
Di dalam gerbong kereta berkecepatan 300 km/jam, duduk seorang laki-laki dari pedesaan berpenampilan kaos hitam, celana jeans dan sandal jepit.
Warna kulitnya berwarna sawo matang, wajahnya agak bercahaya illahi, hidungnya kurang mancung, bibirnya hitam karna nikotin, namun ketika ia tersenyum aura bangsawannya bisa terlihat. Dia bernama Andrea.
Selama lulus sekolah dia tidak pernah bekerja. Keseharian dia hanya berguling-guling di tempat tidur, main hp, dan suka menghabiskan kuota orang lain.
Dia pernah mengikuti test ke perguruan tinggi, ke Institut Teknologi Bandung. Namun naas karena kemalasannya dia tidak lolos dalam test tersebut.
Impiannya besar, kemauannya besar, rasa ingin tahunya besar. Namun dia buntu tidak ada pencerahan dari pendidikan formal maupun non formal.
Sudah 4 tahun lamanya dia memendam impiannya. Dan sekarang ia perlahan mulai akan mewujudkannya.
***
Kereta berhenti di stasiun Kiaracondong, untuk menaik turunkan penumpang. Andre masih duduk di kursinya tidak berniat untuk turun karena tujuannya masih jauh yaitu ke Yogyakarta.
Dia memperhatikan setiap orang yang naik dan turun dari kereta.
Ketika ia sedang sibuk memperhatikan semua orang, ia tidak sadar bahwa ada wanita cantik berumur 22 tahun, bermuka tirus, berkulit kuning pisang dan berbibir mungil duduk di sampingnya.
Wanita itu bernama Pani Falecia. Dia lahir ketika tuhan tersenyum. Sampai-sampai ketika Pani Falecia tersenyum, senyumannya bisa menembus ke hati semua pemuda. Itulah yang di sebut Senyum Berdamage.
Sambil tersenyum Pani berkata. "Boleh aku ikut duduk disini?"
Andre berbalik dan melihat wajah Pani yang sedang tersenyum. Dan ia berkata "Oh... Boleh!"
Pani hanya tersenyum dan menyimpan ranselnya di atas.
Di karenakan di kampung andre tidak ada wanita secantik itu, ia cari perhatian kepada wanita tersebut.
"Biarkan aku membantumu menyimpan ranselnya!"
Andre berkata sambil membantu menaikkan ranselnya Pani.
"Gapapa..." Ucap Pani.
Dikarenakan cari perhatian, Andre tetep bersikeras untuk membantu Pani. Dia mendadak sibuk sendiri merapikan barang-barang yang di bawa oleh Pani.
"Makasih ya!" Ucap Pani sambil duduk.
Andre hanya tesenyum dan bergumam dalam hatinya sambil berjalan ke tempat duduk nya. 'Hah! Cuman makasih!? No WhatsApp dong!'
Kereta mulai melaju lagi untuk menempuh ke stasiun berikutnya.
__ADS_1
Sudah 10 menit lamanya Pani sibuk dengan Hp nya dan andre sibuk dengan memperhatikan keindahan alam Jawa Barat di kaca jendela gerbong.
Pani menyimpan Hp nya dan mengambil cemilan yang ia bawa. Ia membuka cemilan itu sambil menawarkannya kepada Andre.
"Sambil ngemil A!"
"Oh.. iya Teh!" Andre menjawab dengan tegang sambil tersenyum.
"Keripik kulit pisangnya cuman bawa satu bungkus. Tapi gapapa ini sebungkus berdua aja!" Ucap Pani sambil menawarkan cemilannya kembali.
Wajah Andre memerah, dia hanyut dengan perasaannya.
Andre pun bergumam di dalam hatinya. 'Masih ada ya wanita seperti ini! Aku kira wanita seperti ini hanya ada di film-film FTV. Ternyata di dunia nyata juga ada.'
Dengan malu-malu andre mengambil keripik pisang tersebut kayak orang yang tak tau malu. Ia mengambil dengan tangan kanannya dan disimpan di tangan kirinya. Gitu terus berulang-ulang kali sampai tangan kiri Andre penuh dengan keripik pisang.
Pani hanya tersenyum dan bergumam di dalam hatinya. 'Padahal aku cuman menawarinya aja. Tidak bermaksud untuk dia mengambilnya!'
Sudah tanggung malu, Andre memberanikan diri untuk berbincang-bincang dengan Pani.
"Salam kenal ya Aku Andre."
"Salam kenal juga Aku Pani."
