
Willy telah sampai di ruang kelas ujiannya. Disana oa langsung menuju sahabatnya Gava Jerico dan Kevin Rafaldi.
"Wehh, tumben pada rajin?" ledek Willy
"Yalah rajin secara hari pertama ujian cuy" jawab Gava
"Beda sama loe Wil, gak usah banyak belajar otak loe udah encer" keluh Kevin
"Satuy aja kali. Nih gue kasih cara belajar yang bikin langsung masuk otak loe pada" ucap Willy dan mengajari kedua temannya belajar
Teng Tong Teng Tong
Bel masuk pun berbunyi dan Willy, Gava dan Kevin sudah siap untuk mengerjakan ujian mereka dengan lancarnya. Walau masih ada yang saling mencontek, Willy menegaskan untuk kedua temannya ini supaya mengerjakan ujiannya secara jujur.
Willy menganggap jika ujiannya mendapat nilai bagus karena menyontek, bagaimana nanti saat terjun didunia kerja? Apakah mereka mendapat contekan juga saat mengerjakan pekerjaannya? Siapa yang nanti akan membantu mereka kalau bukan diri mereka sendiri.
Hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam, Willy telah menyelesailan ujiannya dengan cepat. Karena sudah menyelesaikan ujian pertama ini, Willy pun memilih tidur sampai waktu ujian selesai.
Setelah ujian pertama telah berakhir, para siswa siswi pun langsung pergi kekantin untuk mengisi tenaga mereka untuk bertarung di ujian kedua nanti. Willy, Gava dan Kevin pun juga pergi kekantin. Bukan untuk makan saja tetapi untuk Willy juga dapat melihat seseorang yang ia kagumi dari kelas X.
"Mau makan apa loe?" tanya Kevin
"Gue nasi goreng aja, soalnya gara - gara ujian tadi perut gue keroncongan" keluh Gava
"Samain aja Kev. Ahh dasar payah loe Gav, baru segitu aja kaya abis lari maraton loe" ledek Willy kepada Gava
"Sial loe Wil! Gue doain gak jodoh loe sama si Miau" kesal Gava
"Jodoh ditangan Tuhan Gav. Gue gak butuh doa loe, gue cuma butuh doa mama papa gue buat jodoh gue. Kalau jodoh gue si Miau malah jadi bonus lebih" jelas Willy panjang lebar
"Udah loe pada berantemnya" datang Kevin membawa makanan pesanan mereka bertiga.
"Eh ngomong - ngomong soal si Kitty, noh dia ada di arah jam 12" ucap Kevin langsung membuat Willy menoleh ke arah yang ditunjuk Kevin
"Buset bro, slow aja kali" ledek Gava
"Si kitty kaga kemana - mana kok Wil" lanjut Kevin
"Mandangin dia gak akan pernah bosen gue" gumam Willy dan masih bisa didengar Kevin dan Gava
"Temen loe noh jadi gila karena cinta" ucap Gava ke Kevin
__ADS_1
"Untung gila karena cinta gak bikin dia turun ranking" ucap Kevin menghabiskan makanannya
"Sial loe pada! Ngomongin gue aje" kesal Willy
"Udah makan dulu nih makanan loe, baru dah loe pandangin si Kitty sampe puas" ucap Gava yang sudah menghabiskan makanannya juga seperti Kevin
Willy pun dengan cepat menghabiskan makanannya dan meminum minumannya sekali tegak. Tanpa membuang waktu, Willy pun langsung melanjutkan tatapan matanya kepada Catherine. Ya, Kitty atau Miau adalah panggilan Catherine dari nama singkatnya Cat (Kucing).
"Emang yah, kalau udah jadi BUCIN emang beda" ledek Gava
"Tapi sayang cuman bisa di pandang doang, dan gak bisa digapai" tambah Kevin yang tidak di pedulikan oleh Willy
*********
Tanpa terasa seminggu ujian telah berakhir hari ini. Bagi Gava dan Kevin adalah hari kemerdekaan dan tinggal menunggu hasil ujian saja. Willy yang merasa biasa saja hanya mengajak Kevin dan Gava kekantin setelah leluar dari kelas.
"Kalian mau makan apa?" tanya Willy
"Gue nasi goreng sama jus jeruk" jawab Gava
"Gue samain aja kaya Gava" tambah Kevin
"Okeh" jawab singkat Willy dan langsung memesan makanan mereka.
"Bang, pesen nasi goreng special satu yah, terus anterin kesana" tunjuk Catherine kepada sang penjual tempat duduknya berada dan memberikan uang bayarannya.
Willy yang melihatnya secara dekat seperti ini sangat membuat jantungnya tak bisa berhenti berdetak. Bagaimana bisa wanita yang hanya bisa ia tatap dari jauh, sekarang tepat dihadapannya.
Catherine yang melihat tatapan yang Willy berikan sontak membuatnya ingin mengomelinya.
"Gue tau kali gue cantik, gak usah sampe liatin gue kek gitu juga" ucap Catherine kepada Willy
"Iya tau, makanya gue liatin loe" jawab Willy
"Eh buset dah, jujur amat loe" ceplos Catherine
"Gue gak suka bulshit, mending gue jujur" ucap Willy membuat Catherine mengangguk-angguk mengiyakan
"Iya sih, kenalin gue Catherine Christabel Gabriella" ucap Catherine kepada Willy sambil berkenalan
"Gue Rafael Willy Charles" balas Willy mengenalkan diri
__ADS_1
"Loe anak juara 1 dari kelas X kan?" tanya Catherine
"Iya itu gue. Kenapa?" tanya balik Willy
"Ya gue kira yang juara 1 itu anaknya nerd, terus pake kacamata tebel kek tutup botol. Ternyata gue salah"
"Hahahhaha. Udah biasa gue di omongin gitu" ucap Willy terpotong oleh abang penjual
"Mas, nasinya udah jadi. Mau dianterin apa masnya yang bawa?" tanya si abang
"Abang anterin aja disana tempat duduknya" tunjuk Willy dan diantar oleh abang penjual
"Loe mau balik? Mau gue anterin?" tanya Willy
"Gak apa-apa nih? Kalau gitu gue mau, soalnya gue mau cepet pulang nih" jawab Catherine
"Kalau gitu ayo" ajak Willy sambil menuju ke parkiran
Kevin dan Gava yang menunggu Willy balik dari memesan bingung karena ia belum balik lagi.
"Gav, tu anak kemana sih? Gak balik-balik, cuma makanannya aja yang dateng" kesal Kevin
"Gak apa kalau dia gak balik, yang penting makanannya dateng dan gue gak kelaparan" ucap Gava sambil memakan nasi yang telah dibawa abang penjual
Kevin pun menelpon Willy karena butuh penjelasan.
"Eh Lily! Kemana loe?"
"Gue balik duluan yah" jawab Willy di sebrang telepon
"Yah bocak gak kasih kabar" kesal Kevin
"Tar malem gue cerita. Yaudah gue buru-buru" ucap Willy dan langsung mematikan sambungannya
"Tu bocah kenapa dah?" ucap Kevin kesal
"Mangnye loe gak liat pas Willy pergi tuh sama si Kitty?" ucap Gava membuat Kevin melotot
"Serius loe? Udah ada kemajuan dong tu anak?" tanya Kevin
"Mungkin bisa aja Kev. Kasian gue liat dia cuma bisa memandang aja"
__ADS_1
"Iya juga sih. Semoga aja mereka bisa jadi satu kampus nantinya" ucap Kevin dan di anggukan oleh Gava