Part Of My Life

Part Of My Life
6. Part Of R.W.C


__ADS_3

Karena pagi ini adalah hari pengumuman kelulusan SMA Pelita Kasih, Willy dengan Gava dan Kevin sudah berada di aula sekolah untuk mendengarkan pengumuman kelulusan mereka. Karena hari ini terakhir kesekolah, mereka bertiga jadi lebih rajin dari pada saat bersekolah.


"Eh Wil. Tuben loe gak nyariin si Kitty?" tanya Gava melihat temannya ini santai terlalu santai malahan.


"Kitty duduk beda 3 baris doang itu Gav" tunjuk Kevin kepada Gava.


"Kok gue gak tau sih?" ucap polos Gava.


"Ahh loe aja dari tadi merhatiin cewek - cewek disana aje" kesal Kevin dan Willy hanya tetap memandang podium pidato Pak Lucas dan diselingin memandang Kittynya.


Setelah Pak Lucas menyelesaikan pidatonya, ia pun langsung meminta para wali kelas membagikan amplop yang berisikan keterangan lulus atau tidaknya para murid. Para wali kelas pun memanggil satu per satu muridnya.


"Ahh, kenapa juga harus bagiin amplop sih? Kan makin dag dig dug nih gue" kesal Kevin


"Yah biar ada sensasinya Kevin" ucap Gava


"Yah yakin aja kita semua disini Lulus" ucap Willy dan dibalas "Amin" oleh kedua sahabatnya.


Mereka pun membuka amplop yang telah dibagikan para wali kelas. Dengan perasaan yang bercampur aduk para siswa membuka isi amplop. Reaksi yang diberikan para murid berbeda-beda, ada yang datar seperti Catherine, ada yang senang, sedih, histeris dimana isinya menyatakan Lulus.


"Akhirnya lulus juga gue" seru Gava semangat.


"Iya bro. Kita lulus bertiga nih" seru Kevin tak kalah semangat.


"Akhirnya tujuan utama gue bentar lagi akan terwujud" ucap Willy


"Temen loe bro. Kambuh lagi dia" ucap Kevin kepada Gava.


"Bentar lagi juga kita di tinggal ama tuh anak Vin" ucap Gava kadang kaya ramalan buat Willy.


Willy melihat Catherine meninggalkan aula dan teman-temannya. Willy mau saja menyusul kittynya kalau Gava tidak menariknya duluan ke kantin. Ya, Gava sedang kelaparan dan mengajak Willy dan Kevin pergi.

__ADS_1


Sesampainya dikantin, Willy menerima pesan dari mamanya untuk segera pulang. Akhirnya Willy pamit kepada kedua sahabatnya untuk segera pulang menemui ibunda ratu.


Sesaat Willy menuju parkiran dekat gerbang sekolah. Catherine memanggilnya duluan. Entah mengapa Willy menganggap ini adalah keberuntungannya bertemu dengan gadis pujaan hatinya.


"Hai, Rafael!" seru Catherine


"Hai, Cathy" Willy menghampiri Catherine.


"Selamat ya loe lulus"


"Sama, selamat juga buat loe" senyum Willy mulai mengembang melihat wajah manis Catherine


"Loe mau balik? Sendirian?" tanya Willy penasaran.


"Iya, gue mau balik. Kalau loe?"


"Sama gue juga. Loe mau bareng gue gak?" ajak Willy


"Gak ngerepotin nih?" tanya Catherine tak enak.


"Okeh, Thanks ya"


Catherine mengikuti Willy keparkiran dan tanpa diketahui Catherine, para sahabatnya melihatnya dengan Willy.


"Gila - gila broo" ucap Gava


"Willy hoki terus bro kalau urusan cintanya" Kevin melihat Willy pergi bersama Catherine


"Gak apalah bro, siapa tau kita dapat kabar baik dari dia" doa Gava


"Iya bro. Semoga aja ya" tambah Kevin.

__ADS_1


Selama perjalanan Willy dan Catherine pergi kesebuah cafe yang tidak jauh dari sekolah mereka berdua. Katanya Willy dia lapar dan meminta Catherine menemaninya. Karena merasa ia juga mulai lapar, Catherine menerima tawaran Willy.


"Kamu mau pesen apa Cath?" tanya Willy memeriksa daftar menu.


"Kayanya aku milih nasi goreng special" ucap Catherine setelah menentukan pilihannya.


"Mbak, saya pesen Nasi goreng specialnya dua sama teh hangatnya juga dua yah" ucap Willy kepada pelayan cafe.


"Kok loe tau sih kalau gue pengen teh hangat?" tanya Catherine


"Gue asal nembak aja sih. Cuman gue juga lagi pengen teh hangat aja" ucap Willy mencari alasan. Willy sudah tahu kesukaan dan ketidak sukaan dari Catherine


"Bisa aja loe. Oiya, loe kuliah ditempat yang sama kaya gue kan? Ambil jurusan apa?" tanya Catherine


"Gue ambil jurusan Bisnis kaya papa mama gue" jawab Willy


"Kok sama sih kaya gue?"


"Jodoh kali?" ucap asal Willy


"Bisa aje loe. Semoga bisa sekelas yah nanti? Siapa tau loe bisa ajarin gue"


"Kan loe juga pinter Cathy. Masa iya sih loe butuh gue ajarin?"


"Gak semua orang pinter itu sempurna Willy. Makanya gue juga butuh belajar dari orang lain juga" jelas Catherine


"Jauh juga pemikiran loe Cathy. Gue aja gak sampe sana mikirnya"


"Kita selalu belajar Willy. Biar kita nanti udah gak belajar lagi, tapi dari kehidupan kita juga belajar bukan?"


"Gue kagum sama pemikiran loe Cathy. Gue juga jadi belajar dari loe. Terima kasih nasehatnya bu guru" ledek Willy

__ADS_1


"Sama - sama murid manis" tawa Catherine membalas ucapan Willy.


Entah mengapa Catherine senang saat bersama dengan Willy. Apa yang ia rasakan saat ini belum Catherine pahami. Yang jelas Catherine bahagia saat Willy memberi tahunya jika mereka satu kampus dan juga jurusan. Ada saatnya mungkin Catherine akan memahami perasaannya.


__ADS_2