Mereka bilang salam tapi mereka tidak bersalaman.
"Masih kuliah apa kerja?" Andre mencari topik agar bisa terus ngobrol dengan wanita yang sebagian kecil indahnya surga ada di senyumnya.
"Dua-duanya!"
"Sungguh wanita berkarir!" Ucap Andre sambil terkagum-kagum.
"Ambil fakultas apa?" Andre melanjutkan bicaranya.
"Ilmu Telekomunikasi!"
Sebab andre orang kampung, wawasan dia tidak luas, sekolah dia hanya tamatan SMK. Ia hanya bisa terkagum-kagum walaupun dia tidak tahu, apa itu Ilmu Telekomunikasi itu seperti apa.
"Kamu kuliah apa kerja?"
Andre bingung mau jawab apa. Dikarenakan pertanyaannya kurang pantas bagi dia. Mau jujur, takut akan kehilangan kesempatan mendekati wanita yang sebagian kecil indahnya surga ada disenyumnya. Mau bohong takut dosa.
Dikarenakan Andre tidak mau jujur dan tidak mau bohong, keluarlah kata-kata aneh di mulutnya.
__ADS_1
"Dulu aku pernah kuliah tujuh menit di Bulan Ramadhan waktu subuh, dan bekerja pekerjaan rumah selesai kuliah tujuh menit. Belakangan ini aku tidak ada kegiatan apa-apa. Hanya saja akhir-akhir ini aku sedikit cemas karena sibuk untuk merencanakan masa depanku agar lebih baik!"
"Tapi aku lihat dari tadi kamu terlihat tidak cemas, malahan seperti orang normal biasanya."
Jantung andre berdetak kencang melebihi nada detik jam. Ia tidak mengira bahwa dia di perhatikan oleh wanita yang ada di depan matanya. 'apakah sudah waktunya aku mengeluarkan jurus pamungkasku' gumam andre bertanya kepada dirinya sendiri.
"Aku sedikit tenang, karena terlihat jelas oleh batinku bahwa masa depanku ada di senyummu!"
Wajah Pani berubah seketika, pipinya merah, dahinya mengerut, bibirnya melengkung, dan cantiknya masih tetep awet seperti biasanya.
Kira Andre gombalannya akan ampuh meluluhkan hati seorang wanita. Ternyata Pani tidak bereaksi apa-apa.
Pani hanya tersendak karena memakan keripik pisang terlalu banyak. Lantas ia pun mengambil botol minum yang ia bawa sebelumnya.
"Aduh maaf masa depanmu barusan hanyut dengan air minum ku!"
"Ha ha ha ha..."
"Humoris juga ya Pani ini! Eh, ini gapapa panggil Pani?"
Disitu andre langsung tertawa. Dia tidak menyangka senjata pamungkasnya akan menjadi senjata makan tuan. Dia yang gombal tapi dia sendiri yang baper.
Detak jantung nya bertambah cepat dari detik ke detik. Pikirannya agak kacau. Hatinya seperti tertusuk oleh anak panah es. Badannya panas dingin. Dia pun bertanya kepada dirinya sendiri. 'Apakah ini yang disebut jatuh cinta?'
"Gapapa..." Dengan rasa penasaran Pani melanjutkan bicaranya. "Ngomong-ngomong kamu mau kemana?"
"Aku mau ke Yogyakarta. Pani sendiri tujuannya kemana?"
"Aku mau mengikuti pentas music di Yogyakarta!"
"Aku terawang dari raut wajahmu kamu penyanyi Rock ya?"
"Masa iya tampilan kayak gini penyanyi Rock." Ujar Pani sambil tertawa kecil
"Coba dong mau denger kamu nyanyi."
"Liat aja di YouTube, aku bikin konten nyanyi kok di YouTube. Nyanyi disini gak enak takut ada orang yang terganggu."
"Tapi iya sih! Nama YouTube Pani apa? Biar ku sabrek nanti."
"Pani Falecia. Andre ke Yogyakarta pulang kampung kah?"
"Enggak, Aku mau mengikuti pentas NFT yang di adakan CapKoboy Pestival."
__ADS_1
"Emang pentas NFT itu seperti apa?" Tanya Pani dengan rasa ingin tahu.
"Pentas NFT yang di adakan CapKoboy Pestival adalah, yang berupaya memberdayakan pembuat konten dari nilai-nilai warisan, budaya, dan tradisional melalui pelestarian aset digital yang bernilai." Ucap Andre dengan nada tenang.