Pani Falecia

Pani Falecia
Bab 3


__ADS_3

Andre yang sedang berjalan pulang habis ngopi, ketemu lagi dengan Pani. Dia kaget karena baju tidur yang di pakai oleh Pani hampir sama dengan baju yang di imajinasikannya waktu di taxi.


Hati kecil andre berbisik, 'Entah itu imajinasi atau mata batin. Jodohkanlah aku dengannya Tuhan.'


"Ada apa bro?" Tanya Arun


"Apakah ada yang ketinggalan di warung tadi?"


"Lihat itu ada wanita." kata Andre


"Iya tau itu wanita bukan kuntilanak!"


"Wah wah wah, ada yang jatuh cinta ni!"


"Hahahaha."


Andre tertawa sambil menyembunyikan perasaanya.


Mereka pun berjalan menuju lift.


Entah sue atau gimana, Pani bertemu lagi dengan Andre.


Dikarenakan raga Pani ada dimana, pikirannya ada di hari esok, jadi Pani tidak sadar ada Andre, malahan dia merasa takut dikarenakan di dalam liftnya ada empat orang pemuda dan satu wanita, yaitu dia.


Dia pun mulai mengangkat kepalanya dan langsung bicara.


"Eh ketemu lagi."


Andre mengangkat tangannya dengan salting.


"Halo Pani."


"Semangat ya buat besok." Lanjut Andre.


Pani hanya tersenyum.


Arun, Itok, dan Farhan semuanya heboh.


"Sikat Ndre jangan di kasih lama."


Pani menundukkan kepalanya lagi. ia merasa sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini.


Dengan status dia sebagai Artis sosmed dan idaman semua pemuda. Wajar saja jika banyak yang menaksir dengan dia.


Waktu di lift terasa lama bagi Andre. Entah lift yang berjalannya lambat atau jantung Andre yang berdetak kencang.


Andre tak sabar ingin buru-buru berpisah lagi dengan Pani.


Bagi Andre, perasaan hanya cukup simpan di hati, tidak boleh ada yang tau seseorang yang tidak terlibat. Cukup Aku, Dia dan Tuhan saja yang tahu.


"Ting!"


Andre keluar dari lift.


"Mau kemana Ndre? Kamar kita kan di lantai empat!" Tanya itok sambil mengingatkan.


Arun dan Farhan tertawa terbahak-bahak. Pani entah tertawa atau tidak, soalnya kepalanya terus menunduk, dan tangannya memainkan kresek makanannya.


"Emang ya, cinta itu membuat orang gila!" Bully Farhan kepada Andre.


Wajah Andre merah seperti mata banteng yang mengamuk.


Ia pun mulai masuk kembali kedalam liftnya.

__ADS_1


"Ting."


"Nah ini baru lantai kamar kita." kata Farhan


Merekapun mulai keluar dari liftnya, kecuali Pani.


Setelah pintu lift tertutup kembali. Andre berbicara, "Yah pisah lagi sama sebagian keindahan surga."


"Halah... dari tadi diem mulu!"


"Sekarang giliran dah pergi baru ngomong."


"Dasar pecundang!"


"Bukan gitu Han."


"Bukan gitu gimana Ndre?"


"Ahh... lu semua mah gak tau kisah cinta yang di film-film."


"Halah... pecundang ya pecundang."


Mereka semua masuk ke kamarnya Arun.


Kamar yang telah disiapkan oleh Panitia, hanyalah untuk tempat penyimpanan barang mereka saja.


Seperti tidak ada kerjaan saja dan obrolan yang tidak ada tamatnya. Mereka ngobrol lagi.


Namun obrolan yang sekarang ada yang berbeda, yaitu menyudutkan Andre.


Waktu begitu terasa cepat. Adzan subuh sudah terdengar, Andre, Arun, Itok dan Farhan mulai tidur.


Seperti ada bisikan di hati kecil Andre, Andre pun bangkit dari tempat tidurnya.


"Ayo! Ayok!"


Arun, dan Itok bangkit dari tempat tidurnya kecuali Farhan.


"Ayo Han sholat biar lancar nanti pentasnya."


"Gua Kristen Ndre!"


"Oh,,,"


"Hahaha,,, iya ya!"


"Titip Doa aja Ndre."


"Ok siap Han."


