Part Of My Life

Part Of My Life
5. Part Of C.C.G


__ADS_3

Pagi ini adalah hari pengumuman kelulusan SMA Pelita Kasih dan para murid kelas XII sudah berada di aula sekolah untuk mendengarkan kabar hasil dari perjuangan selama 3 tahun mereka.


Begitu juga dengan Catherine, Eliza, Christine, Flora dan Stephanie sudah duduk manis bersama. Karena ini bukan hal yang terlalu formal, maka para murid diizinkan duduk dimana mereka mau.


"Duh, gue deg deg an nihh" ucap Phanie yang memegang tangan Eliza.


"Buset Phan, tangan loe dingin amat?" ikut memegang tangan Phanie


"Yalah gue takut gak lulus tau"


"Positif thinking aja Phan. Kan loe udah belajar mati - matian pas ujian kemaren" ucap Christine menyemangati


"Setidaknya gak cuma Loe aja Phan, kita semua juga deg deg an" ucap Flora yang menunjuk murid yang sama seperti Phanie


"Ya gak buat satu orang Flora" ucap Eliz menunjuk sahabat mereka Catherine


"Apa?" tanya polos Catherine


"Ya loe bener Liz" ucap Flora membuat Catherine mengerutkan alisnya dan menganggap angin lalu.


Kepala sekolah sudah berada di podium untuk memberikan kata sambutan dan diikuti dengan pengumuman kelulusan.


"Berapa lama lagi sih pidato pak Lucas? Pengen cepet pengumuman deh, biar gue gak panas dingin gini" ucap Phanie


"Sabar kali. Ini pidato terakhir yang bakal kita dengerin dari pak Lucas" ucap Christine di setujui Flora dan Eliza


"Tenang aja Phan. Loe lulus kok gue jamin" ucap Catherine menenangkan Phanie.


"Iya Phan, kita udah janjian mau kuliah bareng dan sejauh ini nilai loe udah bangus banget tau. Cuman kurang PD doang loe nya" Eliza menyemangati


Setelah Pak Lucas menyelesaikan pidatonya, ia pun langsung meminta para wali kelas membagikan amplop yang berisikan keterangan lulus atau tidaknya para murid. Para wali kelas pun memanggil satu per satu muridnya.


Catherine, Christine, Eliz, Flora dan Phanie sudah memegang amplop penentu nasib mereka nanti kedepannya. Berbeda dengan Catherine yang langsung saja membuka amplop dan sesuai dugaannya, ia Lulus. Keempat temannya dengan gugup membuka amplop mereka. Catherine melihat wajah Phanie yang sangat bahagia karena isi dari amplopnya menyatakan Lulus begitu juga Eliz, Christine dan Flora. Mereka akan tetap bersama kuliah di tempat yang sama pula.


"Akhirnya kita masih tetap sama - sama kedepannya" seru Flora bahagia.


"Walau kita beda jurusan nanti, kita jangan lupa sering ketemuan okeh" ucap Eliz dianggukan semuanya.

__ADS_1


Catherine sekarang bisa agak lega, dan sekarang ia harus fokus dalam kuliahnya nanti. Tujuannya sekarang adalah lulus kuliah dengan nilai yang terbaik. Tetap Catherine memiliki tujuan yang tetap untuk masa depannya nanti.


"Kuliah nanti, gue mau cari pacar" ucap Flora dan membuat Catherine shock mendengarnya.


"Kenapa?" tanya Catherine dan Flora bingung dengan kembarannya ini.


"Kitty sayang, kalau mau nanya yang jelas kenapa?"


"Kenapa kuliah mau nyari pacar? Kan harus belajar Flora" Flora kesal dengan sahabatnya ini.


"Iya belajar Kitty tapi gue juga butuh jodoh juga kali. Masa gue jomblo terus dari bayi?"


"Flo, Kitty kita mah gak mikir kesana. Ingetkan ucapan tante Cecilia? Anaknya ini bakal jadi perawan tua" ucap Eliz


"Iya betul tuh. Ponakannya aja udah pada gede dan yang nikah duluan kayanya keponakannya dah dari pada tantenya" ledek Phanie


"Anaknya udah kelamaan pacaran sama buku-buku jadinya gak ada niatan buat punya pacar" ucap Christine dan dibenarkan Eliz, Flora dan Phanie.


Catherine tak memperdulikan perdebatan sahabatnya ini yang di jadikan bahasan adalah dirinya sendiri. Bagi Catherine sebelum tujuannya tercapai, tak ada yang bisa merubahnya. Mungkin saja, karena kedepannya tidak ada yang tahu bukan?


Catherine meninggalkan Aula dan keempat sahabatnya, karena acaranya sudah selesai. Kalau tak salah besok harus datang lagi untuk mengambil rapot dan nilai-nilainya oleh sang papa. Karena tiap tahun hanya papanya yang mengambil rapot nilai Catherine.


"Hai, Rafael!" seru Catherine


"Hai, Cathy" Willy menghampiri Catherine.


"Selamat ya loe lulus"


"Sama, selamat juga buat loe" senyum Willy mulai mengembang melihat jawah manis Catherine


"Loe mau balik? Sendirian?" tanya Willy penasaran.


"Iya, gue mau balik. Kalau loe?"


"Sama gue juga. Loe mau bareng gue gak?" ajak Willy


"Gak ngerepotin nih?" tanya Catherine tak enak.

__ADS_1


"Slow aja kali. Kemaren juga gue anterin loe balik gak apa-apa"


"Okeh, Thanks ya"


Catherine mengikuti Willy keparkiran dan tanpa diketahui Catherine, para sahabatnya melihatnya dengan Willy.


"Eh eh guys, itu si Kitty sama Rafael Willy Charles bukan?" tanya Christine


"Eh iya si Kitty. Kok bisa sama si Willy?" tanya Eliz


"Kok itu si Kitty ikut Willy kemana tuh?" tanya Phanie


"Eh kalian! Kalau mau nanya tuh sama orangnya kali. Itu kita tanyain aja tar digrup" kesal Flora yang melihat temannya banyak nanya.


"Penasaran aja sih Flo. Tuh anak bisa kenal Rafael sejak kapan?" penasaran Christine


"Simpen dulu pertanyaan kalian buat tar malem. Soalnya sekarang anaknya lagi pergi ama Willy" jelas Flora


"Yaudah dah, gue balik deh" ucap Phanie


"Iya gue juga" ucap Eliz


"Okeh, kalian hati - hati yah" ucap Christine


Mereka pun berpisah dan berjanji nanti malam akan mengadakan Video Call untuk mensidang sahabat mereka Catherine.


.


.


.


.


**Sorry yah baru update lagi~


Ryn usahain nantinya akan update secara berkala~

__ADS_1


Thank you yang sudah mau membaca cerita ini**~


__ADS_2