
Semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Dengan penonton seratus ribu lebih, Band Legendaris membawakan lagunya dengan sangat gembira.
Ada penonton yang berjoged, bernyanyi dan berjoged sambil bernyanyi.
Dikarenakan Musik Band Legendaris sangat enak, bisa dinikmati oleh tua maupun muda. Si Nenek dan Si Kakek tak mau kalah sama pemuda atau pemudi. Mereka berjoged seperti layaknya pemuda atau pemudi sekarang.
Turis-turis ikut berjoged walaupun bahasa yang dinyanyikan oleh Band Legendaris tidak dimengerti oleh mereka.
Pani yang sedang mendengarkan di ruang makeup, ia pun ikut bernyanyi.
Arun mendengar musik Band Legendaris di tempat tidurnya.
"Bangun! Bangun!"
"Band Legendaris sedang main."
"Bangun! Sekarang sudah jam delapan lebih empat puluh lima menit!"
Andre, Itok, dan Farhan, bangkit dari tempat tidurnya. Mereka lari keluar dari kamarnya Arun. Mereka bergegas ke kamar mandi mereka masing-masing.
Dikarenakan tergesa-gesa, Arun pergi ke kamar mandi hanya untuk cuci muka. Ia mengganti pakaian dengan setelan jas hitam, celana hitam dan sepatu pantofel.
Pada jam delapan lebih lima puluh lima menit, mereka kumpul di lobi.
Mereka menyalakan sebatang rokok sambil berjalan menuju gedung Pestival.
"Wow... Penuh gini."
"Liat Run itu yang parkir di pinggir jalan, kendaraannya sedang dilepas ****** bannya."
"Hahaha iya Ndre."
Mereka berjalan dengan santainya serasa Pestival itu di adakan oleh orang tuanya.
Dilahan parkir mereka berdesak-desakan untuk masuk ke dalam gedung. Andre mengingatkan sambil berteriak, "Pegang Hp dan Dompet kalian. Rawan copet."
Semua orang sontak memegang barang berharga yang mereka bawa. Andre menjadi pusat perhatian semua orang, Dan arun mengatur jalan untuk memasuki Gedung.
Setelah memasuki Gedung, mereka planga-plongo tidak tahu acara pentas NFT di gelar.
Gedung yang semalam mereka kelilingi serasa beda dengan adanya banyak orang.
Itok dengan inisiatif nya sendiri, ia menanyakan kepada tim kreatif yang ada di dekatnya.
"Mau tanya mas. Kalau untuk pentas NFT sebelah mana ya?"
"Soalnya ini google maps di Hp saya agak eror."
Semua orang yang mendengar pertanyaan Itok kepada tim kreatif, menahan tawa. terutama Andre, Arun dan Farhan.
"Di gedung bagian timur mas."
Struktur gedung yaitu persegi panjang. Pintu masuk atau pintu keluar gedung di setiap sudut. Dikarenakan pintu masuk yang dekat Hotel Margono ada di sebelah barat.
"Aduh maaf mas, bagian timur itu dimana ya mas?"
__ADS_1
"Soalnya saya waktu subuh pas mau sholat juga bingung menentukan arah kiblat."
"Kamu tinggal lurus aja kesana. Nanti juga ada plang Pentas NFT dan Lukisan.
"Oke makasih mas."
"Iya sama-sama."
Ketika beberapa langkah kaki dari tempat sebelumnya. Andre melihat dari kejauhan ke arah lokasi Pentas Musik. Dia serasa kagum dengan suara lembut yang menyanyikan lagu penenang kalbu.
Ternyata yang sebenarnya yang sedang dikagumi andre bukan lagunya. Tapi orang yang membawakan lagunya.
Pani sedang bernyanyi di kejauhan sana. Gerak-gerik tubuhnya seperti meresapi lagu yang ia bawakan.
Dia membawakan lagu 'Hati yang Tersakit' ciptaannya sendiri.
Penonton yang sedang sakit hati, mereka terharu mendengarnya. sampai-sampai mereka tak sadar meneteskan air mata nya.
Penonton yang jomblo, mereka hanya sibuk mem vidio Pani yang sedang tampil untuk dijadikan status di sosial media mereka masing-masing, dengan quotes 'Sad' emot sedih.
"Ndre, pentas NFT bukan disini."
"Liat itu Han, itu wanita yang di lift semalam."
"Mana-mana." Arun dan Farhan mencari Pani yang sedang tampil.
