
Bel sekolah berdering tanda istirahat
Setelah bel tersebut bel sekolah berdering banyak siswa berhamburan keluar kelas menuju ke kantin. Sementara Revan duduk terdiam di bangkunya.
"astagahhh gw pake acara lupa lagi minta uang jajan ke Azri tadi pagi" gumam Revan yang merutuki kebodohannya. Dari dulu memang Rika memberikan seluruh uang jajan Revan ke Azri karena mengetahui anaknya itu boros dan selalu minta uang jajan yang berlebihan, Rika juga mengetahui kalau Revan nurut kepada Azri dan juga Azri orangnya sederhana dan juga irit. jadi mau tidak mau Azrilah yang mengontrol uang Revan.
Setelah merutuki kebodohannya Revan segera bergegas ke kelas Azri karena memang mereka berbeda ruang kelas. setelah sampai di depan pintu kelas Azri dia pun bernafas lega karena menemukan Azri yang masih ada di kelasnya.
"zri gw minta uang jajan dong" Revan meminta dengan wajah memelas
"nih" Azri memberiakan uang 10 ribuan satu lembar
"whattt, gak salah zri cuman segini" Revan terkejut melihat uang yang diberikan Azri
"ambil atau gak sama sekali" jawab Azri dingin.
"cih" lirih Revan yang mau tak mau harus menerima uang tersebut.
Sementara seorang murid perempuan yang adalah maya yang merupakan teman dekat Azri dari kelas 10 kebingungan melihat adegan tersebut.
"Dia kenapa minta uang jajan ke lu zri" tanya maya dengan tatapan bingung
"iya tadi pagi gw lupa kasihnya" jawab Azri dengan santai tidak mempedulikan orang-orang sekitarnya yang juga ikut kebingungan
"hahh lupa gimana maksud lo" maya yang masih bingung terus bertanya ke Azri yang sebenarnya malas untuk menjelaskannya
"berisik banget sih lo mending kita langsung ke kantin perut gw udah lapar nih" gerutu Azri yang langsung menarik tangan Maya keluar kelasnya.
******
Sepulang sekolah Azri melihat hpnya yang berdering dan membaca pesan dari orangtuanya. Azri pun dengan segera menelpon Revan dan menyuruhnya untuk segera ke mobil. Setelah beberapa saat mereka pun bertemu di tempat mobilnya terparkir tadi pagi.
"ada apa sih zri panggil gw buru-buru" gerutu Revan yang bingung dan juga sedikit kesal
"tadi ortu kita nyuruh kita untuk segera pulang" jawab Azri
"lahh kok gw gak dikasitau sih" gerutu Revan yang semakin kesal
"bawel banget sih, bisa gak ikutin aja" ucap Azri dengan tatapan dingin.
"iya iya"
"terus tuh anak berdua gimana" tanya Revan
"yah nanti lo balik kesini lagi lah, gitu aja pake nanya" jawab Azri yang langsung masuk ke dalam mobil tanpa menunggu Revan
__ADS_1
"hahh lo gila yahh" ucap Revan yang sudah makin kesal
"keknya uang jajan lo masih kebanyakan yahh Revan Ranjaya" ucap Azri yang langsung membuat Revan terdiam seketika dan jadi anak penurut
"ok Azri ku yang cantik, gak usah pake diancem gitu dong" ucap Revan dengan senyum terpaksa
"yaudah Revan langung aja gak usah kebanyakan gombal, mommy dan daddy udah tungguin kita" ucap Azri yang juga jadi kesal
"o..o..oke oke" Revan yang gak mau diancam lagi langsung melajukan mobil BMWnya dengan cepat.
Ditengah perjalanan Revan membangunkan Azri yang lagi tertidur disampingnya
"ehh ini kita mau ke mansion mana Azri??" tanya Revan yang lagi menyetir sambil menggoyangkan pundak Azri
"berisik banget sih lo" ucap Azri dengan marah
"ya kan ini gw cuman nanya, soalnya gw gak tau" ucap Revan
"lo juga nanya bukannya pas gw belum tidur" ujar Azri yang geram pada Revan
"yah terus ini kita mau ke mansion mana Azri Ranjaya" ucap Revan yang juga jadi kesal
"terserah lo aja, gw juga sebenarnya gak tau" ucap Azri santai dan kembali ke posisi tidur. Revan yang ingin marah pun tidak jadi karena takut pada Azri jika uang jajannya tidak di kasih. Ia pun segera melajukan mobilnya ke mansion Azri, karena jaraknya yang lebih dekat jika dibandingkan dengan mansionnya. 15 menit kemudian mereka sudah sampai di mansion Azri.