Ketika habis berwudhu Andre, Arun dan Itok tidak langsung melaksanakan sholat. Melainkan mereka mengambil HP. Dikarenakan tidak tahu kemana arah kiblat.


***


Pada pukul jam sembilan pagi, Gedung yang disewa oleh CapKoboy Pestival ramai dikunjungi banyak orang.


Lahan parkir pun penuh, sampai sampai ada kendaraan yang tidak bisa di parkir di sana.


Orang dimana-mana pada datang. Bahkan orang dari luar negeri pun pada datang ke acara tersebut.


Reporter dan Photograper berdesak-desakan agar bisa mengambil gambar yang bagus.


Gedung begitu ramai dengan gemuruh semua orang.

__ADS_1


Pani berjalan di tengah aula gedung menuju ruang tunggu. Dengan makeup yang begitu agak tipis yang memperlihatkan kecantikannya sejak di dalam kandungan.


Senyumannya selembut salju, di tambah dengan warna lipstik merah muda untuk memperindah senyumannya.


Kebaya yang di pakainya terlihat elegan di tubuhnya yang seksi.


Mata semua orang fokus pada Pani. Mau jauh ataupun dekat, kecantikannya masih bisa dirasakan oleh mata telanjang.


Pani terasa gugup ketika ia sadar di perhatikan semua orang. Dia mulai mempercepat langkah kakinya.


Senyuman Pani tak pernah pudar walaupun ia sedang gugup. Karena menurut dia, kunci awet muda adalah dengan selalu tersenyum.


Kameramen menyorot Pani yang sedang berjalan.


Editor jedag jedug sedang merekam layar dirumahnya masing-masing.


Disaat semua orang sedang sibuk di Gedung Pestival. Andre, Arun, Itok dan Farhan masih belum bangun dari tempat tidurnya.


Mereka tidur dengan santainya, seperti tidak ada hari yang istimewa di dalam hidupnya.


Alarm HP yang di setting jam tujuh pagi tidak mampu untuk membangunkan mereka.


Itok bangun hanya untuk mematikan nada dering alarm HP nya, dan ia lanjut lagi tidur.


Di ruang tunggu, Pani sedang memperbaiki makeup nya dengan tim kreatif.


"Ini pakai dulu bulu matanya."


"Kamu harus terlihat lebih mempesona dengan bulu mata yang tebal."


Pani yang sedang duduk dan menghadap ke cermin. Ia jatuh cinta pada dirinya sendiri.


Itu adalah alasan mengapa Pani sampai sekarang tidak punya pacar. karena ia sangat mencintai dirinya sendiri dan tidak mau ada orang yang melukainya.


Dulu sewaktu kelas satu Sma, dia pernah berpacaran. Nama juga cinta monyet, dia tidak tahu pacaran itu seperti apa.


***


Pada suatu hari, ada seorang pemuda berkendara supra, masih berseragam sma. Dia adalah pacarnya Pani, yang bernama Alfi.


Sehabis pulang sekolah Pani pulang bareng bersama Alfi.


Pani semenjak pacaran sama Alfi, ia menjadi semangat sekolah. Alfi adalah alasan bagi Pani ketika dia bangun pagi.


Pani yang biasanya berangkat sekolah jam setengah tujuh pagi menjadi berangkat jam setengah enam pagi. itu karena ia sudah tidak sabar ingin ke sekolah berjumpa dengan Alfi.


Di perjalanan, ketika Pani dan Alfi pulang sekolah. Alfi tidak seperti biasanya mengantar Pani sampai ke depan gerbang rumahnya. Dia malah membawa Pani ke kebun jagung bersama supranya.


Pani bertanya-tanya apakah Alfi lupa lagi jalan ke rumahnya.


"Berhenti Yang!"


"Kita salah jalan."


Alfi memberhentikan supranya di tengah tengah kebun jagung.


"Semenjak pacaran, kita belum pernah jalan jalan loh Yang."


"Aku mau dunia ini serasa milik berdua Yang."


"Iya kenapa harus ke kebun jagung juga? Kan banyak tempat wisata di daerah sini."


"Aku ingin berbeda dengan orang lain yang membawa pacarnya ke tempat wisata."

__ADS_1


"Aku ingin cinta yang sederhana dan menerima apa adanya."


__ADS_2