
Akhirnya, UN dan UAS sudah selelasi dilaksanakan,
hanya unjian peraktek saja yang belum dilaksanakan, aku pun bisa sedikit bersantai toh.
Cuma ujian peraktek saja apa susahnya sih.
Memainkan beberapa geme di leptop yang aku download kemarin.
Tak terasa karena asik main game aku lupa akan waktu.
Dan lupa memasak makanan malam, Ya tuhan...
Perutku sudah tak karuan lagi, rasa lapar kini membuat tubuh ku memjadi lemas.
“eh... Pak guru.”
Ucapku saat membuka pintu, lalu aku mempersilahkan dia untuk masuk,
“nih.”
ucapnya memberi bukusan yang ia bawa, Hemzzz...
Harum...
kayak bau nasi goreng, apakah ini benar nasih goreng?
Dengan cepat aku membuka bungkusan itu dan rupanya benar bahwa ini adalah nasi goreng.
Untung saja, akhirnya...
tentu saja aku memakan nya dengan lahap.
“kamu sedang apa?”.
Tanya ia, dengan masih mengunyah makanan aku menjawab tadi nya sedang main game, mendengar itu ia hanya bersikap biasa lalu menyuruh ku untuk mengambil leptop ku,
__ADS_1
aku menuruti saja perktaaan-nya,
tapi...
Eh! Apa dia akan menghapus game di leptop ku,
Aaaa... Astaga kenapa baru sekarang aku kepikiran.
Namun...
“sini kita nonton bareng yuk”.
Ucap nya memutar sebuah film kartun,
“kartun?”.
Tanya ku kepadanya dan dijawab bukan olehnya.
“Anime”.
“ah... Arata bodoh!”.
Teriak ku ditengah film itu dia hanya tertawa melihat ku yang berteriak.
Lalu kami melanjutkan lagi menonton anime itu,
Anime?
Aku tak tau apa maksudnya tapi ini cukup mengasikan, sebanar nya aku tipe yang tak suka menonton film, bagiku film itu tak lebih dari pada kebohongan.
Tapi kali ini aku cukup menikmati apa yang di kisahkan di film ini, yang mengisahkan Seorang peria dewasa yang kembali jadi seorang siswa SMA dalam waktu setahun dalam masa percobaan.
“akhirnya... Ketemuan”.
Kata ku saat film itu selesai.
__ADS_1
Lalu aku senderkan kepala ku ditubuh pak guru dan aku mulai mengantuk dan tampa sadar aku tertidur.
Saat aku terbagun kulihat ia juga ikut tertidur, apakah Ia...?
Lalu aku melihat ke arah jendela, benar saja ia menginap dirumah ku,
AHHHH!!!
nanti apa yang harus ku katakan pada tetanga saat mengetahui seorang peria menginap di rumah seorang gadis.
Apakah aku akan diusir dari desa ini.
Lalu aku membangunkan nya dan menyuruhnya cepat pulang sebelum ada orang yang menyadari hal ini.
Dari kejadian itu aku sedikit khawatir jika ada warga yang tau, aku berharap agar mereka tak meyadari nya.
Untung saja saat ia mengunjugi rumah ku ia tak pernah memarkirkan mobil di dekat rumah, karena jalan didekat rumah ku agak sempit untuk mobil, ya karena hanya jalan setapak.
“makan, masak apa ya?”.
Di tengah perjalanan aku hendak membeli mie di warung buk fat,
sesampai nya disana buk fat menanyakan perihal mobil pak guru yang baru saja melintas di jalanan desa.
Mendegar itu aku mencoba memikirkan sejenak jawaban yang tepat.
“mungkin ia tadinya hendak kerumah, namun aku masih tidur”.
Ucapku menjawab perkataan beliau.
Setelah itu aku pergi dengan menenteng kantung plastik yang berisi mie dan telur.
Aku berharap ini tak akan menjadi pembicaraan warga sekitar.
Aku berharap ini tak akan menjadi masalah dikemudian hari, aku tak bisa membayangkan wajah saudara-saudara ku yang kecewa akan perbuatan ku.
__ADS_1