
Bab 5. Rencana Pernikahan Raline dan Rommy
.Selamat Membaca
“Ini ke mana, Raline?”
Raline dan Dira berjalan beriringan menuju ruangan VIP di mana Ibunya dan Rommy berada. Raline dengan muka gembira tersenyum sepanjang jalan. Akhirnya Raline sampai ruangan di mana Ibunya berada. Raline dan Dira masuk perlahan dan menunduk hormat terhadap Ibunya Raline dan Rommy. Begitu pun dengan Raline. Ibunya Raline senang melihat putrinya yang datang itu.
“Raline, kemarilah nak!” titah Ibunya. Raline berjalan menuju kursi kosong di dekat Rommy. Rommy sebagai lelaki yang gentle tentunya berdiri dan menggeserkan kursi untuk calonnya itu.
“Silahkan, Nona!” ucap Rommy. Raline menatapnya dan tersenyum.
“Tidak apa, aku bisa sendiri,” jawab Raline membalas menatap Rommy dan tersenyum.
“Tidak masalah,” ucap Rommy membalas perkatan Raline. Sementara Dira yang melihat adegan itu merasa jengah karena basa-basinya Rommy.
“Putriku, Rommy hanya mencoba bersikap sopan padamu. Berterima kasih saja tidak cukup. Tidak perlu jual mahal. Oh, astaga anak-anak jaman sekarang,” ujar sang Ibu. Raline beralih menatap Ibunya. Perkataan sang Ibu membuat Raline hanya bisa diam kemudian beralih memandang Rommy. Rommy tersenyum tidak menanggapi ucapan calon Ibu mertuanya.
Raline akhirnya duduk tersenyum sambil memandang terus Rommy. Mau tak mau Dira pun ikut duduk di samping Ibunya Raline setelah dia duduk duduk di samping Rommy.
“Terima Kasih,“ ucap Raline, Rommy tidak menjawab kali ini hanya mengangguk dan tersenyum. Ibunda Raline terlihat sangat bahagia.
“Aku sudah sangat lapar, ayo kita makan,” ajak ibunya Raline, Raline hanya tersenyum melihat tingkah Ibunya. Sedangkan Rommy terhipnotis dengan kecantikan dan kelembutan Raline. Ibunya mengambil nasi duluan dan mengambil lauk pauk untuknya kemudian menggerakkan makanan kepada Dira.
“Dira, layani Adikmu Raline juga calon suaminya!” Dira yang mendengarkan perkataan Bibinya mentapnya dan mengangguk. Raline yang melihat itu menyuruh Dira diam di tempat.
“Tidak apa-apa Dira, biar aku ambil sendiri, dan aku ambilkan buat Kak Rommy juga. Kamu makan lah dulu!” Raline menolak dilayani Dira, Dira sudah sangat membantunya hari ini. Raline tersenyum lembut dan Dira pun duduk kembali karena Raline menolak dilayani oleh dirinya.
__ADS_1
“Pelayan, boleh aku minta menu?” panggil Raline saat melihat menu yang tidak sesuai keinginan nya.
“Raline, kamu mau pesan apa lagi, Nak? Bahkan makanan ini tidak bisa kami habiskan semua!” ucap sang Ibu ketika Raline mencoba memesan sesuatu, membuat Raline menengok ke arah Ibunya.
"Ibu, Dira ada alergi makanan laut,” jawab Raline mengingat betul akan ketidaksukaan sahabatnya itu. Ibunya kemudian sedikit tersenyum tipis.
“Oh, baiklah. Ibu tidak tahu hal itu. saat Ibu memesan tadi kalian belum datang. Ibu lupa kamu, Dira tidak bisa makan makanan laut,” jawab Ibunya Raline. Dira segera membuka menu di restoran itu.
“Ayo, kamu pesanlah sana,” titah ibu Raline, membuat Dira melirik ke arah Ibunya Raline.
“Baiklah, Bibi,” jawab Dira membuka menu tersebut dan menyuruh pelayan menunjukkan pesanannya.
Rommy yang berusaha menarik perhatian Raline memberikan seafood kesukaan Raline, “Makanlah yang banyak." Pria itu meletakkan piring Raline dan tersenyum manis. Raline yang melihat itu menaruh minumnya, “Terima kasih, Kak."
Ibunya Raline yang melihat pemandangan romantis itu tersenyum, sedangkan Dira melihat kearah Rommy dan melihat sebentar ke arah Raline. Entahlah Dira bukannya cemburu, tetapi Dira merasa keheranan dengan sikap Rommy yang suka tiba-tiba aneh, atau hanya pencitraan di depan calon mertuanya saja?
