka-teki ini adalah:
**Di mana ada air, di situ ada aku. Di mana ada api, di situ aku lenyap. Di mana ada angin, di situ aku bergerak. Di mana ada tanah, di situ aku terkubur. Di mana ada cahaya, di situ aku bersinar. Aku adalah ...**
Jawablah teka-teki ini dengan benar, dan kalian akan menemukan artefak cahaya pertama.
Selamat berjuang, pahlawan terpilih.
Saya percaya pada kalian."
Setelah mengucapkan itu, suara Dewi Cahaya menghilang dari cincin komunikasi kami.
Kami saling pandang dan berpikir keras.
Apa jawaban dari teka-teki ini?
Apa artefak cahaya pertama yang harus kami cari?
Ini adalah awal dari misi kami, pahlawan terpilih.
__ADS_1
Ini adalah awal dari tantangan kami, pahlawan terpilih.