"Pani I LOVE YOU!" Teriak Arun dari kejauhan.
"Wah Run, jangan bilang gitu dong. Kalau lu mau sayembara dulu sama gua!"
"Hahaha... Tuh Kan bener lu menyukainya Ndre."
"Kita sudah kesiangan ini!" Ajakan Itok terhadap mereka.
"Waduh, iya ya!"
"Ini pentas musik sedang di gelar, berati pentas NFT juga sedang berjalan." Ungkap Farhan yang tidak tahu jadwal.
Mereka berjalan berdesak-desakan untuk sampai ke tempat pentas NFT.
Pani bernyanyi dengan sempurna, ia mengeluarkan air mata seperti menjiwai nyanyiannya.
Ia menghampiri para fansnya untuk melakukan foto bareng.
Banyak yang mengaku-ngaku pacarnya di sosial media, tapi Dia menghiraukan itu semua.
Dia tahu bahwa fans berat memang suka mengada-ngada.
Ketika acara sesi foto bareng fans. Ada fans yang memberi Hp nya kepada Pani. Pani hanya bersenang-senang mem vidio nya dengan Hp fans tersebut. Kurang ajarnya, fans tersebut merangkul Pani. Hp fans tersebut langsung di kembalikan oleh Pani dengan kesal. Dia merasa keberatan atas tindakan fansnya yang berlebihan. Ia pun lanjut foto lagi dengan fans yang lainnya untuk menyembunyikan wajah kesalnya.
"Kenapa belum ada peserta yang mengikuti pentas NFT?"
"Apakah acara pentas NFT nya sudah selesai?"
Farhan bertanya-tanya kepada teman-temannya. Ia merasa hal penting sudah dilewatkan olehnya.
__ADS_1
"Mas ikutan pentas NFT?" tanya Andre kepada orang yang di dekatnya.
"Tidak mas, aku ikutan pentas Lukisan."
"Kalau pentas NFT kapan ya mulainya?"
"Dua puluh menitan lagi mas. Pentas NFT sama Lukisan diadakan nya bareng mas."
"Oh... Makasih mas atas informasinya."
"Iya sama-sama mas."
Hati Farhan terasa tenang setelah mendengar kata-kata dari orang yang ditanya oleh Andre. Ia merasa bahwa juara pertama dalam pentas tersebut telah di setting Tuhan untuknya.
Punya rasa ke percayaan diri boleh tapi asal tau diri.
"Mas udah lama ikutan Pestival kayak gini?" Tanya Andre lagi.
"Baru dua kali sama sekarang. Kenapa gitu?"
"Emang peserta gak di kasih makan ya mas sama panitia acara CapKoboy Pestival?"
"Lah kan tadi prasmanan. Emang belum kenyang?"
"Prasmanan kapan mas? Soalnya kami baru datang."
"Tadi jam tujuh pagi."
"Haduh telat berati kami."
"Coba aja minta ke panitia, sambil menunjukkan kartu peserta yang di chat WhatsApp."
"Oke makasih mas."
"iya sama-sama."
Andre, Arun, Itok dan Farhan meminta makanan ke panitia sambil menunjukkan kartu peserta mereka.
Mereka dikasih nasi kotak sama panitia. Mereka sarapan dengan lahap sambil menunggu pentas NFT akan dimulai.
Sehabis makan mereka merokok. Dikarenakan tidak ada bacaan 'No Smoking' ataupun gambar Dilarang Merokok. Merekapun merokok dengan santainya sambil memainkan Hp nya.
Tak lama kemudian penjaga keamanan datang.
"Kalau mau merokok jangan disini mas. Disini dilarang merokok agar semua pengunjung nyaman menikmati Pestival."
"Kalau mau merokok ada di sana tempat merokok dekat toilet."
"Oh maaf pak, kami tidak tahu!"
Andre, Arun, Itok dan Farhan, mematikan rokoknya. Mereka memasukan putung rokok ke dalam bungkus rokoknya Itok. Karna rokok itok sisa dua batang lagi.
"Untuk peserta yang mengikuti pentas NFT silahkan berkumpul di sebelah kiri saya. Dan untuk peserta yang mengikuti pentas Lukisan berkumpul di sebelah kanan saya."
Semua orang mengikuti arahan dari panitia tersebut.
__ADS_1
Andre, Arun Itok dan Farhan, masuk ke dalam ruangan Pentas NFT dan Lukisan. Ruangan tersebut sama, tapi di sekat.
Sebentar lagi persaingan antar teman akan segera dimulai.