“Rommy, sangat membantu Ibu, Nak.” Bukannya Rommy yang menjawab, namun Ibunya Raline yang menyerobot perkataan Rommy yang hendak menjawabnya.
“Jika Rommy tidak ikut Ibu hari ini, Ibu akan membuang waktu seharian,” jelas Ibunya kembali. Dira hanya diam, tidak ikut campur dengan masalah keluarga Raline.
“Tidak, Ibu. Aku hanya memberikan saran sesuai yang aku tahu saja. Aku hanya melihat lahan itu bagus atau tidak,” jawab Rommy menatap Ibu Raline. Ibunya Raline tersenyum merasa bangga dengan calon menantunya itu
“Raline, analisis Rommy selalu tepat. Rommy itu membantu Ibu mendapatkan keuntungan banyak yang hampir sekitar sepuluh juta dolar.” Rommy yang dipuji sang calon mertua hanya tersenyum sambil melirik ke arah raline yang tampak malu-malu. Raline tersenyum dan bertemu pandang dengan mata Rommy yang tajam.
“Apa kegiatan kamu hari ini?” tanya Rommy tiba-tiba membuat Raline tesentak kaget. Raline memandang Dira, Dira menaikkan alisnya dan tersenyum.
“Kegiatanku tidak banyak, hari ini aku bermalas-malasan di kantor Papa dan akan membuka peluncuran desain baru ku,” jawab Raline membuat Rommy hanya tersenyum tipis.
__ADS_1
“Aku ingin mencoba hal baru. Aku mulai bosan dengan desainku. Aku ingin mendesain gaun pengantin,” ucap raline kembali, membuat Rommy mengangguk-anggukan kepalanya.
“Ngomong-ngomong Rommy, apa Ibumu sudah menentukan tanggal pernikahanmu?” tanya Ibunya Raline membuat Rommy tersentak kaget dan Raline melirik ke arah Ibunya.
“Aku tidak tahu, Bu. Aku akan menyuruh Ibuku untuk langsung menelponmu” jawab Rommy membuat Ibunya Raline menganggukkan kepalanya.
“Oh, oke. Masalahnya aku juga kan mencari tanggal baik. JIka tanggalnya tidak pas, kita bisa memutuskan tanggal baik untuk bersama,” ucap sang Ibu. Dira yang disebelah Ibu Raline terdiam dan melihat ke arah Raline. Raline menggelengkan kepalanya. Rommy terdiam sejenak.
“Ya, Bu. Aku setuju.” Jawaban Rommy membuat Ibu Raline tersenyum.
“Tanggal apa yang kalian maksudkan?” tanya Raline yang belum mengerti apa yang dimaksudkan Ibunya dan Rommy itu. Ibunya Raline tersenyum mendengar pertanyaan Raline.
“Tentu saja pernikahanmu dengan Rommy,” jawab sang Ibu, membuat Raline terdiam seribu bahasa.
“Ibu sudah membahas dengan Ibunya Rommy, akhirnya kami masing-masing mencari hari baik. Tapi sejujurnya, Ibu ingin pernikahanya tahun ini,” ucap sang Ibu kembali.
“Bukannya kalian sudah lama berpacaran? Kenapa tidak menikah saja?” tanya sang Ibu, membuat Raline yang terdiam melirik ke arah Rommy.
“Raline, menikahlah supaya Ibu tenang. Tidak perlu khawatir soal mahar. Persiapkan semuanya karena setelah resepsi berakhir aku akan mengembalikkan kepadamu,” ucap Ibu Raline, membuat Raline tersentak kaget dan bingung apa yang akan diperbuat.
“Kalian tidak berniat bertanya kepadaku sama sekali, Ibu?” tanya Raline kecewa dengan sikap Ibunya. Ibunya menatap heran Raline. Raline terlihat sangat sedih. Raline meninggalkan ruangan makan itu diikuti Dira.
“Aku akan membicarakannya dengan Ibuku,” ucap Rommy membuat Ibunya Raline tersenyum. Setelah itu Rommy pun berdiri dan segera mengejar Raline. Dira yang tadi hendak pergi dicekal oleh Ibunya Raline. Dira memandang Ibunya Raline.
Rommy mengejar Raline sampai di suatu taman dekat restoran itu. Rommy melihat Raline yang sedang duduk di bangku taman dengan menundukkan kepalanya.
“Raline …” .
__ADS_1