"kalian udah sampai sayang" ucap Riana yang melihat Azri dan Revan di pintu masuk
"iya mi" jawab Azri singkat
"emang kita mau ngapain sih harus dipanggil buru-buru pulang" tanya Revan penasaran
"gini nak kami berencana mau mengadakan pernikahan kalian minggu depan" ucap Leo sambil duduk santai di atas sofa
"oalah kirain mau bilang apa" ucap Revan yang rasa penasarannya kini sudah terjawabkan. Orang tua mereka yang mendengar ucapan Revan merasa lega dan bahagia, karena tidak sia-sia usaha mereka selama ini untuk Azri dan Revan.
"terus kalo cuman bilang itu kenapa kita disuruh pulang cepat mi, kan bisa dibilang nanti malam" gerutu Azri sedikit kesal
"mami mau kalian beli cincin dan gaun pengantin hari ini" ucap Rika
"yaudah sekarang kalian siap-siap dulu deh habis itu langsung pergi" sambung Riana
setelah mendengar itu Azri dan Revan pun segera ke kamar mereka masing-masing. walaupun ini mansionnya keluarga Azri, tetapi Revan juga mempunyai kamar disitu beserta perlengkapannya. Setelah selesai ganti pakaian Revan langsung keluar kamar dan menunggu Azri keluar.
"Azri lo lama banget sih" gerutu Revan
"emang kenapa sih, bawel banget" ucap Azri malas
__ADS_1
"pake nanya lagi loh, emang lo gak ingat 2 adik lo itu" jawab Revan
"yaudah ayok" ucap Azri santai tanpa rasa bersalah
merekapun segera melajukan mobilnya ke sekolah untuk menjemput kedua adiknya itu terlebih dahulu.
"kalian darimana aja sih, kami udh nunggu lama banget tau" gerutu Tiara
"tau niih, terus kok kak Azri sama bang Revan udah gak pake baju sekolah ??" tanya Tasya bingung
"udah ikutin kita aja, kayak gak tau aja kakak kalian kayak gimana" ucap Revan yang tidak membiarkan Azri berbicara
"maksud lo apa ya Revan??" tanya Azri sedikit marah
"gak ada maksud apa-apa kok zri" ucap Revan sedikit takut sambil sedikit tertawa memaksa
Setelah Tiara dan Tasya masuk ke dalam mobil, Revan segera melajukan mobilnya ke sebuah mall yang membutuhkan waktu 15 menit. Setelah itu mereka pun sampai dan langung memasuki mall itu.
"kita mau ngapain sih kak, kok kita malah ke mall" tanya Tiara pada Azri
"gw mau beli cincin pernikahan sama gaun pengantin" jawab Azri santai
"hahhhhh....apaa...... pernikahan" teriak Tasya kaget
"whattt..... kak Azri mau nikah sama siapa??" tanya Tiara yang juga sambil berteriak
"kalian bisa gak, gak usah pake teriak-teriak segala" ucap Azri yang kesal dengan perilaku kedua adiknya itu.
"ya kan namanya juga kaget kak" ucap Tasya membenarkan diri
"gue sama Revan mau nikah minggu depan" ucap Azri santai tanpa memedulikan kedua adiknya itu
"apaaaaaa" teriak Tasya dan Tiara serentak karena kaget
"kan udh gw bilang gak usah pake acara teriak tasya...tiara" ucap Azri sambil menarik daun telinga kedua adiknya itu
"sa..sa..sakit kak" ucap Taysa dan Tiara kesakitan
Mereka pun segera mencari dan membeli cincin pernikan beserta dengan baju dan gaun pengantin untuk acara pernikahan minggu depan. sementara Tasya dan Tiara mau tidak mau hanya mengekori sang kakak seperti babu, karena tidak mau dimarahi lagi.
.....
__ADS_1